oleh

Ini Jawaban Bupati Gayo Lues Terhadap Pandangan Umum Anggota Dewan Masalah Pengentasan Kemiskinan

WhatsApp Image 2019-11-28 at 19.56.12(1)
WhatsApp Image 2019-11-28 at 19.56.09(3)
WhatsApp Image 2019-11-28 at 19.56.12
WhatsApp Image 2019-11-28 at 19.56.13
WhatsApp Image 2019-11-28 at 19.56.10(1)
WhatsApp Image 2019-11-28 at 19.56.15
WhatsApp Image 2019-11-28 at 19.56.11

 

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Pada Rabu (27/11/2019) wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Gayo Lues menyampaikan pandangannya atas Rencana Qanun Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten  Gayo Lues (DPRK) Tahun Anggaran 2020 Dan Rancangan Qanun Lainnya Masa Sidang I Tahun 2019 bertempat di Gedung DPRK Gayo Lues

Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru dalam penyampaian jawaban menyampaikan  Pandangan Umum oleh Anggota Dewan H. Idris Arlem dari Partai Demokrat yang bergabung dengan Fraksi Golongan Karya, Kamis (28/11/2019), terkait masalah kemiskinan.

Dalam pidatonya bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru mengatakan Kemiskinan dan Lambatnya Pemberdayaan Ekonomi, diantaranya  Tingkat kemiskinan mengalami penurunan sebesar 1,27 % yaitu 21,97 % pada tahun 2017 dan pada tahun 2018 menjadi 20,70 %, Sedangkan target dalam RPJMK tahun 2018 adalah 1,1 %, dilihat dari target RPJM kita telah marnpu menurunkan angka kemiskinan sudah mencapai target bahkan lebih, Jika dalam jumlah jiwa penurunannya dari tahun 2017 ke tahun 2018 adalah sebanyak 820 Jiwa, namun dari segi urutan tingkat kemiskinan kita masih berada posisi terendah hal tersebut disebabkan daerah lain juga melakukan hal yang sama, tapi untuk upaya penurunan kemiskinan kita sudah melebihi target RPJMK.

Bupati Gayo Lues juga menyampaikan Basis Data Terpadu (BDT) adalah data Fakir Miskin hasil pendataan yang dilakukan oleh Bidang Statistik Tahun 2015 kemudian oleh Kemensos dikeluarkan surat Edaran No.01 Tanggal 10 Oktober 2017 tentang Verifikasi dan Validasi BDT dan jangka Waktu Verifikasi dan Validasi secara berkala selambatnya 2 tahun sekali, secepatnya 1 tahun 2 kali, yang selanjutnya dikuatkan dengan Permensos No.28 Tanggal 29 Desember 2017 tentang Pedum Verifikasi dan Validasi data terpadu Penanganan Fakir Miskin dan Orang tidak mampu oleh Kementerian Sosial berkoordinasi dengan Pemerintahan Daerah, melalui Sistem Informasi yang berbasis Aplikasi disingkat SIKS-NG.  Kegiatan Verifikasi dan Validasi ini dimulai melalui tahap MUSDES, MUSCAM untuk selanjutnya diterbitkan Prelist oleh Ditjen PUSDATIN Kemensos RI dibuka tanggal 26 September yang dicacah oleh petugas diseluruh Kabupaten Gayo Lues diinput oleh operator sebanyak 13.594 Rumah Tangga Miskin setelah tan dengan batas waktu penutupan tanggal 3 Oktober 2019.  Setelah tanggal ini ditjen PUSDATIN Kemensos RI proses yang nantinya akan penetapan data BDT yang baru, Saat ini masih dalam tanap menunggu proses Penetapan (finalisasi) dari Pusat Data lnformasi dan Kesejahteraan sosial (PUSDAT1N) jelasnya.

Muhammad Amru juga menyampaikan setanjutnya mengenai masalah Pengentasan Kemiskinan yang dilakukan melalui Program baik Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah diantaranya Program PKH dan BPNT. Perlu kami sampaikan bahwasanya jumlah KPM atau Keluarga Penerima Manfaat pada Program Keluarga Harapan ( PKH ) pada awal tahun 2019 berjumlah 6.020 KPM namun keadaan per 24 Novernber 2019 berkurang menjadi 5.246 KPM. Terjadi pengurangan (Graduasi) sebanyak 774 KPM. Hal tersebut seyogyanya menjadi hal positif pada barometer kerniskinan. Namun pengentasan anglca kerniskinan tentu tidak hanya diakomodir oleh program keluarga harapan saja, perlu ada sinergitas dan komitmen bersama dari seluruh unsur dan instansi terkait dalarn meningkatkan kesejahteraan bagi rnasyarakat.

Berdasarkan hasil Badan Standar Nasional Pendidikan, peringkat UN berbasis kornputer tingkat SMP tahun 2019 sesungguhnya Kabupaten Gayo Lues mengalami kenaikan peringkat dari tahun sebelumnya, dari peringkat 22 menjadi peringkat 15, namun perlu pemikiran dan kerja keras kita bersama sehingga mutu pendidikan bisa bersaing dengan daerah lain,jelas Bupati. (ABDIANSYAH)

News Feed