oleh

Hubungan Ilmu Filsafat dan Agama

Filsafat adalah proses memikirkan masalah secara mendalam dan cermat serta mencari solusi yang bijaksana dan bijaksana. Pemerintah adalah suatu kegiatan untuk bersama-sama membimbing hidup menuju dunia dan kebahagiaan terbesar di masa depan tanpa melanggar hukum dan merugikan pihak manapun.

Pengertian filsafat dan agama,defenisi filsafat agama diperoleh menurut campuran keduanya, yaitu menjadi suatu bisnis membahas mengenai unsur-unsur utama kepercayaan  secara mendalam, rasional, menyeluruh, sistematis, logis dan bebas.

Harun Nasution mengungkapkan dua pendapat tentang filsafat agama yaitu :Pertama, membahas tentang pengetahuan dasar agama secara analitis dan kritis, tanpa melekat pada doktrin agama, juga tidak ditujukan untuk menjelaskan kebenaran agama. Kedua, membahas tentang pengetahuan dasar agama secara analitis dan kritis, bertujuan untuk menunjukkan keaslian ajaran agama, atau setidaknya menjelaskan bahwa ajaran agama bukan tidak mungkin dan tidak akan bertentangan dengan logika.

Landasan agama yang dibahas meliputi dakwah para rasul, keilahian, roh manusia, dan kehidupan yang kekal, hubungan antara manusia dan Tuhan, kejahatan dan kehidupan setelah kematian, dll. Oleh karena itu pengertian filsafat agama adalah berfikir kritis dan analitis. Menurut aturan, logika agama masuk jauh ke dalam setiap landasan agama. Filsafat ketuhanan mencakup filsafat sistematis mempelajari alam semesta, manusia dan tuhan.

Menurut C.D. Mulder, filsafat kepercayaan adalah bagian menurut filsafat ketuhanan. Filsafat ketuhanan termasuk kedalam filsafat sistematis yg menilik kosmos, insan dan Tuhan. Geddes Mac Gregor menekankan pembahasan filsafat kepercayaan dalam kejelasan disparitas antara hal yg menggoda pada kepercayaan dan berfikir mengenai kepercayaan . Yang pertama merupakan aktifitas hati, sedangkan yg ke 2 merupakan aktifitas logika. Selanjutnya, Gregor mengungkapkan bahwa pendekatan intelektual terhadap kepercayaan maka akan memuaskan hati lantaran pendekatan intelektual akan memuaskan logika. Dalam defenisi yg dikemukakan sang Gregor terlihat suatu pemilahan antara aktivitas hati dan logika. Daya logika menurutnya, berfungsi menjadi penerangan dan menganalisis ajaran kepercayaan.

 

Istilah filsafat dan agama mengandung makna yang kontradiktif bagi banyak orang. Filsafat dimulai dari akal, sedangkan agama dimulai dari wahyu. Filsafat dan pemikiran sangat erat kaitannya, sedangkan agama dan pengalaman sangat erat kaitannya. Filsafat membahas hal-hal tertentu untuk mengamati kebenaran yang diukur, apakah hal itu logis atau tidak logis. Dan agama memiliki pengaruh yang sama kuatnya terhadap kemajuan, dan keduanya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Untuk mengetahui keterkaitan antara filsafat dan agama, pasti akan muncul beberapa pertanyaan tentang apa yang dapat ditemukan oleh manusia yang memiliki pengetahuan murni dalam proses pencarian kebenaran, dan apa yang dapat diketahui melalui wahyu dan sumber pengetahuan berasal dari ide-ide di luar manusia. yaitu Tuhan adalah pencipta seluruh alam dan isi.

 

Pemosisian agama dan filsafat seringkali berbeda, bahkan tumpang tindih, karena epistemologi keduanya berbeda. Agama bersumber dari keyakinan akan wahyu ketuhanan, sedangkan filsafat berpusat pada realitas manusia. Namun, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari kebenaran. Oleh karena itu, terdapat hubungan yang saling berkaitan dan reflektif antara ilmu pengetahuan, filsafat dan agama dengan manusia, yang artinya tidak ada kekuatan dan perbedaan utama dalam diri manusia, dikatakan sebagai alat utama dan penggerak umat manusia adalah alasan, pikiran, rasa, dan rasional iman.

 

Dengan alat ini, manusia akan menyadari kebahagiaannya. Agama dapat menjadi pedoman, dan pegangan untuk kehidupan yang penuh harapan, keamanan, kedamaian dan kemakmuran dalam kehidupan manusia. Ketika manusia menghadapi masalah yang kompleks dan berat, mereka akan menyadari bahwa manusia tidak berdaya untuk mengatasinya, dan kepercayaan serta keyakinan akan mengikutinya.Oleh karena itu agama dan filsafat tidak bisa dipisahkan karena agama adalah kebenaran, dan filsafat serta sains adalah pencari kebenaran, keduanya filsafat dan sains harus mengejar kebenaran agama.

Penulis :

Agung Alfizar syiraq

1910104010043

News Feed