oleh

Hindari Kelangkaan LPG, Bupati Gayo Lues Luncurkan Aplikasi SOLUSI LPG

 

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan menciptakan aplikasi SOLUSI LPG berbasis website. Aplikasi ini diciptakan untuk menghindari terjadinya kelangkaan, penimbunan, dan penyalahgunaan gas LPG bersubsidi di wilayah Gayo Lues.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Gayo Lues, H. Irwansyah, S.Si., MM mengatakan bahwa, timbulnya gagasan menciptakan aplikasi ini karena masih banyak kendala dalam pelaksanaan tata kelola yang tertib sebagaimana diatur Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG.

“Harusnya sistem distribusi LPG bersifat terbuka. Oleh karena itu, LPG bersubsidi berpotensi tidak diterima masyarakat miskin dan usaha mikro (kelompok sasaran utama). Rawan pengoplosan, kelangkaan stok, dan fluktuasi harga,” imbuh eks Kepala Dinsa Lingkungan Hidup (DLH) Gayo Lues Irwansyah itu, Kamis (2/9/2021).

Jika tidak diatur dengan sedemikian rupa, kata dia, akan berakibat pada 99.534 jiwa masyarakat Gayo Lues. Paling sering terjadi adalah fluktuasi harga, di mana Pemerintah Kabupaten Gayo Lues telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Rp25.000,00. Namun di tingkat pengecer masih dijual Rp30.000,00 hingga Rp35.000,00 per tabung. Hal ini tidak boleh terjadi lagi di Gayo Lues.

“Agen, pangkalan, dan pengecer di toko sembako tidak boleh menjual LPG 3 kilogram di atas harga yang telah ditentukan pemerintah. Jika masih ada yang menjual seperti itu, maka penjualnya bisa dipidana sesuai peraturan perundang-undangan,” ujar Irwansyah.

Melalui aplikasi SOLUSI LPG itu, sambungnya, pemanfaatan teknologi digital berperan dalam penguatan komitmen dan koordinasi antarinstansi terkait. Sehingga para pihak dapat bersama-sama memperoleh informasi maupun mengambil langkah penanganan secara lebih cepat, tepat, dan terukur.

“Di dalam aplikasi SOLUSI LPG, siapa pun bisa mengadukan permasalahan LPG yang terjadi di lapangan. Misalnya ada warga yang menjual di atas harga yang ditetapkan, penimbunan, atau pun pengoplosan bisa mengadukan melalui aplikasi itu. Nanti kami dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues akan menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru mengatakan, aplikasi SOLUSI LPG ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Gayo Lues tentang Pembentukan Tim Efektif Sistem Monitoring, Evaluasi dan Koordinasi LPG Tiga Kilogram (SOLUSI LPG). Saat ini era industri 4.0, kata dia, memang sangat penting penggunaan teknologi informasi sebagai bahan pemberian pelayanan publik kepada masyarakat.

“Aplikasi SOLUSI LPG merupakan sistem informasi pelaporan distribusi, platform analisis dan layanan pengaduan berbasis website,” kata Muhammad Amru.

Penerapan aplikasi SOLUSI LPG di Gayo Lues merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan dengan insan kreatif di Kabupaten Gayo Lues, Pertamina, serta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) untuk meningkatkan pemantauan distribusi LPG dan memetakan potensi permasalahan, seperti kelangkaan stok, harga tidak wajar dan lain-lain.

“Saya berharap ke depan tidak ada lagi kelangkaan LPG di Gayo Lues. Apalagi menjelang atau hari besar, biasanya masyarakat akan kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram. Kalau pun ada, harganya sudah tidak wajar. Ini tidak boleh terjadi lagi, kalau masih terjadi silakan dilaporkan melalui aplikasi SOLUSI LPG,” tegas Bupati Muhammad Amru.

Di Gayo Lues, ada 2 agen dan 149 pangkalan atau subpenyalur gas LPG 3 kilogram. Semua data itu ada di aplikasi SOLUSI LPG, masyarakat Gayo Lues harus memanfaatkan kehadiran aplikasi ini.

Tujuannya agar penyaluran LPG 3 kilogram kepada orang miskin dan usaha mikro bisa tepat sasaran.

“LPG 3 kilogram itu adalah haknya orang miskin dan usaha mikro. Jadi orang yang sudah berada dan mampu, tolong jangan pakai LPG 3 kilogram, itu haknya orang miskin,” pungkasnya. (BRO )

News Feed