oleh

Jubir HIMABIOS: UIN dan Unsyiah Bersaudara, Kritik Itu Biasa

banner 1155x168

 

BANDA ACEH, BARANEWSACEH.CO – Pada 2 September 2019 merupakan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh, yang berarti sudah genap 60 tahun usia Komplek Pelajar dan Mahasiswa (Kopelma) Darussalam, Banda Aceh.
.
Hari yang bersejarah bagi bangsa Aceh ini, disambut baik oleh seluruh kalangan akademisi di Kopelma Darussalam. Salah satu Juru Bicara (Jubir) Himpunan Mahasiswa Biologi Sains (HIMABIOS) UIN Ar-Raniry Banda Aceh Sulthan Alfaraby mengatakan, bahwa seluruh pihak yang berada dalam Kopelma Darussalam harus tetap bersatu dalam satu tekad untuk membangun peradaban Aceh yang lebih baik, hal ini seperti amanah yang pernah dituliskan oleh Presiden Republik Indonesia yang pertama yaitu Soekarno di Tugu Kopelma Darussalam.
.
“Dihari Hardikda ini, saya berharap seluruh pihak akademisi di Kopelma Darussalam untuk bersatu dalam mewujudkan peradaban dan cita-cita bangsa Aceh. Hal ini juga seperti yang diamanahkan oleh Presiden Republik Indonesia yang pertama yaitu Soekarno. Jika ada yang salah, maka kita luruskan, kritim boleh tapi anarkis jangan” ujarnya saat berdiskusi dengan wartawan, Senin (02/09/2019)
.
Saat ditanya terkait isu keretakan hubungan UIN Ar-Raniry dan Unsyiah terkait permasalahan sengketa Tugu Kopelma Darussalam, beliau mengatakan bahwa hal itu tetap harus diselesaikan. Menurut beliau, Tugu Kopelma Darussalam beserta semua aset yang sudah dicantumkan dalam sejarah sejak Kopelma Darussalam terbentuk harus tetap diperjuangkan tanpa harus memakai cara anarkis tak beretika.
.
“Kita semua mungkin sudah baca sejarah Kopelma Darussalam, yang dimana dulu tidak ada kejadian rebut-rebutan seperti sekarang  karena tujuan mereka dulu adalah satu, yaitu menciptakan peradaban Aceh yang lebih baik. Terkait keributan baru-baru ini, saya rasa ada masalah internal tersendiri antara kedua pihak yang mungkin tidak diberitahukan kepada publik. Jika ini memang masalah ego, saya sangat menyangkan jika kita melupakan sejarah. Marilah kita bergandengan tangan, tujuan kita sama. UIN dan Unsyiah bersaudara, untuk apa kita ribut-ribut. Tapi ingat, mengkritik itu adalah hal yang biasa, lanjutkan mengkritik yang membangun tanpa anarkis dan tetap mengutamakan etika” tutupnya. (RED)

News Feed