oleh

HIKMAH SOCIAL DISTANCE BAGI PEGAWAI NEGERI UNIT DIKLAT SAREE ACEH

            Sosial distance merupakan sebuah himbauan untuk selalu berada di rumah, baik dalam bekerja maupun aktifitas lain nya. Ajakan tersebut dihimbau akibat merebaknya penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus corona (covid 19).

            Tidak terkecuali di unit diklat saree ikut melaksanakannya dengan tertib dan disiplin sampai dengan pembentukan unit piket yang bertugas pada hari- hari tertentu demi kelancaran aktifitas administrasi pemerintahan internal. Tentu nya setiap pegawai dan non aparatur tetap berkewajiban absen pagi/ masuk sampai absen sore/ pulang.

            Terkhusus kepada tenaga fungsional widyaiswara hal ini menjadi sebuah peluang dan kesempatan untuk meningkatkan produktifitasnya terutama dalam melakukan tanggungjawab tugas dan fungsi nya yakni:

  1. Membuat karya tulis ilmiah;
  2. Memikirkan peluang dan kesempatan untuk membuat program usulan diklat sesuai dengan spesialisasi masing- masing secara baik dan terukur;
  3. Mengajak semua orang melalui media internet untuk meningkatkan kinerja dengan menuangkan ide- ide cerdas demi meningkatkan pelayanan yang adil, pemberdayaan yang mandiri sampai kepada pembangunan yang menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia;
  4. Untuk selalu meningkatkan amal dan ibadah sebagai bekal utama untuk kehidupan di yaumil akhir;
  5. Setiap saat mengikuti anjuran tim kesehatan penanggulangan covid19 dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta berdoa kepada Allah Swt semoga musibah ini cepat berlalu.

Adapun kegiatan positif  (salah satu produktifitas) yang dapat kita lakukan berkaitan dengan agenda/ rencana lock down (penghentian sementara waktu semua aktifitas di darat, laut dan udara), yakni dengan membuka sebuah kawasan pertanian pribadi dengan luasan minimal 5000 m² (1/2 ha) dan idealnya dua (2) hektar. Di dalam kawasan tersebut ditanami dengan tanaman penghasil pangan kebutuhan pokok manusia seperti padi, jagung, kedele dan tanaman lainnya sebagai penghasil kebutuhan hidup kita sehari hari sampai kepada kolam ikan air tawar sebagai penyuplai lawan nasi (lauk pauk).

            Jika hal tersebut bisa diwujudkan oleh setiap aparatur dan masyarakat, tentunya apapun yang akan terjadi kedepannya tidak akan membuat repot rakyat maupun pemerintah. Karena setiap individu sudah disibukkan dengan aktifitas masing- masing di areal pertaniannya serta tidak dibayangi lagi oleh kelangkaan pangan untuk menyambung kelangsungan kehidupan (logistik pangan).

            Pemikiran tersebut dapat dilaksanakan mengingat masih banyak sumber daya lahan (sda, khususnya di luar pulau jawa) yang luas dan belum terurus secara baik. Selaku aparatur kita memiliki banyak kelebihan sumber daya yang dimiliki, seperti mudahnya mengakses modal pinjaman/ pembiayaan pihak perbankan dengan bermodalkan sk asn serta baik nya jaringan komunikasi dan informasi dengan lembaga pemerintahan lainnya.

            Tidak perlu ragu dan bimbang untuk merealisasikan ide ini karena banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari aktifitas kegiatan tersebut, seperti sebagai widyaiswara bisa menjadi kajian/ telaahan untuk menambah referensi dalam penyajian materi teknis kepada penyuluh pertanian dan pelaku utama (petani).  Apalagi kita dapat memperlihatkan sebuah kawasan utuh yang didalamnya ada tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan darat dan mesin pertanian sederhana kapasitas industry rumahan.

            Saat ini juga oleh masing- masing kita penting untuk bekerja mewujudkan hal tersebut, karena tantangan ke depan seperti nya lebih besar dan komplit sehingga sudah sangat mendesak untuk sesegera mungkin direalisasikan. Peranan penyuluh pertanian sebagai garda terdepan diharapkan dapat melaksanakannya dengan baik sebagai antisipasi seandainya kejadian serupa terulang kembali.

            Jangan menunda lagi peluang dan kesempatan yang sudah terbuka luas bagi setiap kita yaitu dengan berperan mewujudnya sesuai dengan kemampuan masing- masing sehingga kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan serta lumbung pangan dunia  tahun 2045 dapat kita raih. Tentunya oleh kita semua rakyat indonesia. Aamiin Ya Rabbal’alamin.

News Feed