oleh

Heri Maswandi Tuding Ketua Karang Taruna Aceh Plintat Plintut

 

Bener Meriah Baranewsaceh.co |  Dilema baru saat ini mencuat kepermukaan terkait kepengurusan Karang Taruna Bener Meriah. Persoalannya adalah menyangkut eksistensi diri oraganisasi Karang Taruna antara pengurus provinsi, carateker, temu ramah, dan pelantikan. Persoalan ini kemudian menjadi berita utama sejumlah media yang terbit hari ini. Sabtu (05/12)

Satu sisi pelantikan di anggap melanggar aturan organisasi, disisi lain para pengurus di daerah juga tetap ngotot untuk melakukan pelantikan dengan alasan Karang Taruna bener Meriah, aktif dan tidak pernah vakum dan tidak di butuhkan Carateker.

Sementara itu Pemkab Bener Meriah berada di dua sisi yang saling berlawanan, namun sikap netral dan bijak serta diplomatis telah diambil oleh Pemkab Bener Meriah. Karena bagi Pemerintah daerah tidak penting mempersoalkan apa, mengapa, kenapa, dimana dan siapa.

Karena elegannya bagi Pemkab Bener Meriah ialah. Keberadaan organisasi Karang Taruna harus berjalan dan berfungsi sebagai mana mestinya, terlepas siapapun pengurusnya, karena sesuai jati diri sebagai organisasi Karang Taruna yang saat ini berada di bawah naungan Dinas Sosial.

Menyikapi statmen ketua Karang Taruna Aceh Ismet, ST.MT. yang relis beritanya juga di sampaikan ke media Baranewsaceh.co pada hari dan juga telah terbit di beberapa media online. Heri Maswandi sebagai Sekretaris Karang Taruna Bener Meriah yang baru di lantik menyampaikan. “Penunjukan Carateker Karang Taruna Bener Meriah oleh Pengurus provinsi Aceh, di nilai syarat dengan muatan Politik”

Disebutkannya semua sudah sesuai dengan Ad- Art dan juga berdasarkan Permensos nomor 25 Tahun 2019, sebagaimana di sampaikan dalam pengukuhan oleh Bupati Bener Meriah.

Heri Maswandi juga menambahkan. Seharusnya ketua Karang Taruna provinsi Aceh mengerti dan memahami hubungan tata kerja internal antara pengurus Provinsi dan kabupaten yang bersifat koordinatif, kosolidatif, komunikatif dan kolaboratif, sebagaimana selama ini telah kami lakukan beberapa kali di kota Banda Aceh.

Kami datang ke Banda Aceh sebelum dan sesudah Temu Karya, dan semuanya sudah di aminkan oleh beliau, juga kami sambangi ke Dinas Sosial Provinsi Aceh. Namun beliau (Ismet) tidak konsisten terhadap apa yang Ia sampaikan kepada kami. Jadi ini wajar di pertanyakan kembali. Sebenarnya yang berkepentingan politik itu siapa..? mereka atau kami, ketusnya. Terlebih lagi menurut Heri Maswandi Ketua Provinsi juga merupakan salah seorang pengurus salah satu partai. Jelasnya.

Sebenarnya kami tidak mau menyinggung partai yang di embannya, tapi beliau menyinggung kepengurusan Karang Taruna Bener Meriah kerap kepentingan politik, dari mana dasar narasi ini !

Sebagai seorang ketua, seharusnya lebih bijak, kalau ada yang tidak sesuai menurut aturan, ya di sampaikan, tapi jangan memaksakan aturan yang notabonenya belum di sahkan, dan yang terpenting harus mempunyai prinsip, jangan plin – plan, hari ini bicara A besok bicara B dan seterusnya bicara lain.

Sebelumnya kami sudah pernah mengkomunikasikan bahwa carateker tidak perlu di bentuk, jika daerah mampu mengadakan Temu Karya dan itu di ucapkannya di depan anggota DPRA yang partainya juga tidak perlu saya sebutkan.

Selanjutnya dengan bahasa yang santun Heri Maswandi menyebut Kakanda ketua Karang Taruna Provinsi Aceh yang terhormat. Dari gaya bahasa beliau dalam mengeluarkan statmen, terkesan sedang dalam tekanan, seharusnya sebagai ketua Karang Taruna Aceh memiliki carakter yang dapat memajukan Karang Taruna Aceh dan minimal sekali pernah menjadi anggota Karang Taruna.

Sementara carateker yang beliau SK kan menurut kami juga cacat hukum sama sekali tidak pernah berkoordinasi dengan pengurus Kabupaten yang notabonenya masih aktif.

Jadi kami hanya berharap jangan memutar balikan fakta, terlebih lagi memaksakan kepentingan politik, dari pada memajukan Karang Taruna Provinsi Aceh.

Anda sudah paham kapan dan saat bagaimana carateker itu dapat di bentuk. Sekali lagi kami sampaikan sekiranya anda bijak, anda pasti turun ke Kabupaten kami, bukan berceloteh dan bersilat lidah dengan berbalas pantun lewat media. Tegasnya.

Dari itu saja sudah menunjukkan sikap dan niat anda bukan untuk membangun Karang Taruna Bener Meriah. Untuk itu turunlah ke daerah, Kapanpun kami siap untuk berdiskusi di daerah, sekalian berkenalan dengan pengurus karang Taruna Bener Meriah. Pungkasnya. (Dani).

News Feed