oleh

Heboh, Kepala Desa Sere Katakan ” Warga Keberatan DD Dibagikan Untuk BLT”

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Pembagian bantuan langsung tunai (BLT) di Kampung Sere Kecamatan Blangkejeren hingga saat ini belum tersalurkan secara optimal, Seperti diberitakan sebelumnya hanya empat orang saja masing masing satu dusun.  Hal tersebut  dikatakan Kepala Desa Sere Alim via seluler pada Minggu sore, (31/05/2020).

Untuk menghindari simpang siur informasi Tim Media dan untuk menghindari adanya pihak ketiga mencari kepentingan dalam hal ini bahkan untuk menghindari ada yang menganmbil kesempatan dalam kesempitan, maka dari itu Tim media akan menayangkan rekamnya Berikut rekamannya:

(File Rekaman Kamis, (28/05/2020) antara Kepala Desa Sere dan Ketua Ormas LAKI)

Dalam rekaman Kamis, (28/05/2020) itu Alim kepala Desa Sere  membenarkan bahwa hanya 4 orang yang diberikan  dalam satu Kampung Sere. Menurut Kepala Desa Alim dalam rekaman itu keputusan tersebut adalah kesepakatan bersama secara tersurat.

Dia mengatakan dana tersebut rencana akan dialokasikan untuk pembangunan jalan (kubur ho red gayo).  Bahkan dia mengatakan masyarakat keberatan angggaran tersebut digunakan untuk BLT DD

Seperti yang dilansir dari media online Waspada Online.co.id  Kepala Desa Sere Alim juga menyatakan, hasil musyawarah sebelumnya data penerima BLT tersebut memang berpatokan kepada 14 kriteria yang dijadikan pedoman. “Dan bagi yang sudah mendapatkan bantuan dari PKH, BNPT, TNI/Polri dan ASN tetap tidak masuk sebagai penerima,” sebutnya.

Disebutkan, adanya isu tentang jumlah penerima BLT yang hanya sejumlah 4 orang warga, dirinya tidak membantah, namun itu diberikan atau didahulukan karena mereka yang menerima dikategorikan sudah berusia lanjut. “Di antaranya ada yang sakit, dan mereka layak kita dahulukan. Dan sesuai data yang kami sampaikan kepada rekan LSM jumlah keseluruhan mencapai 123 orang,” jelasnya.

Sementara dalam rekaman seluler Kamis, (28/05/2020) Kepala Desa Sere Alim mengatakan masyarakat Keberatan diberikan Dana Desa Untuk BLT DD dan  dana tersebut rencana akan dialokasikan untuk pembangunan jalan (kubur ho red Gayo)

Jika kita analisa dari rekaman ini Kepala Desa Sere Alim diduga telah melakukan pembohongan public, dan minta kepada aparat hukum agar dapat menindaklanjutinya.

Menaggapi hal itu jika kita amati pernyataan kepala desa tersebut bertentangan dengan amanat  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

Berdasarkan informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi mengubah alokasi anggaran dana desa menjadi bantuan sosial (bansos) berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bantuan tersebut, merupakan kegiatan penanganan dampak virus Corona yang memberikan efek negatif terhadap perekonomian. (TIM REDAKSI)

News Feed