oleh

Harga Pupuk Melambung Tinggi, Aparat Hukum Diminta Panggil KP3 dan Distributor

Aceh Tenggara,  Baranewsaceh.co |  Terkait mahalnya harga jual pupuk urea yang sudah disubsidi oleh Pemerintah Pusat membuat kalangan petani di Aceh Tenggara kelabakan.

Pasalnya para petani untuk mendatangkan pupuk urea bukanlah mudah, akan tetapi masyarakat yang ingin membeli pupuk urea harus terdaftar di Rencana Depenitip Kebutuhan Kelompok (RDKK), Jika warga setempat (petani) namanya tidak ada didalam data Rdkk, maka jangan harap pupuk tersebut bisa didapat

Demikian disebutkan kalangan petani Aceh Tenggara kepada wartawan pada (27/21), “ya saya sebagai petani, tapi nama saya tidak terdaftar di Rdkk, maka saya tidak bisa mendapat pupuk. Katanya

Tapi jika nama ada di data Rdkk maka petani setempat bisa dapat membeli pupuk, walaupun harganya Rp 150 ribu per zak.

Salah seorang pengecer pupuk urea saat dikonfirmasi mengaku, memang petani untuk dapat membeli pupuk harus terdaftar di RDKK, yang sebelumnya sudah didata oleh pihak dinas Pertanian, dan boleh juga pembelian pupuk melalui kartu tani. Sebut seorang pedagang pupuk.

Dia menyambung lagi, saat ini setiap petani cuma dapat sekitar 2 zak pupuk, karena keterbatasan pasokan dari distributor, makanya harus dibatasi, sebab permintaan pupuk urea banyak, mungkin disebabkan karena masa tanam petani serentak.

Menanggapi mahalnya harga jual pupuk urea saat ini, Ketua LSM Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (Gepmat) Aceh Tenggara, Faisal Kadrin Dube S Sos angkat bicara, dia mengatakan bahwa persoalan pupuk saat ini sangat krusial. Sebab pupuk urea merupakan kebutuhan petani untuk meningkatkan hasil panen.

Tapi saya melihat problem saat ini, kurangnya pengawasan dari pihak berwenang seperti Kemite Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) mereka ini lah seharusnya yang bertanggung jawab atas langka dan mahalnya harga jual pupuk urea saat ini.

Faisal pun mendorong kepada aparat penegak hukum untuk secepatnya bisa mengusut tuntas kasus seperti ini, karena ini merupakan kepentingan terhadap masyarakat luas khususnya petani kita, apalagi saya mendengar ada dugaan kesepakatan jahat atau korporasi antara pihak Distributor dan kios pengecer, dan jangan jangan ada setoran tertutup atau pajak Gelap kepada pihak tertentu, makanya saya berharap kepada pihak hukum Kepolisian maupun Kejaksaan untuk bisa mendalami kasus ini. Harap Faisal.

Sedangkan harga jual pupuk urea tertinggi hanya sekitar Rp 100 ribu per zak, akan tetapi ditingkat kios pengecer kok bisa mencapai Rp150 ribu, ini tidak bisa didiamkan, karena pupuk urea untuk kebutuhan masyarakat luas. Tegasnya (RED)

 

News Feed