oleh

Harga Kopi Dan Sere Wangi Turun Petani Minta Ada Soulisi Dari Pemerintah

WhatsApp Image 2020-05-04 at 16.13.35_resize
WhatsApp Image 2020-05-04 at 16.13.36_resize
WhatsApp Image 2020-05-04 at 16.13.35(1)_resize
WhatsApp Image 2020-05-04 at 16.13.34_resize
WhatsApp Image 2020-05-04 at 16.13.34(1)_resize
WhatsApp Image 2020-05-04 at 16.13.33_resize

 

Blangkejeren, Baranewsaceh.co – Harga komoditi unggulan masyarakat kecamatan Pantan Cuaca yaitu Kopi dan Masyarakat Rikit Gaib Sere wangi mengalami penurunan. Masyarakat kedua kecamatan ini berharap agar ada solusi darai pemerintah daerah bagaimana  harga kedua komoditi bisa stabil. Kedua komoditi ini  ini merupakan produk andalan pendukung ekonomi masyarakat di kedua kecamatan.

Hal tersebut di sampaikan oleh Camat Rikit Gaib dan Pantan Cuaca terakit dengan kondisi ekonomi masyarakat yang mengalami ganguan akibat dampak dari virus corona pada senin 04/05 pada kunjungan Bupati Gayo lues H. Muhammad Amru di kecamatan Rikit Gaib.  Untuk menyerap masukan masyarakat. Pada kegiaatan tersebut dihadiri muspika kecamatan Rikit Gaib dan Pantan cuaca serta seluruh  kepala desa di Dua Kecamatan.

Camat Pantan Cuaca Salid. S.Pd menyebutkan dimasa panen raya harga kopi yang menjadi anadalan masyarakatnya mengalami penurunan yang sangat dratis dari 28 ribu perkilo saat ini menjadi 18 ribu perkilonya, bukan itu saja dampak virus corona saat ini jual kopi masyarakat tidak bawak pulang uang tetapi hanya diberi bon faktur saja oleh para toke kopi  , diharapkan harga kopi bisa satbil di atas 20 ribu perkilonya.

Begitu juga di harapan Camat Rikit Gaib Supratman SE mengatakan dirinya sangat berharap agar harga sere wangi dan getah vinus bisa stabil kembali karena kedua komoditi ini menjadi penompang ekonomi masyarakat Rikit Gaib.

Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru dalam mengakomodir harapan masyarakat menyebutkan sudah mendengar adanya barang barang produksi pertanian yanng turun  dan menampung semua keluhan masyarakat  pemerintah saat ini sedang menggagas Bantuan langsung  Bersyarat BLB khususnya bagi para petani, petani siapkan lahan pemerintah akan bantu bibit dan keperluan lain. Selain itu untuk produksi petani yang tidak laku di pasaran dan mengalami penurunan harga akan di tampung oleh BUMK BUMK  yang ada pada setiap Kampung dan selanjut dari BUMK akan di tampung oleh BUMD . program ini sedang diusulkan ke BPKP sebagai pendamping penggunaan an ggaran kofit ini. ( Yud/red)

News Feed