oleh

Gotong Royong Bukan Sekedar Fisik

WhatsApp Image 2019-09-11 at 20.38.24
WhatsApp Image 2019-09-11 at 20.38.21
WhatsApp Image 2019-09-11 at 20.38.23
WhatsApp Image 2019-09-11 at 20.38.25
WhatsApp Image 2019-09-11 at 20.45.06
WhatsApp Image 2019-09-11 at 20.38.19
WhatsApp Image 2019-09-11 at 20.38.22
WhatsApp Image 2019-09-11 at 20.38.24(1)
WhatsApp Image 2019-09-11 at 20.38.23(1)
WhatsApp Image 2019-09-11 at 20.38.20

 

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Gotong -royong jangan hanya dimaknai  dengan penyelesaian soal fisik saja , tetapi dimaknai juga dengan hal  budaya. Kerja sama non fisik selama ini menjadi budaya masyarkat gayo lues namun saatin mulai meluntur . Sebut Bupati Gayo lues H. Muhammad Amru  dalam pembukaan Bulan Bhakti Gotong Royong dilapangan sepak bola  desa Tampeng kecamatan Kuta Panjang pada Rabu 11/9/19

Pecanangan bulan bhakti Gotong Royong dihadiri Forkopimda kepala SKPK. Camat seluruh kabupaten Gayo Lues Kepala desa di kecamatan Kuta panjang serta masyarakat setempat.

Lebih lanjut Amru mengatakan dimas lampau kepedulian dari satu keluarga kekeluarga lain sangat tinggi ,salah satu contoh bila ada anak satu keluarga dijumpai oleh orangtua dari keluarga lain tidak pergi mengaji atau sekolah, maka orang tua tersbut aka menanyakan perihalnya kepada anak tersebut dan menyuruh untuk pergi ngaji atau kesekolah. Menegur Saling mengingatkan dahulu masih sangat kuat di tatanan sebuah desa. Seling mengingatkan saling menegur ini juga bisa di katakan gotong-royong dalam membangun aklak anak bangsa.

Dalam pencanangan tersebut Bupati minta keopada semua orang tua bila melihat ada anak-anak menggunakan narkoba atau melakukan kejahatan lain harus berani melaporkan agar tidak menular kepada saudara-saudaranya yang lain .  Budaya gotong-royong non fisik ini bisa dibangkitkan kembali di tengah–tengah masyarakat desa, hingga nak-anak bisa menjadi orang yang berguna bagi orang lain, karena orang tua didesa saling mengingatkan.

Kenapa sifat gotong-royong ditengah masyarakat akhir-akhir ini menurun, karena tidak adanya transfaran tidak ada percayanya lagi ditengah-tengah masyarakat kita, bila ada kepala desa dalam satu kampung mengumumkan gotong royong masyarakat mengomel “kita di ajak gotong royong padahal dana untuk itu sudah ada ini yang sering kita dengar sehingga pelaksanaan gotong-royong tidak berjalan lancar. Hal hal seperti ini sudah saatnya di akhiri di jaman transfaransi seperti sekarang tidak ada yang perlu di tutup-tutupi.kalau ada katakan ada kalau tidak katakan tidak ada, saling curiga dalam masyarakat sangat sulit kita untuk berkembang menjadi negara yang maju.

Kadis BPM Jata. SE menyebutkan pencangan bulan Bhkati Gotong Royong untuk memperkokoh integritas sosial bangsa di dalam NKRI yang merupakan bagian dari sistem nilai budaya  bangsa yang perlu di lestarikan untuk memperoleh hasil guna yang optimal bagi pertumbuhan  kesejahteraan kehidupan masyarakat, dengan tujuan untuk meningkatkan peran aktif masyarakat  melalui kebangkitan semangat gotong royong.

Pada akhir acara bupati menyerahkan berbagai bantuan mulai dari sejada sembako 20 paket,  bibit mangga 100 batang, kain sarung 467 helai, mukena 17 buah, Sajada 30 buah, baju koko 13 unit, jilbab 30 buah dan alat semprot dan obat-obatan  30 unit. (YUD/RED)

News Feed