oleh

Gepmat Minta Kepada Aparat Penegak Hukum Telisik Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Komite Oleh Oknum Kapsek SMPN 2 Kutacane

Kutacane,Baranews.co- Ketua gerakan pemuda dan mahasiswa Aceh Tenggara Faisal Kadrin Dube.S Sos,” meminta kepada aparat penegak hukum (APH ) yaitu pihak Polres Aceh Tenggara , supaya secepatnya dapat melakukan penyelidikan terhadap oknum Kepsek SMPN 2 Kutacane Aceh Tenggara.

Demikian disampaikan Faisal Kadrin Dube, pada awak media ini jumat (25/09/20) di Kutacane, ia menjelaskan bahwa adapun terkait adanya pemalsuan tanda tangan ketua Komite oleh oknum Kapsek SMPN 2 Kutacane, itu merupakan sebuah kasus yang sudah mengandung unsur hukum, dan ada ancaman pidananya sebab seorang oknum kepala sekolah tidaklah seharusnya melakukan hal yang tidak pantas , karena perbuatan memalsukan tandatangan melanggar KUHP pada pasal 263 ayat (1) dan ancamannya bisa mencapai enam tahun lamanya papar Faisal.

Kemudian saya berharap kepada aparat penegak hukum baik kepolisian maupun kejaksaan Kutacane untuk bisa melakukan penggalian lebih dalam lagi terkait hal itu. Tegasnya.

Sementara itu Kadis Dikbud Agara Bakri Saputra, saat di konfirmasi media ini pada jumat (25/09/20) melalui hp nya mengatakan bahwa terkait adanya dugaan pemalsuan tanda tangan oleh oknum Kapsek SMPN 2 Kutacane itu sudah saya limpahkan ke kabid dikmen yaitu sodara Habibi untuk melakukan kroscek terhadap kebenaran nya, karena saat ini saya masih berda di banda Aceh. Jelasnya

Diberitakan sebelumnya, bahwa terkait pengusulan dokumen Proyek fisik di SMPN 2 Kutacane yaitu Proyek Rehab Gedung Belajar (RKB) Sekolah Tahun Anggaran (TA) 2020 sumber dana Dana Alokasi Khusus (DAK) oknum Kepala Sekolah (Kasek) SMP Negeri 2 kutacane diduga telah memalsukan sejumlah dokumen usulan proyek DAK.

Adapun dokumen yang dipalsukan tandatangan Komite sekolah itu seperti dokumen rapat rapat dengan pihak komite sekolah kemudian tanda tangan kontrak kerja proyek dan lainnya.(Ady goyong)

News Feed