oleh

Gelar Lomba Pongot, Wakil Bupati Gayo Lues Apresiasi Sanggar Seni Beringin Sejuk SMA Negeri 1 Rikit Gaib

GAYO LUES, BARANEWS |  Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani memberikan Apresiasi Sanggar Beringin Sejuk SMA Negeri 1  Blangkejeren yang telah menginisiasi pagelaran Pongot pada tahun 2021 ini. Diharapkan  dengan kegiatan tersebut dapat melestarikan Budaya di Gayo Lues.Khusus seni pongot. Yang semakin hari semakin jarang   disaksikan dalam acara pesta perkawianan  dan Budaya . Hal tersebut disampaikan pada Pembukaan Pegelaran Pongot 2021 di Bale Musara pada Senin15/10

Acara pagelaran pongot diikuti oleh 50 perserta. SMP dan SMA. Yang berasal dari seluruh sekolah yang ada di Gayo Lues.

Acara pembukaan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Gayo Lues, Muhammad Irsan  Perwakilan Dikjar , Perwakilan Kemenag. Kepala sekolah dan undangan lainya.

Lebih lanjut Said Sani mengatakan Negeri Seribu Bukit sangat kaya  akan seni dan budaya diantaranya Saman yang sudah ditetapkan  UNESCO pada tahun 2013 sebagai salah satu warisan Dunia Tak Benda . Tari Didong, Bines, melengkang dan  pongot.  Dalam perkembangannya melengkang dan pongot makin hari makin minim untuk ditampilkan dalam acara budaya khusus dalam acara perkawinan. Saat ini sangat sedikit generasi mudah yang memahami pongot. Masyarakat hanya mengenal beberapa orang saja yang menjadi pelaku Pongot.

Diharapkan dalam pagelaran pongot ini bisa melahirkan seniman seniman baru.yang bukan saja memahami seni dan budaya tetapi ikut juga dalam melestarikannya. Sehingga seni budaya Gayo Lues dapat terlestarikan.

Wakil Bupati mengucapkan terima kasi kepada Dirjen Kemendikbud Ristek RI yang telah memberikan bantuan melalui sanggar Beringin Sejuk. Diharap kegiatan ini dapat meningkatkan animo generasi muda untuk mengembangkan Pongot.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Rikit Gaib Abdul Razak Hasbi sebagai pembina Sanggar Seni  Beringin Sejuk mengatakan pongot yang diartikan sebagai Tangisan selama ini dilakukan oleh seorang perempuan dengan lantunan kata kata tersusun rapi berbentuk prosa liris. Dalam tangisan tersebut terselip lantunan kata kata bermakna yang tergantung kepada jenis pongot yang di lakukan.

Pongot sebagai penyampaian isi hati terhadap orang orang tertentu . Akan tetapi salama ini sebagian perempuan Gayo sudah tidak bisa melakukan pongot itu sendiri. Bahkan dikuatirkanynya sebagian generasi muda sudah tidak mengenal pongot sebagai budaya Gayo.  Hal ini yang menjadi pemikiran untuk memunculkan kembali pongot sebagai budaya Gayo pada generasi muda.  Diharapkan dengan pagelaran pongot dapat melahirkan minta yang tinggi bagi generasi muda dalam mempertahankan kebudayaan yang berujung  pada pelestarian kebudayaan Gayo Lues.

Abdul razak mengatakan kegiatan Regenerasi Pongot didanai oleh Direktorat Jendral kebudayaan kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Melalui bantuan Pemerintahfasilitasi Budaya Tahun 2021. Dengan proses seleksi yang panjang dan ketat. Dari 6667 proposal yang terkumpul seluruh indonesia, terpilih 144 proposal. Berkat dukungan berbagai pihak terutama Dinas Pariwisata dan Budaya Gayo Lues  kerja keras rekan-rekan di sanggar akhirnya proposal komunitas beringuin Sejuk menjadi salah-satunya yang terpililh.

Kegiatan regenerasi pongot sudah dilakukan dalam bentuk Workshop pongot terhadap 160 peserta Siswi tingkat SMP sederajat dan SMAS sederajat  di bebrap kecamatan  salah satunya di Bale Kampung Gele, Balai Kampung Anak reje. Balai Kampung kenyaran, Balai Kampung Rempelam, dan balai Tampeng Musara.

Sementara pada kegiatan lanjutan Pagelaran Pongot yang sedang di lakukan di ikuti oleh 50  peserta tingkat SMP sederajat dan SMA sederajat  yang berasal dari seluruh sekolah yang ada di kabupaten Gayo Lues. Diharap kegiatan ini dapat meningktakan kemauan generasi mudah mencintai dan mengembanngkan budayanya sendiri serta kelestarian budaya pongot di kabupaten Gayo Lues dapat di pertahankan.

KADIS Wisata dan Budaya Gayo Lues Muhammad Irsan mengatakan sejak dahulu pongot menajadi budaya masyarakat di Gayo lues.  Yang menjadi bagiand alam acara-acara besar masyarakat.namun dewasa ini pongot mulai kehilangan jati dirinya. Jika dahulu pomngot di lantunkan oleh orang yang punya hanjatan namun saat  ini pongot lebih sering menggunakan seniman  yang disewa sebagai penganti . Saat ini masyarakat umum sudah banyak yang tidak menguasai pongot . bahkan tidak tertarik mempelajari pongot.

Banggalah jadi peserta yang  bisa menguasai pongot, pongot budaya unik yang bisa menggerakan hati pendengar, pongot menghipnotis pendengar yang tidak mengetahui artinyapun bisa menangis. Diharap kegiatan peglaran pongot bisa melahirkan generasi generasi yang mkencintai budaya terutama pongot sehingga bsia menjadi  fartner Dinas Pariwisata dalam melsetarikabn Budaya.   ( Yud )

News Feed