oleh

GDAD 2021 BNN Diluncurkan, Petani di Kampung Porang Mulai Lakukan Penanaman Jagung

GAYO LUES, BARANEWS  – Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Dinas Pertanian Gayo Lues, merubah lahan pertanian ganja menjadi tanaman produktif. Hal itu menandai bergulirnya program Grand Design Alternative Development (GDAD) tahun 2021 di Kabupaten Gayo Lues, sebagai pilot project pengganti tanaman narkotika di Indonesia.  Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, bersama Pemkab Gayo Lues melalui Dinas Pertanian Gayo Lues memulai penanaman perdana Jagung,  salah satu di Desa Porang, Kecamatan Blangkejeren, Selasa (28/09/2021).

Penanaman perdana komoditas pertanian unggulan itu, sekaligus menandai implementasi GDAD pada areal seluas 5000 ha di Kabupaten Gayo Lues tahun ini. Kegiatan tersebut, merupakan program Kementrian Pertanian (Kementan) RI, bekerjasama dengan BNN yang dilaksanakan secara kontinyu hingga tahun 2025 mendatang.

Penanaman jagung di Kampung Porang ini, dilakukan oleh Kelompok Tani Telege Gayo didampingi PPL Kampung Porang Kecamatan Blangkejeren Hasan Basri, pada Selasa (28/09/2021)

Hasan Basri menuturkan, program ini sangat bermanfaat, khususnya bagi petani jagung yang dapat memanfaatkan potensi lahan pertanian produktif, untuk meningkatkan pendapatan ekonomi, serta menciptakan kesejahteraan para petani, yang menjadi sasaran program GDAD tersebut.

Bantuan BNN dan Pemerintah Daerah saat ini telah melakukan pembangunan mental rakyat Aceh dengan tujuan utama untuk mengubah mind set rakyat khususnya di Kabupaten Gayo Lues supaya mengubah cara mencari nafkah mereka dari bertanam ganja menjadi bertanam jagung.

Disebutkan bahwa untuk Kabupaten Gayo Lues akan dikembangkan sehingga menjadi agrowisata, sesuai dengan kondisi wilayah. Saat ini Indonesia telah mengalami kondisi darurat narkoba, sehingga menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia dengan dibawah koordinasi oleh BNN sesuai Inpres No. 2/2020.

Harapannya agar Dinas Pertanian Gayo Lues dapat menambah luas ladang jagung mengingat penanaman jagung saat ini masih sangat kurang dibandingkan kebutuhan produksi industri sangat besar, “ini merupakan harapan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pilot project” kata Hasan Basri.

Selain untuk mengembangkan komoditi unggulan alternatif pengganti tanaman ganja, diharapkan program ini mampu menjadi solusi meningkatkan pendapatan dan mensejahterakan petani,”Melalui program ini, banyak keuntungan yang diperoleh. Termasuk, mengurangi angka pengangguran, serta menciptakan lapangan kerja, sehingga bisa mengurangi tingkat kemiskinan di masyarakat kita,”.

Dengan adanya progres di Kabupaten Gayo Lues ini, merupakan sebuah langkah terobosan terbaru.  Alih fungsi lahan menjadi lahan produktif, dan harapan ini dapat berhasil dan berkelanjutan. Jagung bukan saja untuk pangan tapi juga digunakan buat pakan ternak dan industry, jelas Hasan Basri. (BRO)

News Feed