oleh

Pemkab Gayo Lues Gelar Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2019

73116001_466571027537004_2992073410386853888_o
74620997_466571014203672_1963290380623413248_o
75169478_466571004203673_8464587564899106816_o
73212337_466571250870315_294664997370331136_o
73232031_466571157536991_5340977976458608640_o
74515957_466571264203647_3182321976060411904_o
75204513_466571304203643_8778993941358837760_o

 

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani. Menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Ke-5 Tahun 2019. Upacara tersebut bertempat di Lapangan Pancasila Blangkjeren. Pada Selasa (22/10/2019).

Tampak hadir mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Ke-5 Tahun 2019. Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani. Para Anggota Forkopimda. Setda Gayo Lues H.Thalib,S.Sos. Para Asisten. Beberapa Kepala SKPK. Para pimpinan Pondok Pesantren. Para Guru. Para ASN. Para Santri dan para Undangan lainnya.

Sambutan Bupati Gayo Lues yang disampaikan oleh Wakil Bupati Gayo Lues, H.Said Sani.

“Pada kesempatan ini kami mengucapkan Selamat Hari Santri kepada seluruh Santriwan dan santriwati se Indonesia khususnya Gayo Lues. Tahun ini merupakan tahun kelima kita memperingati Hari Santri Nasional. Peringatan kali ini mengusung tema “Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia”. Ditengah maraknya isu isu yang meresakan bagi perdamaian dunia. Kita berharap pesantren dapat menjadi laboratorium perdamaian yang merupakan tempat menyemai ajaran Islam yang Rahmatan Lil Alamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Menumbuhkan sikap toleransi yang mendorong para santri untuk berkontribusi dalam perdamaian dunia. Ada sembilan landasan kenapa pesantren dapat menjadi laboratorium perdamaian yakni, Pertama, kesadaran beragama dan perlawanan kultural penjajahan, pembentukan dasar negara, dan resolusi jihad 1945, hingga melawan pemberontakan PKI. Setiap peristiwa penting ini pesantren ikut serta dalam mempertahankan NKRI.

Kedua, metode mengaji dan mengkaji langsung ilmu dari para guru dan kiai dengan pedoman Al Qur’an dan hadits. Ketiga, para santri dididik untuk kidmah atau pengabdian. Ini bisa menjadi pondasi untuk tetap menjaga persatuan. Keempat, mandiri,kerjasama dan saling membantu. Kelima, gerakan komunitas tumbuh subur di pesantren. Keenam, lahirnya kelompok diskusi yang serius dan membahas hal hal yang penting. Ketujuh, merawat khazanah kearifan lokal. Kedelapan, prinsip maslahat atau mementingkan kepentingan umum. Dan yang K sembilan, penanaman spritual dengan mempelajari fikih dan pembersihan hati serta fikiran.

Melalui pendidikan pesantren ini diharapkan para santri dapat menyampaikan visi perdamaian di dunia internasional. Dengan momen ini kita juga bersyukur dengan hadirnya Undang undang nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Dengan ini pesantren tidak hanya mengemban fungsi pendidikan tetapi juga sebagai fungsi dakwah dan pengabdian kepada masyarakat. Akhir kata kami selaku Pimpinan Daerah mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional Ke-5, Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia.” Kata Said Sani.

Upacara berjalan lancar dan dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan dari beberapa pondok pesantren di Gayo Lues. (ABDIANSYAH)

News Feed