oleh

GAM Independen : Pemimpin Aceh Masa Hadapan ” Beuna Maruah dan Bermartabat

BANDA ACEH, BARANEWSACEH.CO | Tgk Sufaini Usman Syekhy adalah ketua Presidium GAM Independen Aceh dalam dialognya bersama pemuda Aceh di ikutsertakan para jurnalis di abu warkop Dhabi kopi Lambhuk pada hari , Rabu pada tanggal 16/Juni/2020.

Dalam kesempatan kali ini Tgk syekhy Memberikan tanggapan dan masukan Aceh masa dulu, Aceh masa kini dan Aceh masa sekarang, untuk ini adalah bahagian yang tidak terpisahkan zaman Aceh dalam terinformasi untuk mendistrib beberapa persolan yang terjadi di Aceh, kita katakanlah

Lihat dulu Dinamika Politik di Aceh pasca damai sangat dinamis, menegangkan dan sensasi. Dinamika terjadi sarat kepentingan untuk merebut dan menguasai dua lembaga politik yang ada di Aceh (Legislatif dan Eksekutif)

Khususnya perebutan kekuasaan eksekutif melalui Pilkada. Berbicara pilkada pasca damai hiruk pikup politik begitu berwarna, dari persaingan elit para politisi internal, persaingan antar partai, malah ada teror, kekerasan, intimidasi, penodongan dan pembunuhan. Inilah warna dinamika politik Aceh, dari Pilkada 2006, Pilkada 2012 dan pilkada 2017.

Pilkada 2006 adalah momentum Aceh Baru dalam memilih Gub, Bup, dan Walkot, dan samangat membangun Aceh lebih baik begitu bergema, heroit, saat itu kekuatan GAM sangat kuat, karena rakyat Aceh menaruh harapan dan kepercayaan pada elit GAM, agar Aceh kedepan lebih baik, maju, sejahtera, adil dan bahagia.

Ini dibuktikan rakyat, pilkada 2006, hampir seluruh wilayah kab/kota kekuasaan dikuasai oleh para eks GAM, termasuk propinsi. Ini fase Aceh Baru, dengan harapan baru, yang di sandarkan rakyat pada pilihan dan mandat yang diberikan kepada mereka semua.

Namun harapan-harapan tersebut tidak berjalan mulus, karena realisasi janji politik dan harapan-harapan Aceh Baru yang pernah di dengungkan dan dicita-citakan para elit eks GAM, belum mampu membawa Aceh menjadi lebih baik, malah rakyat kecewa. Biarpun saat itu rakyat diam dan tak melakukan protes atas kekecewaan tersebut. Kekecewaan rakyat lebih dalam lagi ketika para elit politik tersebut pecah kongsi, tidak lagi dalam satu barisan perjuangan, sehingga pada pilkada 2012 dan 2017, menjadi pesaing dalam merebut kekuasaan.

Fase pilkada 2012 dan 2017, adalah fase menurunnya eksitensi kekuatan lokal, pudarnya para eks GAM (PA), Lemahnya kekuatan barisan lokal adalah akibat persoalan internal partai, persaingan politik, dan berbagai masalah lainnya. Sehingga berbagai turunan UUPA belum sepenuhnya bisa diimplementasikan.

Tgk syehky menambahkan Fase 2017 sampai sekarang, kekuatan lokal Aceh (PA) semakin lemah eksitensinya, baik pengaruh politik ataupun tingkat kepercayaan masyarakat, buktinya adalah hasil pileg 2019 kemarin hanya 18 kursi di DPRA. Ini bisa saja akan berdampak pada pilkada 2022, bila partai lokal Aceh tidak melakukan pembenahan internal dan membangun koalisi dengan Parlok lainnya. Koalisi penting, namun bukan koalisi hanya untuk merebutkan kekuasaan pilkada 2022, setelah itu pecah kongsi, artinya koalisi masih hanya untuk mencari lapak2 kekuasaan dan mengumpulkan pundi-pundi untuk kepentingan kelompok, namun kami sebagai rakyat berharap koalisi lokal nanti nya di bangun adalah untuk kepentingan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Aceh, kalau itu dasarnya sebagai koalisi, tentu Aceh Baru akan terwujud, yaitu Aceh hebat, Aceh troe dan Aceh Syariat urai tgl syehky saat ini ketua presidium GAM Independen.

Artinya dalam dalam momentum itu semua partai politik sudah pernah berkuasa di Tanoh Indatu Aceh ini tentunya banyak harapan yang kita acuan buat partai kepemimpinan tapi saat ini kata Tgk syehky NOL besar dalam kesejahteraaan masyarakat yang ada hanya sejahtera para elit Pemimpin parti.

Maka harapan saya Kedepan Aceh harus ada dan harus lahir pemimpin yang kuat, yang punya Besic perjuangan Aceh juga punya background pendidikan yang mempuni juga pendidikan agama. Hari ini sudah saatnya Atjeh bangkit dari keterpurukannya masa lalu mari kita benah sama sekarang dan mati kita perbaikilah masa hadapan buat maka cuci kita nantinya .

kedepan di Aceh kalau pilkada tahun 202 di selenggarakan Lagi di, maka harapan kami dari GAM independen,calon gubernur musti di pimpin oleh kekuatan rakyat non partai yaitu kekuatan dari garis independen tutup ketua Presidium GAM Independen ini. (HS)

News Feed