oleh

GAM INDEPENDEN:  Minta Jajaran Para Petinggi GAM, PANGDAM, POLDA,Buat Stetmen Bersama Perihal Bendera Bintang Bulan Dihari Damai

” Tgk Sufaini Usman Syehky Presidium GAM Independen yang Juga Mantan Jubir GAM Australia “

Banda Aceh (Baranews) .Tgk Sufaini Usman Syehky Presidium GAM independen meminta semua pentinggi GAM di Aceh dan jajaran pangdam serta Polda Aceh  Forkopimda + sama -sama berbicara dan mengeluarkan stetmen bersama perihal  bendera bintang bulan boleh berkibar di Aceh atau Tidak disaat memperingati hari Damai Aceh agar nantinya rakyat dan semua anggota GAM di lapangan bisa memahami dan tidak carut -marut di lapangan.

Tgk Syehky menyampaikan pers rilis Kepada wartawan Baranews Menjelang hari damai Aceh Syekhy meminta pemerintah Indonesia dan para petinggi Gerakan Aceh Merdeka harus memberi solusi konkrit perihal bendera, jangan terus menerus bendera di jadikan pruduk politik  musiman yg selalu jadi polemik dalam masyarakat urai Syehky. Dan kita tegaskan ayok tinggalkan pola- pola pembodohan dan pembohongan terhadap masyarakat dan para anggota GAM di lapangan oleh para petinggi GAM yang punya kepentingan pribadi cetus Syehky. (Jumat 14/8/2020)

Seterusnya ucap Tgk syekhy sembari meminta seluruh masyarakat dan anggota GAM harus semakin cerdas dalam menyingkapi persoalan Aceh pasca MOU Helsinki, dimana Aceh sudah berbeda dengan masa sebelum damai,yaitu di masa panglima perang alm. Tgk Abdullah Syafei dengan  masa panglima GAM di bawah Muzakir Manaf cs dan malek Mahmud cs, tentu jauh berbeda sampai Syekhy.

“Syekhy Menjelaskan di masa alm. Tgk Abdullah Syafei berjuang seluruh masyarakat dan rakyat Aceh  dan anggota GAM satu tujuan yg bulat. Yaitu untuk membuat Aceh kembali berdaulat bak zaman Sultan Iskandar muda Dengan menjalankan hukum yg beridiolgi Al-Qur’an dan hadits,tapi kata syehky kalau di bawah panglima GAM Muzakir Manaf berjuang untuk kembali pada hukum yg beridiolgi Pancasila dan Undang-undang Dasar 45, dengan di tandai pembentukan partai politik dan pembentukan KPA dan maju sebagai gebernur dan wakil gebernur Aceh bupati dan wakil Bupati ini jelas demi kepentingan pribadi visi komondo dibawah Muzakir Manaf cs kata syehky.”

Hari ini dengan di tandai para petinggi Gerakan Aceh merdeka sudah menjadi pejabat republik Indonesia seperti doto Zaini dulu sebagai menteri dalam skutur GAM,sekarang Sudah Menganti sebagai gubernur ,dan Muzakir Manaf dulu sebagai penglima GAM sekarang Sudah pernah menjadi wakil gubernur Aceh ,dan ketua umum partai,dan menjadi sbg penasehat partai Gerindra,

Syehky juga ketua AAA(Acehnese Australia Association)”

Begitu juga juga hari ini para panglima wilayah Sudah terkontaminasi dengan jabatan  anggota DPR DPRA DPRK DPRD DPRI bahkan menjabat ketua Parpol ini kan sangat aneh jelas tidak sama sekali tujuan untuk mementingkan rakyat hanya kepentingan pribadi dan kelompok kata syehky mantan jubir GAM Australia

Ini artinya mustahil kata syehky hal-hal yang menyangkut butir-butir MOU antara Gerakan Aceh merdeka dan Negara Indonesia,bisa di selesaikan seperti yang di janjikan tersebut.

hari ini tagas Syehky Manyoritas para anggota GAM dan petinggi Sudah menjadi Sambong tangan Republik Indonesia ,dan sudah banyak makan gaji Pada republik Indonesiadgn hidup Sudah serba kemewahan, keglamoran Tampa lagi memikirkan nasib rakyat Aceh ,hari ini menjadi bukti sejarah GAM yang sudah aktif di partai politik tidak lagi memikirkan rakyat yang ada hanyalah kepentingan pribadi urai Syehky juga ketua AAA(Acehnese Australia Association)

Dengan demikian harapan Tgk syekhy, kepada seluruh rakyat aceh tidak perlu kita kibarkan bendera bintang bulan Pada tanggal 15/8/2020 dan tahun tahun seterus nya , harai ini Tampa para petinggi GAM di Aceh melepaskan jabatan Pada republik Indonesia,dan sebelum para petinggi GAM dan gubernur bupati anggota DPR DPRA DPRK DPRD yg mencetak BENDERA bintang bulan dan mengibarkan nya, jangan terus rakyat dan anggota GAM di lapangan di sak lam itoken basah para petinggi GAM Aceh ayok masyarakat Aceh sadar tutup syehky yang juga mantap jubir GAM Australia,…

News Feed