oleh

Gagal Fokus DPRK Aceh Tengah

Takengon baranews.co- LSM Aceh watch Kecewa dprk lebih responsif pada masalah konflik kepentingan bupati-wakil bupati aceh tengah dibandingkan kepentingan keselamatan masyarakatnya.

Kita ketahui bersama ada dua tim panitia khusus (pansus), yang dibentuk oleh dprk aceh tengah, yaitu pansus tambang dan pansus konflik bupati-wakil bupati. Namun pada faktanya tim pansus tambang yang sudah terlebih dahulu terbentuk dan sudah melewati jangka waktu enam bulan tidak menghasilkan apa-apa.

Saat aksi demonstrasi mahasiswa pada tanggal 07 Juni 2020 yang lalu, tim pansus terlihat kebingungan dan tidak mampu memberikan penjelasan atas hasil kerja nya dihadapan para peserta aksi tersebut. Di sisi lain, tim pansus perdamaian bupati tak sampai 1 bulan sudah menunjukan hasil kinerja nya.

Agus muliara menggangap dprk aceh tengah lebih mementingkan mengurusi masalah pribadi dan kepentingan bupati aceh tengah-wakil bupati aceh tengah, dibandingkan masalah kemaslahatan banyak masyarakat yaitu tambang linge.

“Dprk seharusnya lebih fokus pada masalah PT. LMR yang akan menghancurkan negeri linge dibandingakan mengurusi sifat kekanak-kanakan pemimpin aceh tengah” Ujar agus, selaku koordinator kampanye LSM aceh watch 11 Juli 2020.

“Itu kan sudah jelas-jelas konflik karena kepentingan, kalau memang dprk merasa hal tersebut menjadi masalah maka seharusnya mereka memberhentikan keduanya, jangan buang-buang tenaga dan anggaran untuk memaksakan damai, toh mereka sendiri sudah jelas-jelas tidak mau berdamai” Imbuh Agus.

Terakhir Agus memberikan ultimatum pada dprk untuk menunjukan hasil kinerja yang baik saat memaparkan hasil pansus tambang di hadapan mahasiswa dalam beberapa minggu kedepan.

“Cepat mengurusi hal yang tidak penting, namun lambat bergerak dalam hal yang sudah menjadi kewajibanya” Tutup agus. (Lingga)

News Feed