oleh

FKP Unsyiah Sosialisasi Biota Laut Dilindungi dan Terancam Punah

BANDA ACEH, BARANEWSACEH.CO – Keanekaragaman hayati laut Indonesia merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang sangat komplek. Peraiaran Indonesia yang memiliki lklim tropis dengan jumlah pulau yang mencapai 17 ribu pulau dan luas perairan mencapai 5 juta km2 .

Indonesia memiliki panjang garis pantai 99.093 km, serta kondisi geologis yang terletak di antara dua Benua Besar serta di kelilingi oleh Samudera. Selain itu Negara kepulauan Indonesia juga memiliki daratan dengan pergunungan hutan tropis menjadikan keanekaragaman hayati Indonesia menjadi salah satu kawasan yang memiliki berbagai keunggulan dalam keanekaragam hayati sumberdaya pada sektor perikanan dan kelautan dan kawasan pesisir dengan berbagai jenis tumbuhan.

Keanekaragaman hayati laut yang melimpah berperan penting dan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional di segala sektor, maka sudah seyogyanya kita harus menjaga, melindungi dan melestarikan sumberdaya laut untuk keberlanjutan sumberdaya alam di masa mendatang.

Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) merupakan salah satu prodi pada Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang konsen pada isu dan sektor kelautan dan perikanan di Aceh, merasa perlu ambil bagian dan turut andil dalam menjaga dan melindungi laut melalui berbagai tindakan dan usaha agar keanekaragaman hayati tetap lestari, berkelanjutan dan berkeadilan. Hal ini bertujuan untuk mengajak khalayak ramai agar turut serta proaktif berpartisipasi dalam konservasi biota laut. Salah satunya melalui Sosialisasi Ikan dan Biota Laut Dilindungi dan Terancam Punah.

Dalam menyikapi persoalan tersebut Prodi Pemanfaafan Sumberdaya Perikanan (PSP) yang merupakan salah satu prodi pada Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), melaksanakan kegiatan untuk para nelayan dalam menjaga dan melestarikan sumberdaya pada sektor kelautan dan perikanan guna menjaga keberlanjutan sumberdaya alam yang terancam punah.

Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Nelayan Alue Naga, Banda Aceh, tanggal 19 0ktober 2019 yang dihadiri oleh para nelayan Alue Naga, masyarakat sekitar, perangkat desa dan akademisi.

Sosialisasi ini dilakukan oleh Tim Prodi PSP FKP UNSYIAH yang terdiri dari Dr. Muhammad Irham, M.Si, Dr. Chaliluddin, Edy Miswar, M.Si, Rianjuanda, M.Si, Teuku Haris Iqbal, M.Sc dan Fachrurozi Amir, S.Pi serta didampingi oleh Ichsan Rusydi, M.Si koordinator Kampung Berseri Astra (KBA) Alue Naga, Banda Aceh.

Menurut Ketua Pelaksana, Rianjuanda, M.Si. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk megedukasi masyarakat. Khususnya nelayan tentang ikan dan biota laut yang dilindungi dan terancam punah karena dari puluhan nelayan yang diwawancarai hanya 1 orang yang pernah mengetahui jenis-jenis dan biota laut yang harus dilindungi dan terancam punah.

“Hal ini sangat penting dilakukan sehingga nelayan dapat berperan proaktif dalam melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap ikan dan biota laut yang di lindungi, karena mereka adalah ujung tombak dilapangan dalam menjaga sumberdaya laut tetap lestari agar nelayan sejahtera”

Sosialisasi ikan dan biota laut dilindungi dan terancam punah bagi nelayan juga di bekali dengan beberapa materi l terkait kepada para nelayan.

Materi pertama mengenai jenis ikan dan biota laut dilindungi dan terancam punah.

Untuk perairan Indonesia sendiri setidaknya ada 20 jenis biota perairan prioritas dilindungi dan terancam punahbperiode tahun 2015- 2019, diantaran lkan Arwana, Napoleon, Terubuk, Capungan Banggai, Sidat, Hiu Paus, Pari Gergaji, Pari Manta, Mola-Mola, Kuda laut, Hiu Appendiks II CITES, Penyu, labi-labi, Kima, lola, Teripang, Bambu laut, Karang keras, Dugong, dan Mamalia laut (Paus dan lumba-lumba).

Penyampaian materi juga diisi dengan pemutaran film dokumenter berbagai jenis biota laut dan ikan yang harus dilindungi dan terancam punah di perairan Indonesia, yang dipandu oleh Teuku Haris Iqbal

Salah satu narasumber, Teuku Haris Iqbal, M.Sc, juga memberikan buku panduan kepada para nelayan yang memuat segala informasi tentang ikan dan biota laut yang dilindungi dan terancam punah untuk dibawa pulang peserta dan dibaca oleh anak-anak nelayan ataupun keluarga masyarakat nelayan lainnya, harapannya generasi mendatang mengetahui informasi dan data di sektor perikanan.

Dengan terlaksananya soialiasasi ikan dan biota laut dilindungi dan terancam punah bagi nelayan, harapannya kedepan nelayan dapat menjaga keberlangsungan sumberdaya keanekaragaman hayati yang dilindungi oleh undang-undang.(Red)*

News Feed