oleh

Festival Anak Sholeh/Hah Wujud Kontribusi Generasi Milenial

Doc: di Masjid Dusun Pantai Buaya, Desa Bukit Mas, Kec. Besitang.

 

BARANEWS ACEH | Generasi milenial (Millennial Generation) adalah generasi yang lahir dalam rentang waktu awal tahun 1980 hingga tahun 2000. Generasi ini sering disebut juga sebagai Gen-Y, Net Generation, Generation WE, Boomerang Generation, Peter Pan Generation, dan lain-lain. Mereka disebut generasi milenial karena merekalah generasi yang hidup di pergantian milenium. Generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instant messaging dan media sosial seperti facebook dan twitter, IG dan lain-lain, sehingga dengan kata lain generasi Y adalah generasi yang tumbuh pada era internet booming. Jika dilihat dari kelompok umur, generasi milenial merupakan generasi yang saat ini berusia dikisaran 15–34 tahun.

Pada kesempatan ini generasi milenial yang ada di Dusun Pantai Buaya Desa Bukit Mas yakni para Remaja Masjid As-Syuhada Pantai Buaya bersama dengan para mahasiswa/i KKN STAI-JM Tanjung Pura dan Mahasiswi KPM IAIN Langsa membuat sebuah festival anak sholeh/hah indonesia (FASI) se-Dusun Pantai Buaya dalam rangka memperingati isra’ mi’raj nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah. Adapun tujuan festival anak sholeh ini ialah untuk meningkatkan rasa percaya diri anak-anak dan juga sebagai wadah untuk meningkatkan semangat anak-anak dalam belajar agama Islam.

Anak merupakan generasi penerus bangsa dan agama. Di zaman yang serba modern ini terkadang membuat anak terjebak pada rutinitas yang serba instan. Apalagi dengan adanya wabah covid-19 saat ini semua anak diwajibkan belajar melalui handphone. Jika anak salah dalam mempergunakan handphone maka itu akan berdampak buruk terhadapnya. Hal tersebut membuat anak kehilangan figure yang perlu didengar dan ditiru. Anak mempunyai daya imajinasi yang lebih beragam dari pada orang dewasa dan anak juga mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi. Oleh karena itulah perlunya mengajak anak-anak untuk berpatisipasi dalam kegiatan keagamaan ini.

Kegiatan perlombaan diselenggarakan di Masjid As-Syuhada Dusun Pantai Buaya dan juga sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Adapun kegiatan perlombaan dalam festival anak sholeh indonesia se-Dusun Pantai Buaya ini yaitu lomba ayat pendek putra/putri kategori usia 5-7 tahun, lomba ayat pendek putra/putri kategori usia 8-10 tahun, lomba adzan kategori usia 9-11 tahun, lomba adzan kategori usia 12-15 tahun, lomba tartil kategori usia 9-12 tahun, dan lomba tilawah kategori usia 12-15 tahun.

Metode pelaksanaan yang diterapkan pada program Festival Anak Sholeh/hah ini menggunakan metode pelatihan. Jadi 3 minggu sebelum perlombaan, Mahasiswa/i KKN STAI-JM Tanjung Pura dan Mahasiswi KPM IAIN Langsa melakukan pelatihan di masjid As-Syuhada Pantai Buaya yang rutin dilakukan sesudah sholat asar. Metode pelatihan disini bermaksud untuk mengukur seberapa besar kemampuan anak-anak dan juga bertujuan untuk mematangkan kesiapan anak-anak Dusun Pantai Buaya dalam mengikuti serangkaian kegiatan Festival Anak Sholeh/hah Indonesia (FASI). Adapun mengenai tata cara pelaksanaan kegiatan perlombaan disampaikan pada saat perlombaan dimulai yang dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2021, Minggu.

Antusias anak-anak cukup tinggi dalam mengikuti acara ini. Menurut data yang didapatkan dari panitia pendaftaran terdapat 40 orang anak yang mengikuti perlombaan tersebut. Ada beberapa aspek yang dinilai dalam lomba tersebut yaitu makhorijul huruf karena dalam bahasa arab jika ada satu huruf dalam satu kata yang pelafalannya beda maka hal itu akan mengubah makna dari kata tersebut maka sangat diperlukan penilaian makhorijul huruf pada lomba. Kemudian aspek penilaian yang lainnya adalah tajwid. Ilmu tajwid sangat diperlukan karena untuk menjaga lidah dari kesalahan membaca Al-Quran.

Pada malam puncak acara, dalam sambutannya Kepala Dusun Pantai Buaya Bapak Rizal Hamdani menuturkan harapan bahwa semoga festival ini akan selalu dilakukan disetiap tahunnya agar menjadi pemacu semangat adik-adik untuk mempelajari agama dengan baik. Ditambahkan oleh Ketua Panitia FASI, yakni saudaraTaufik Hidayat ia menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakannya acara Festival Anak Sholeh/hah ini agar menjadi wadah untuk mengembangkan potensi diri anak-anak sejak kecil. “Tujuan kami menyelenggarakan acara ini agar menjadi wadah bagi adik-adik semua untuk tetap semangat mengembangkan kemampuan yang mereka miliki, khususnya untuk menjadi pemicu dan pendoronglah dalam menumbuhkan ataupun mengamalkan nilai keislaman sejak dini”, tuturnya lagi.

Festival anak sholeh ini merupakan suatu kegiatan pendidikan di luar pendidikan sekolah dan keluarga dalam bentuk permainan yang menyenangkan dan teratur, dimana kegiatannya diadakan di masjid dengan suasana yang sejuk dan asri yang  sangat diperlukan bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi, bakat, minat serta kreatifitasnya. Hal ini bertujuan agar anak-anak menjadi generasi penerus bangsa Indonesia yang berkualitas. Adapun dengan diadakannya perlombaan keagamaan ini diharapkan minat, bakat, serta kreatifitas anak-anak zaman sekarang agar lebih mencintai masjid dan bisa mengisi waktu luangnya dengan hal-hal yang bermanfaat.

 

Dinda Amelia, Mahasiswi Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa, Peserta KPM-KS 2021.

News Feed