oleh

Fakultas Tehnik Unsyiah, Ciptakan Produk Dari Serat Pisang Abaca

 

Banda Aceh, BARANEWSACEH.CO  – Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Jurusan Teknik Mesin dan Industri menggelar pelatihan pembuatan panel komposit dengan menggunakan bahan baku utama dari serat pisang abaca. Pelatihan yang dilaksanakan pada Rabu (20/11/2019) di Laboratorium Desain Dan Manufaktur, Fakultas Teknik Unsyiah ini adalah salah satu dari kegiatan dalam Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) 2019 yang didanai oleh Kementrian Riset dan Teknologi.

Dr. Ir. Mohd. Iqbal, MT Dosen Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, selaku Ketua Peneliti PPTI Unsyiah mengatakan bahwa, “Panel Komposit yang kita buat berbahan baku utama dari serat pisang abaca, pisang abaca memiliki serat yang kuat dan halus sehingga sangat cocok untuk kita kembangkan menjadi produk yang memiliki kualitas tinggi”.

Perkembangan penelitian dalam bidang teknologi telah menghasilkan komposit dari serat alami, seperti jute, knaf dan pisang abaca. Serat alami mempunyai beberapa keunggulan apabila dibandingkan serat sintetis.

“Serat komposit yang berbahan dasar dari jenis tanaman mudah untuk diproses dan harganya lebih efesien kalau kita bandingkan dengan serat sistetis. Kemudian yang lebih penting dalam meng-exstrak tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya sehingga tidak menimbulkan degradasi lingkungan hidup” papar dirinya.

Akan tetapi serat alami juga mempunyai kekurangan seperti kekuatan yang masih di bawah serat sintetis, dan bentuknya yang tidak seragam. Hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut untuk kesempurnaan produk komposit yang dihasilkan dari beberapa jenis tanaman.

“Penelitian komposit dari serat jute banyak dilakukan oleh peneliti dari India dan Banglades, sementara penelitian komposit serat knaf banyak dilakukan para peneliti dari Malaysia, ini sesuai dengan Negara asal serat-serat tersebut,” jelas dirinya.

Dr. Mohd. Iqbal, MT dan Teuku Firsa, ST, M.Eng bersama-sama dengan para peneliti lainnya di Laboratorium Desain dan Manufaktur, Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik, Universiatas Syiah Kuala, sejak tiga tahun yang lalu telah melakukan penelitian tentang pengembangan kompsit dari serat pisang abaca. Selama ini serat pisang abaca yang digunakan diproduksi oleh masyarakat dan pengusaha yang telah beroperasi secara teratur di Povinsi Aceh. Serat pisang abaca telah diproduksi secara intensif di Aceh sejak lima tahun terahir, namun jumlahnya masih dalam skala kecil.

Untuk menghasilkan serat pisang abaca harus melalui beberapa tahapan proses produksi, penyisiran, pemintalan, penganyaman dan pembuatan panel komposit.

Proses tersebut ada yang dilakukan dengan menggunakan mesin, ada juga yang dilakukan cara manual. Panel komposit yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan non-struktur untuk berbagai aplikasi, seperti panel perabot, panel aksesoris dan panel interior kenderaan Mobil, Bis, Kapal Penumpang dan Pesawat Terbang serta asesoris lain.

Provinsi Aceh yang memiliki iklim tropis memungkinkan pisang abaca dapat tumbuh secara alami, dan menyebar hampir diseluruh Kabupaten Kota. Selama ini serat pisang abaca tersebut diekspor ke Cina dan Eropa. Sebenarnya produk serat abaca tersebut belum menjadi produk akhir, masih dalam bentuk barang setengah jadi. Walaupun Philipina mengisi 70% dari pasar serat abaca dunia, laporan dari media ekonomi dan para eksportir Indonesia menunjukkan bahwa masih sangat banyak kebutuhan konsumen terhadap serat abaca yang belum terpenuhi dan akan terus meningkat kedepan.

Serat abaca telah di ekspor ke Cina dan negara-negara di benua Eropa, dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi. Namum permintaan pasar yang cukup tinggi belum sepenuhnya mampu dipenuhi secara maksimal, artinya peluang untuk dikembangkan jenis tanaman pisang abaca dalam memenuhi kebutuhan masih sangat besar.

Pesaing tertinggi untuk saat ini adalah serat abaca produksi Philipina, walaupun demikian, sebahagian besar produk Philipina masih dalam bentuk serat kasar. Hanya sekitar 30% dari serat abaca Philipina berbentuk produk akhir seperti panel komposit, bahan tekstil dan dekorasi.

“Serat yang dihasilkan masih kasar dengan ukuran yang tidak seragam, masih diperlukan beberapa proses pembersihan dan penyeragaman sehingga menjadi serat tunggal murni,”

Dalam perkembangan pelaksanaan penelitian ini, telah dikembangkan produk-produk lain dengan bentuk yang lebih kompleks dari pada panel komposit. Produk yang dimaksud adalah helm sepeda motor, penutup kaca spion mobil, dashboard mobil dan rangka sepeda. Beberapa ujian telah dilakukan untuk melihat struktur mikro dan kekuatan mekanik (kekuatan tarik, bending dan impak). Hasil pengujian menunjukkan bahwa komposit abaca yang dihasilkan mempunyai kekuatan mekanik yang memenuhi standar Industri,”(Rd)*

News Feed