oleh

Rindu Terbelenggu Covid 19

 

Bener Meriah Baranewsaceh.co | Berkumpul di tengah keluarga di saat hari lebaran adalah hal yang sangat di nantikan, terutama bagi keluarga yang berada jauh di perantauan “Terasa tidak begitu indah dan sempurna, apabila dalam satu ikatan keluarga, kemudian tidak di hadiri oleh salah satu anggota keluarga yang lainnya” Apalagi disaat merayakan hari kemenangan setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa.

Miris memang ? Terkadang situasi memaksa kita harus mampu mengisolasi diri, serta menahan rasa rindu terhadap keluarga dan kampung halaman. Keinginan yang tersendat yang harus rela di tenggelamkan dalam ingatan masa lalu sembari bernostalgia akan indahnya alam tempat kita di lahirkan.

Tentu di balik semua itu ada hikmah besar yang harus kita pertanggung jawabkan, baik itu secara pribadi, keluarga dan orang orang terdekat dan seputaran. “Setidaknya kita adalah pahlawan perlawanan yang telah berusaha berpartisifasi dalam hal pencegahan dan pemutusan rantai covid 19”

Kecewa ? Adalah ungkapan perasaan yang mewakili ribuan kata yang tak terucapkan. Pelik memang situasi lebaran tahun ini, untuk itu mari kita maknai fenomena mudik lebaran tahun 2021 ini, dengan penuh kesabaran serta rasa ikhlas jiwa yang mendalam.

Saat ini dunia sedang sakit ! Tentu di balik semua itu pemerintah juga tidak berkeinginan melihat dan menyaksikan rakyatnya menjadi tumbal kebiadaban virus yang tak mengenal kompromi ini.

Begitu juga keterlibatan unsur TNI/Polri dalam hal pencegahan penularan Covid 19, tidak terlepas dari rasa tanggung jawab sebagai alat negara yang memiliki tugas melindungi dan mengayomi masyarakat. Resiko besar kerap dihadapi antara terpapar dan terkonfirmasi. Namun keberadaan TNI/ Polri dan pihak terkait lainnya harus berada di garda terdepan, disaat semua butuh penegasan dan penanganan.

Negara tidak mau kecolongan, hanya karena alasan mudik lebaran. Momen perayaan Hari raya Idul Fitri 1442 H tidak harus tergadai dan ternodai oleh ganasnya penularan covid 19.

Mungkin atas dasar itulah pemerintah menetapkan kebijakan dan melarang mudik lebaran karena pada hakikatnya “Mencegah jauh lebih baik dari pada mengobati” Lebaran tidak harus di maknai dengan mudik, tetapi lebaran juga indah dan bisa di rayakan bersama dengan memanfaatkan teknologi.

Saat ini pemerintah terus berupaya untuk memutuskan rantai penyebaran Covid 19. Sosialisasi terus di lakukan, protokoler kesehatan (Prokes) terus di jalankan, gerakan 3M terus di kampanyekan. Tentu dengan satu tujuan masyarakat faham tentang bagaimana cara mencegah, mengantisipasi, dan memutuskan penularan Covid 19.

Semoga wabah Pandemi Covid 19 segera berakhir, agar roda perekonomian masyarakat kembali pulih seperti semula. Begitu juga rasa rindu keluarga akan indah pada waktunya. Sehingga suasana mudik lebaran tidak harus terganggu dan terbelenggu oleh keberadaan Covid 19. Untuk itu perlu komitmen kita bersama, yang di dasari rasa kesadaran yang tinggi, agar keberadaan Pandemi Covid 19 dapat di tuntaskan. Salam-Covid 19. (Hamdani)