oleh

Engi Atu Riskia Sosok Wanita Penjual Kopi di Taman Graffiti Simpang Bandara

Bener Meriah Baranewsaceh. co |  Sosok perempuan muda kreatif dan mandiri yang setiap hari mangkal di grafiti simpang empat bandara Rembele, adalah putri dari pasangan Hendrik Santika dan Elia Santika Dewi. Ketekunan wanita muda ini pantas di anjungi jempol. Bagaimana tidak, alumni SMA Negeri 1 Bandar ini sekarang berprofesi sebagai seorang penjual kopi lewat cafe mobil yang ia miliki. Mahasiswa semester 5 pada akbid payung negeri kini mulai meniti karir sebagai seorang Barista muda dan berbakat.

Setiap hari di mulai pukul 16.00 Wib sore, Engi Ayu Riskia sudah mangkal di taman grafiti simpang bandara. Sebagai penjual kopi, tentu cafe mobilnya menyediakan aneka cita rasa kopi Gayo bagi para pengunjung. Sedangkan menjual kopi di taman graffiti simpang bandara sudah di jalaninya sejak 5 bulan yang lalu.

Berdasarkan penuturannya kepada media ini, Senin 26/07/2021. Banyak para pengunjung yang hadir di sini berasal dari luar daerah seperti dari Lhokseumawe, Medan dan kota kota lain di Aceh. Umumnya setiap pengunjung yang datang pasti melakukan photo bersama di taman yang di jadikan sebagai graffiti Bener Meriah.

Melihat perkembangan dan banyaknya para pengunjung yang datang ke Graffiti Bener Meriah, hal tersebut kemudian melatarbelakangi Engi Ayu Reskia untuk berjualan bersama mobil cafenya. Tanpa canggung wanita berperawakan sawo matang ini siap melayani setiap pesan kopi dari pengunjung yang hadir.

Sedangkan untuk pemilihan biji kopi terbaik, Engi Ayu Reskia mengaku mengolah sendiri biji kopi arabika yang di perolehnya dari kebun milik orang tuanya di kampung Rembele. Jelasnya.

Ada beberapa jenis makanan dan minuman kopi yang di tawarkan kepada para pengunjung diantaranya, Kopi Sanger, sanger dingin, Black, Espresso, Coklat panas, Lemon tea, Susu, Teh, Pop Mie, roti dan aneka jenis makanan yang lainnya. Engi Ayu Reskia juga mengatakan “Pemerintah sudah menyediakan fasilitas, lalu apa salahnya jika kita memanfaatkan fasilitas yang telah ada. Ujarnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh ibunda tercinta Elly Santika Dewi yang selalu memberikan sport dan motivasi agar putrinya mampu tampil mandiri dalam berusaha. “Saya selalu memberikan dukungan dalam setiap kegiatan kegiatan Putri saya sepanjang positif. Tentu dengan adanya kegiatan seperti ini, anak anak akan terjauh dari yang namanya pergaulan bebas dan narkoba. Dewi juga mengaku selalu mendampingi putrinya untuk berjualan kopi di Graffiti Bener Meriah.

Selain itu Ia juga menambahkan bahwa selama masa pandemi covid 19, banyak masyarakat merasa tertekan dan stres, jadi keberadaan taman grafiti Bener Meriah sangat cocok bagi masyarakat sebagai refresing di sore hari. Tutupnya.

Sementara itu kadis Pariwisata Bener Meriah Irmansyah. SSTP saat di konfirmasi media ini melalui whatshapnya mengatakan. Kami dari dinas Pariwisata kabupaten Bener Meriah menyambut gembira dan senang atas difungsikannya Graffiti Simpang Empat Bandara. Semoga tempat ini bisa di jadika sebagai tempat santai disore hari sambil melepas lelah setelah seharian bekerja, kami juga melihat adanya cafe mobil, menjual jagung bakar dan sejenisnya, sekedar penyaluran bakat tempat ini juga bisa akustik, seruling gayo dan lainnya. Pungkasnya. (Dani)

News Feed