oleh

Embun Mutiara Sang Guru Dari Kota Dingin Bener Meriah

Oleh: Samsul Hadi

Dayah Bustanul Arifin Bener Meriah merupakan dayah yang tergolong masih sangat muda dengan umur 19 semenjak berdiri pada tanggal 3 Agustus Tahun 2000.

Dayah Bustanul Arifin Bener Meriah dirinitis oleh Abuya Syarqawi Abdussomad sebagai pengasuh dan tengku Saidi M.Nurdin M.Pd sebagai wakil pengasuh. Namun seiring perjalanan Dayah Bustanul Arifin Bener Meriah tidak terlepas dari tiga aspek yang sama-sama mendukung diantaranya:

Masyrakat

Masyrakat adalah sekelompok orang  yang terbentuk berdasarakan rasa sosial atau kepedulian dengan berbagai struktur.

Guru Pesantre

yang Guru Pesantren adalah sekelompok orang yang mengamalkan atau mengajarakan akan suatu bidang ilmu tertentu kepada setiap santri yang berada dibawah yayasan Para Santri.

Santri Kabupaten Bener Meriah mendapat Juara harapan 1 bidang Akhlak An. Putri Nuri mendapat hadiah Rp 13.000.000 dan bidang Nahu Sharaf An. Pintes Mayang mendapat Juara harapan 3, dengan jumlah hadiah Rp. 10.000.000 Kedua-duanya dari Bustanul Arifin Putri, dalam lomba Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi.

Santri adalah merupakan objek tranfer ilmu pengetahuan baik dalam bentuk agama maupun umum.

Dayah Bustanul Arifin Bener Meriah adalah Dayah yang selalu melakukan inovasi dan kreasi baik dalam bidang pendidikan maupun sarana prasarana.adapun inovasi didalam bidang pendidikan diantaranya :

Membagun Madrasah Diniyah Takmiliyah tingkat Whusto dan Ulya

Membagun Sekolah Menegah Pertama (SMP)

Membagun Sekolah Menegah Keatas   (SMA)

Membagun Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT)

Hal ini,tidak terlepas dari sentuhan dan tetesan kasih sayang sang guru yang hampir setiap hari bahkan setiap waktu hanya memikirkan bagaimana kalian menjadi orang yang bermanfaat didunia dan akhirat disamping memikirkan  kepentingan ummat.

Wahai sang guru jerih payahmu sudah terbalaskan setets demi stetes dengan beribu prestasi yang telah ditorehkan oleh santri-santrimu Dayah Bustanul Arifin.

Dari tangan Abuya Syarqawi Abdussomad, tengku Saidi M.Nurdin M.Pd serta Seluruh dewan asatiz melahirkan santri yang penuh dengan kecerdasan dan kepekaan dalam belajar ilmu agama maupun ilmu umum.

Semakin hari, semakin banyak berdatangan santri  ke Dayah Bustanul Arifin Bener Meriah dari berbagai pelosok maupun kota

Hari ini,santri kembali membuatmu bangga dan senang dengan torehan prestasi dalam lomba MQK.(Musabaqoh Qiroatul Kutub) walaupun masih pada tinggat harapan.

Namun hal ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa,Karna santri Dayah Bustanul Arifin Bener Meriah mampu bersaing dengan para peserta dengan notabeni pesantren maju dan berkembang disamping ada beberapa kitab yang tidak ada pada kurikulum Dayah Bustanul Arifin Bener seperti IhyaUlumuddin karya Imam al-Ghozali yang merupakan karangan yang fenomenal pada masanya begitu juga dengan al-Fiyah Ibnu Malik dengan 1002 bait yang cukup fantastik pada masanya.

Putri Nuri dan Pinte Semayang Putri merupakan santri yang cukup sederhana dalam berbagai aktivitas baik dalam pergaulan maupun aktivitas yang lain akan tetapi dengan kesederhanaan itulah dia membentuk karakternya sendiri disamping itu juga, dia  tergolong santri yang cukup cerdas dan rajin.

Mungkin kita sering menedegar ungkapan “GURU MEMANG BUKAN ORANG YANG HEBAT TAPI MAMPU MELAHIRKAN ORANG-ORANG YANG HEBAT”.Kalau kita fahami ungkapan ini,seorang guru tidak hanya alim,pinter,cerdas akan tetapi memiliki kedekatan hubungan anatara guru dengan murid baik secara sosial dan secara agamis seperti kesabaran dan keihklasan dalam mengajar maupun mendidik peserta didiknya.

 

Sekian dan terima kasih

News Feed