oleh

Edukasi Bahaya Covid 19 di Salah Satu Sekolah Dasar

( Gampong Teungoh, Langsa Timur, Kota Langsa)

Penulis : Endang Hidayat, Prodi PGMI, Fakultas Tarbiah

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia). Virus ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan, misalnya ketika berada di ruang tertutup yang ramai dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau kontak langsung dengan droplet.Serangan virus corona atau corona virus saat ini telah mencapai beberapa negara di dunia. Negara yang telah membenarkan adanya infeksi coronavirus, meningkatkan pengamanan dan upaya pencegahan masuknya virus.

Usaha pencegahan misal cuci tangan pakai air dan sabun serta menggunakan masker. Upaya lain juga dilakukan supaya korban infeksi virus corona bisa segera pulih, sehingga tak perlu menambah korban jiwa.

coronavirus sebetulnya virus umum yang kebanyakan tidak berbahaya. Virus corona menginfeksi hidung, sinus, dan tenggorokan bagian atas. Meski begitu, infeksi beberapa jenis virus corona ternyata bisa berdampak serius. Virus corona mengakibatkan 585 kematian akibat Middle East respiratory syndrome (MERS), yang muncul pertama kali pada 2012 di Arab Saudi. Sebelumnya pada 2003, corona virus menyebabkan 774 kematian akibat Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Pada akhir Januari 2020, WHO mengindentifikasi 2019-nCoV di China. Pada akhir Januari 2020, ada sekitar 300 kasus yang teridentifikasi di China. Tiap negara telah menyiapkan upaya pencegahan dan pengamanan, namun virus corona tetap mampu menyebar ke seluruh dunia.

Virus corona atau corona virus pertama kali diidentifikasi pada 1960, namun tidak diketahui asal virusnya. Nama corona virus berasal dari bentuknya yang mirip mahkota. Pada beberapa kasus, virus corona bisa menginfeksi hewan dan manusia. Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus influenza pada umumnya. Coronavirus menyebar melalui batuk dan bersin mereka yang terinfeksi. Penyebaran juga bisa terjadi lewat sentuhan tangan, wajah, dan pegangan pintu atau bagian lain yang umum disentuh. Tiap orang mungkin pernah terinfeksi corona virus atau virus corona sedikitnya sekali. Di Amerika, infeksi coronavirus biasa terjadi pada musim dingin dan gugur. Infeksi biasa terjadi pada anak-anak, namun siapa saja bisa terkena coronavirus.

Infeksi virus corona kini semakin menyebar hingga ke 13 negara di dunia. Negara tersebut adalah China, Jepang, Prancis, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Nepal, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, dan Vietnam. Dikutip dari detik inet, John Hopkins University di Amerika mengembangkan peta digital untuk memantau penyebaran virus corona 2019-nCoV di dunia. Peta ini dikembangkan Center for System Science and Engineering (CSSE) yang merupakan peta real time.

Peta bisa diakses di https://gisanddata.maps.arcgis.com/. Semua titik berwarna merah pada peta bisa diklik untuk info kasusnya. Makin besar titiknya, maka makin banyak kejadian infeksi virus corona di lokasi tersebut.

Akibat dari tersebarnya virus corona mematikan maka Aktivitas pelajar Indonesia sekarang tentunya telah berubah sejak merebaknya virus Covid-19, dan di era new normal ini pelajar tetap beraktivitas seperti sedia kala tetapi harus dengan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. Pelajar tentunya harus diberikan edukasi yang benar agar meminimalisir penularan virus Covid-19. Pengenalan-pengenalan cara pencegahan inilah yang kita berikan kepada siswa/I sekolah dasar tentang pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemic ini.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini adalah menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas atau kekebalan tubuh meningkat. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Menurut Kemenkes RI, sekitar 98 persen penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting. Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan). Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum. Selanjutnya hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh. Gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.

Dalam rangka menanggulangi penyebaran Covid-19, kegiatan Kuliah pengabdian masyarakat yang tetap di laksanakan tetapi tetap sesuai protokol kesehatan. Maka penyelenggaraan pun tentunya tidak terlalu efektif, tetapi dari itu maka mahasiswa KPM yang di lakukan oleh IAIN Langsa berinisiatif melakukan pengenalan tentang bahaya covid kepada salah satu sekolah yang berada di Gampong tengoh, langsa timur. Dalam kegiatan ini kami menjelaskan bagaimana anak-anak untuk dapat beraktifitas di luar rumah tetapi tetap harus menjaga protokol kesehatan. Dan memberikan gambaran bagimana bahaya nya covid 19 sehingga mereka para siswa didik dapat patuh dalam menjalankan protokl kesehatan

 

News Feed