oleh

“Edukasi Astronomi Islam (Ilmu Falak) Berbasis Study Tour Bagi Pelajar Untuk Mendukung Program Indonesia Tumbuh”

Muhammad Fauzi (Alumni Jurusan Ilmu Falak IAIN Lhokseumawe)

 

Muhammad Fauzi (Alumni Jurusan Ilmu Falak IAIN Lhokseumawe)

Ilmu astronomi merupakan sebuah disiplin ilmu yang mempelajari mengenai tata lintas dan orbit benda-benda luar angkasa yang terdiri dari bintang, planet serta benda-benda luar angkasa lainnya yang memiliki garis orbit masing masing. Sedangkan ilmu falak merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tata lintas pergerakan benda-benda langit khususnya bulan dan matahari dalam orbitnya secara sistematis dan ilmiah, ilmu ini juga termasuk kategori ilmu tertua dikarenakan telah ada sejak jagat raya terbentuk (Arwin Juli, 2018: 1). Ilmu falak merupakan ilmu astronomi yang memfokuskan objek bahasan pada hal yang menyangkut kepentingan ibadah umat Islam. Adapun kajian ilmu falak ini memfokuskan pada empat pokok bahasan utama yaitu: waktu shalat, arah kiblat, awal bulan hijriah, serta gerhana bulan dan matahari.

Di Indonesia, ilmu astronomi Islam ini merupakan ilmu yang masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Sangat sedikit masyarakat Indonesia yang menguasai ilmu ini, dan cukup banyak pula yang salah kaprah mengenai ilmu ini dengan menyamakannya dengan ilmu astrologi (ilmu nujum) dan semisalnya. Padahal hal tersebut merupakan dua cabang keilmuan yang berbeda dengan tujuan dan fungsinya masing-masing.

Program Study Tour adalah kegiatan kunjungan belajar berbasis edukasi wisata merupakan sebuah program yang digagas oleh sekolah-sekolah bagi pelajar-pelajarnya dalam usaha mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan (fun learning) guna menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman bagi para pelajar. Program Study Tour biasanya dilakukan pada pertengahan maupun akhir pembelajaran semester atau tahunan yang diikuti oleh para pelajar dengan turut didampingi oleh guru pengampu mata pelajaran.

Di antara tempat pembelajaran astronomi Islam bagi para pelajar adalah di observatorium ilmu falak yang berada di bawah naungan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Observatorium dapat dipahami sebagai sebuah tempat yang dijadikan sebagai lokasi untuk mengamati benda-benda langit seperti bintang, planet juga asteroid dan benda-benda luar angkasa lainnya yang menghiasi langit. Observatorium saat ini selain berfungsi sebagai tempat penelitian dan observasi ilmiah juga digunakan sebagai wahana edukasi berbasis wisata (eduwisata) bagi pelajar dan masyarakat umum yang tertarik untuk mempelajari benda-benda luar angkasa.

Di antara beberapa observatorium di Indonesia yang menitik fokuskan pada pengembangan di bidang ilmu falak adalah Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU), Observatorium Hilal Tgk. Chiek Kuta Karang Kemenag Aceh dan Observatorium Malikussaleh yang ada di kampus IAIN Lhokseumawe, Aceh. Istimewanya ketiga observatorium ini selain berfungsi sebagai tempat penelitian benda-benda langit juga membuka kesempatan bagi pelajar-pelajar yang tertarik mempelajari astronomi Islam secara langsung sekaligus melihat peralatan-peralatan yang digunakan dalam astronomi Islam (ilmu falak).

Di Observatorium ini para pelajar diperkenalkan pada alat-alat yang biasa digunakan pada pembelajaran astronomi Islam atau ilmu falak. Di antaranya adalah: teleskop dengan berbagai jenis dan fungsinya masing-masing yang digunakan untuk mengobservasi bulan, bintang, planet dan benda-benda langit lainnya. Juga terdapat alat-alat yang digunakan dalam pengukuran arah kiblat seperti: kompas, mizwala qibla finder, qiblat tracker, theodolite. Juga terdapat hilal tracker, sundial, waterpass, rubu’ mujayyab, gps, astrolab, peta bintang, globe, dan alat-alat astronomi lainnya.

Para pelajar yang mengikuti program study tour ini akan mempelajari langsung mengenai teknologi keantariksaan yang dimanfaatkan untuk keperluan ibadah umat Islam. Mereka akan dibekali mengenai ilmu cara mengoperasikan alat-alat dan perangkat-perangkat yang digunakan dalam ilmu falak. Pembelajaran dengan model seperti ini akan terasa cukup menyenangkan bagi para pelajar dikarenakan mereka dapat langsung melihat dan mengamati objek serta mempraktikkan langsung ilmu-ilmu pengetahuan yang telah diajarkan di bangku sekolah sebelumnya.

Adapun pelajar yang mengikuti program studytour ini diharapkan dapat mensosialisasikan kebermanfaatan pembelajaran astronomi Islam kepada teman-temannya serta dapat membangkitkan semangat dan motivasi para pelajar untuk mengkaji langsung seputar keantariksaan dan benda-benda langit. Hal ini dapat membuat ilmu ini semakin akrab pada masyarakat dan menghindarkan serta menghilangkan pemikiran-pemikiran keliru seputar astronomi Islam (ilmu falak) di Indonesia.

Untuk mewujudkan pelajar yang maju dalam rangka merealisasikan program Indonesia tumbuh, maka pemerintah dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk mendukung penuh program edukasi astronomi Islam (ilmu falak) berbasis study tour ini diantaranya dengan cara memfasilitasi kelengkapan sarana prasarana peralatan dan perlengkapan dalam menunjang kemajuan ilmu falak. Pemerintah juga diharapkan dapat mensosialisasikan program-program yang ada di observatorium ilmu falak serta institusi sejenisnya yang mencanangkan program-program seperti ini untuk memajukan pendidikan yang ada di negeri ini.

News Feed