oleh

Dukungan Mengalir, Ketua BaraJP Gayo Lues Minta Kapolres Baru Usut Tuntas Kasus Korupsi

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO |  Ketua DPD Barajp(Barisan Relawan Presiden Jokowi Presiden)Kabupaten Gayo Lues, Norman Sembiring terkait Penyidikan kasus dugaan korupsi Makan Minum Karantina Hafidz di Dinas Syariat Islam Tahun Anggaran 2019 yang menelan biaya milliaran rupiah  oleh Polres Gayo Lues mendapat apresiasi dari Ketua Barajp Kabupaten Gayo Lues, Norman Sembiring. Ia berharap Kapolres Gayo Lues yang baru dapat menuntaskan kasus tersebut, Selasa  (02/07/2020).

Baca : KPK diminta Supervisi Penanganan Kasus dugaan Korupsi yang Berjalan di Penegak Hukum Daerah Gayo Lues Aceh

Baca : Mabes Polri Diminta Back Up Polres Gayo Lues Terkait Penanganan Kasus Dugaan Korupsi di DSI

“Terkait dengan adanya pemeriksaan terhadap beberapa orang dari Dinas yang diperiksa oleh Tipidkor Polres Gayo Lues, diminta kepada Mabes Polri agar memback-up Polres Gayo Lues dalam hal penanganan kasus dugaan-dugaan korupsi yang sedang dipulbaketkan saat ini,” Ujar Ketua DPD Barajp Kabupaten Gayo Lues, Norman Sembiring.

Ketua DPD Barajp Kabupaten Gayo Lues juga meminta kepada pemerintah daerah bahwa program ini tetap berjalan,namun siapapun oknum yang mengotori program ini harus diproses secara hukum.

Norman menambahkan, sejak Polres Gayo Lues dipimpin oleh AKBP Rudi Setiawan, sudah menunjukkan kinerja yang maksimal dalam penanganan kasus-kasus korupsi tersebut.maka Kapolres baru kami minta supaya meneruskan kinerja AKBP Rudi Setiawan Sik tersebut.

Dimana sebelumnya kepada Media ini , Kapolres Gayo Lues, AKBP Rudi Setiawan membenarkan adanya pemeriksaan terhdap 2 orang ASN terkait dugaan korupsi Makan Minum Karantina Hafidz Tahun Anggaran 2019.

“Dua orang sudah kita minta keterangannya, 1 orang ASN dan satu orang lagi dari unsur masyarakat yang kami panggil untuk dimintai keterangan terkait Dugaan kasus korupsi Makan Minum Karantina Hafidz Tahun Anggaran 2019,” ujarnya.

Namun saat ditanya identitas oknum ASN tersebut, Kapolres Gayo Lues, Rudi Setiawan enggan untuk mengungkapkan identitas  oknum ASN tersebut.

“Kita harus hati-hati dalam penanganannya. Apalagi ini dugaan korupsi yang saksinya melibatkan banyak orang,” Tambahnya mengakhiri.  (RED)

News Feed