oleh

Dukung Perpustakaan Gayo, Putra Pejuang Gayo Abu Bakar Salam Kirim Dokumen BAGURA

 

ACEH TENGAH, BARANEWS | Syirajuddin, putra pejuang Gayo saat agresi militer Belanda, Abu Bakar Salam mengirim dokumen perjuangan Barisan Gerilya Rakyat (BAGURA) ke Perpustakaan Gayo. “Beberapa hari ini saya foko kopi dan alhamdulillah sudah dikirim tadi. Mudah-mudahan, kurang dari seminggu sudah sampai di Perpustakaan Gayo, di Kabupaten Bogor,” kata Syirajuddin, Rabu (5/10/2022).

Pengiriman dokumen perjuangan pejuang-pejuang Gayo itu, aku mantan Anggota DPRK Aceh Tengah dua periode (2009-2014 dan 2014-2019) itu, bertujuan untuk menambah koleksi Perpustakaan Gayo. “Diharapkan bisa menambah koleksi Perpustakaan Gayo, khususnya literatur tentang perjuangan pejuang-pejuang Gayo melawan kolonial. Literatur perjuangan pejuang-pejuang Gayo bisa terpusat di Perpustakaan Gayo. Akibatnya, bisa membantu pemustaka yang memerlukan bahan-bahan terkait,” sebutnya,

Lebih dari itu, sambungnya, diharapkan bisa jadi bahan kajian Perpustakaan Gayo untuk menggelar kegiatan diskusi terkait. “Secara pribadi, saya sangat mengapresiasi keberadaan Perpustakaan Gayo, yang mengoleksi literatur Gayo terlengkap di Indonesia. Apalagi, sudah berdiri sejak 2002 dan dijalankan secara pribadi. Sudah 20 tahun berjalan, membantu pemustaka yang memerlukan literatur Gayo. Ini kan luar biasa. Mesti didukung bersama-sama,” pungkas Syirajuddin.

Secara terpisah, pendiri sekaligus pengelola Perpustakaan Gayo, Yusradi Usman al-Gayoni, berterima kasih kepada Syirajuddin. “Terima kasih banyak kepada Pak Syirajuddin atas pengiriman dokumen perjuangan pejuang-pejuang Gayo saat agresi militer Belanda. Dokumen-dokumen ini sangat penting nilainya. Mudah-mudahan makin banyak orang Gayo dan pihak terkait yang tergerak dan ikut berpartisifasi dalam pengayaan koleksi Perpustakaan Gayo,” kata Yusradi.

Dengan demikian, jelasnya, Perpustakaan Gayo bisa membantu siapa pun yang hendak meneliti, mengkaji, menulis, dan mempublikasikan tentang Gayo ke depannya. Pada akhirnya, Gayo makin dikelas meluas. Pengetahuan kegayoan pun bisa terwaris kepada generasi Gayo mendatang. (RED)

Jangan Lewatkan