oleh

Dosen Teknik Pertanian Unsyiah, Raih Hibah Rispro Kemenkeu Tahun 2019

 

Banda Aceh, Baranewsaceh.co  – Dr. Rahmat Fadhil M.Sc Dosen Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berhasil memenangkan Hibah Riset Inovatif Produktif (RISPRO) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Jumat 14 November 2019.

Keberhasilanya dalam meraih Riset pendanaan dari Kementerian Keuangan, Program LPDP merupakan rekor pertama untuk Aceh yang sebelumnya belum pernah tembus sampai didanai. Riset ini mengangkat kajian tentang Pengembangan Kebijakan Sistem Asuransi Pertanian Syariah untuk Pemberdayaan Petani dan Peternak di Provinsi Aceh.

“Alhamdulilah kita berhasil melampaui seluruh tahapan seleksi yang sangat ketat untuk memenuhi standarisasi riset berdampak tinggi. Mulai dari seleksi institusi, seleksi adminitrasi, desk evaluasi dan tahap akhir adalah visitasi/presentasi,” kata Rahmat Fadhil selaku ketua peneliti.

Ketatnya seleksi riset ini adalah bukan tanpa alasan, mengingat dana yg juga cukup besar mencapai 1 milyar untuk proposal yg berhasil lolos untuk didanai tersebut.

Paling berat dari seluruh tahapan seleksi ini adalah pada saat visitasi/presentasi. Dimana tim reviewer dari LPDP ditambah reviewer independen dari perguruan tinggi lainnnya memverifikasi seluruh rencana dari tahapan yang akan dilakukan berdasarkan proposal yang telah diajukan. Bahkan reviewer tidak segan-segan mengkritisi dengan sangat tajam, terutama berkaitan dengan komitmen luaran (output) dari penelitian yang diajukan tersebut. Namun walaupun demikian, satu persatu pertanyaan, konfirmasi, klarifikasi dan kritisi dijawab dengan lugas oleh tim peneliti tersebut.

Penelitian ini merupakan kolaborasi riset antara dua perguruan tinggi yaitu Universitas Syiah Kuala dengan Univeritas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry. Para peneliti dari Unsyiah selain Dr Rahmat Fadhil juga ada T. Saiful Bahri, MP, sedangkan peneliti dari UIN Ar Raniry yaitu Dr. Muhammad Yasir Yusuf, MA yang merupakan juga pemenang Award Tokoh Penggerak Ekonomi Syariah se-Sumatera dari Bank Indonesia tahun 2018, juga terdapat Hafiizh Maulana, SP, SHI, ME dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar Raniry.

Selain itu riset ini juga bermitra dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Aceh, termasuk juga Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Dinas Peternakan Provinsi Aceh. Harapannya riset ini dapat diaplikasikan langsung untuk membantu para petani dan peternak di Aceh dalam menjamin usaha tani padi dan usaha ternak sapi/kerbau bila suatu waktu mengalami musibah.

Pada kesempatan yang sama Dr. Rahmat Fadhil M.Sc turut menambahkan bahwa “ini merupakan sejalan dengan perintah Undang Undang Republik Indonesia No.19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, yang salah satu pasalnya menjelaskan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah berkewajiban melindungi usaha petani melalui asuransi pertanian”.

Sementara itu Dr. Muhammad Yasir Yusuf MA juga menegaskan bahwa “riset ini sudah di nanti nanti oleh para pelaku bisnis di Aceh, khususnya asuransi pertanian, karena skema asuransi pertanian yang ada saat ini adalah sistem konvensional, sementara sistem asuransi pertanian syariahnya belum ada. Apalagi mengingat sejak disahkannya Qanun Aceh No. 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah yang salah satu penegasannya bahwa seluruh lembaga keuangan yang berlaku di Aceh, 3 tahun setelah disahkan qanun tersebut maka harus berubah dalam sistem syariah, termasuk soal asuransi pertanian nantinya.

Hasil riset ini juga menjadi wawasan baru bagi pelaku keuangan syariah khususnya perbankkan syariah untuk memberikan pemodalan/pembiayan pada sektor pertanian” jelas Dr Yasir yang juga merupakan Dewan Pengawas Syariah Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh,” (Red)*

News Feed