oleh

Dosen FT Unimal Laksanakan Pengabdian Penggunaan Biopori Pada Tanaman Kopi di Kabupaten Bener Meriah

 

 

Bener Meriah, Baranews  | Segenap Dosen prodi teknik industri dan prodi teknik kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh Syarifuddin, Khairul Anshar, Bakhtiar, Rizka Mulyawan, dan Agam Muarif melaksanakan pengabdian tersebut pada (22/11/2021) juga turut ikut serta mahasiswa Prodi Teknik Industri Murdani dan Wahyu Arliansyah Putra.

Adapun Pengabdian yang dilakukan berupa bimbingan penggunaan biopori serta pemanfaatan pupuk organik pada tanaman kopi.

Ketua tim pengabdian, Syarifuddin sekaligus kaprodi teknik industri mengatakan bahwa tujuan dari pengabdian ini adalah melakukan penyuluhan tentang penggunaan biopori pada tanaman kopi agar meningkatkan produktivitas kopi yang dihasilkan khususnya para petani yang memiliki lahan tanaman kopi yang ada di sekitaran desa pante raya.

“Persediaan kulit kopi di desa Pante Raya pada pasca panen ini masih kurang dimanfaatkan sebagai olahan pupuk organik, limbah kulit kopi yang selama ini dianggap sebagai bahan sisa produksi, atau limbah sampingan yang berupa kulit kopi ini jumlahnya berkisar 50-60 persen dari hasil panen” ujar Syarifuddin.

Padahal kulit kopi ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang digabungkan dengan bahan pupuk organik lainya, Biopori yang digunakan pada tanaman kopi ini merupakan lubang resapan yang dimasukan sisa tanaman (kulit kopi, daun, ranting, dll) untuk memicu perkembangan mikroorganisme seperti cacing yang dapat membentuk pori-pori di dalam tanah sehingga lebih mempercepat perkembangan akar didalam tanah dan dapat meningkatkan pertumbuhan produktivitas tanaman kopi.

Selain dari segi produktivitas kopi yang di hasilkan, penggunaan pupuk organik juga berpengaruh pada kelangsungan hidup tanaman kopi yang bertahan cukup lama.

Anggota Pengabdian, Bakhtiar juga menjelaskan bahwa pupuk organik merupakan pupuk yang bersumber dari alam seperti kompos dari sisa-sisa daun, buah dan ranting pohon yang telah terurai menjadi tanah.

“Tak hanya bersumber dari alam tetapi pupuk organik dapat menghemat biaya dalam proses pemupukan pada tanaman kopi ini.” terangnya.

Selain itu, disekitar area perkebunan juga terdapat peternakan sapi yang limbahnya sudah dikelola oleh BumDes. Sistem pengolahan limbah di peternakan itu sudah cukup baik.

Kotoran sapi dimanfaatkan sebagai biogas untuk bahan bakar mesin pencacah rumput dan bahan bakar kompor gas bagi karyawan dan sisa kotoran yang telah diendapkan juga dimanfaatkan sebagai pupuk pada tanaman palawija yang ada di sekitar peternakan tersebut.

Setelah melakukan penerapan biopori di tanaman kopi, segenap tim pengabdian melakukan diskusi ringan dalam pemanfaatan kotoran sapi ini bersama pengelola peternakan sapi.

“Kami berharap agar lahir inovasi-inovasi tentang pemanfaatan limbah seperti biogas, semaksimal mungkin agar layak untuk dipasarkan untuk bahan bakar rumah tangga yang ada di desa ini” Harap Musaharruddin.

Sehingga dari pernyataan ini dan masyarakat sekitar, para dosen Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh juga akan menjalin kerjasama dalam banyak hal agar dapat dikembangkan dalam desa untuk membangun kesejahteraan masyarakat yang ada di desa setempat. (Munawir)

News Feed