oleh

Ditengerai Menyeleweng, Oknum Keuchik Tak Transparan Kelola Dana Desa

WhatsApp Image 2019-09-10 at 23.07.03
WhatsApp Image 2019-09-10 at 23.07.08
WhatsApp Image 2019-09-10 at 23.07.01

 

Bireuen, Baranewsaceh.co – Seorang Oknum kepala Desa (Keuchiek) Gampông Buket Paya, Kecamatan Peudada, kabupaten Bireuen dinilai tak transparan dalam mengelola Dana Desa (DD). Oknum Keuchik tersebut disebut-sebut mengelola DD secara pribadi tanpa melibatkan Keurani Desa, Lembaga Tuha Peut Gampông, dan Aparatur Desa lainnya, serta masyarakat. Senin, (10/9/2019).

Hal tersebut dikemukan Sekdes sekretaris Desa (Keurani Gampong) Muhammad, bersama Peutuha Tuha Peut, Fadli Ali, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Jafaruddin, didampingi Kepala Dusun, juga Ketua Lembaga Pemuda Gampông Buket Paya beserta sejumlah masyarakat kepada Media Baranewsaceh.co, rabu (04/29).

Menurut Muhammad, “selama 2016 sampai dengan tahun 2019, Keuchiek mengelola DD secara pribadi, tanpa melibatkan aparatur Gampông dimana pada aturan dan prosedurnya wajib dilibatkan, apalagi saya dan Tuha Peut sebagai orang yang memverifikasi segala bentuk usulan program dan laporan mengenai Dana Desa,” ujarnya.

Setelah ditanya oleh Media Baranewsaceh.co mengenai Administrasi pemerintahan Desa, Muhammad menjelaskan “bahwa dirinya tak memegang selembar berkas apapun mengenai DD, semua berkas laporan penanggungjawaban dalam bentuk apapun di pegang oleh Keuchik. Bahkan semua pekerjaan di Desa semua dikoordinir oleh Keuchiek,” ungkapnya.

“Bak lön hana peninggalan sapeu, meu siön berkas hana. Mandum bäk Keuchiek.” (Sama saya tak ada peninggalan apapun, satu lembar berkas saja tak ada. Semuanya sama Keuchik). Biar lebih jelas, tanya saja sama Keuchiek. Bahkan, pada tahun 2016 saya tidak menandatangani laporan DD,” pungkasnya.

Disamping itu, Peutuha Tuha Peut, Fadli juga mengungkapkan bahwa dirinya berseta anggota Tuha Peut tak tahu apa-apa mengenai data laporan dan berkas apa saja yang menyangkut dengan DD,” akuinya.

“Kami hanya disuruh tandatangani.
Ya, kami tanda tangan. Selepas itu Keuchiek tak pernah memberikan selembar peninggalan-pun kepada kami. Bahkan, tambahnya. Stempel Tuha Peut saja sempat diminta sama Keuchiek, dan kini masih di tangan Keuchiek,” tuturnya.

Selain itu, pada (07/19) Kasi Keuangan Desa, menjelaskan bahwa proses penarikan uang dilakukan oleh dirinya bersama Keuchiek, setelah uang sudah ditarik maka uang tersebut dipegang oleh Keuchiek. Sedangkan dirinya akan mengambil uang sama keuchiek ketika TPK meminta kepadanya untuk keperluan pekerjaan pembangunan Gampông, ” jelasnya.

Lebih lanjut, urainya. “Saya tak berani menyimpan uang Desa, takut hilang atau dicuri. Saya tak berani menjamin, dan takut terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, maka uang tersebut saya kembalikan kepada Keuchiek, dan Keuchiek memasukkan kembali uang tersebut ke buku Bank,” paparnya.

Sementara itu, ditempat terpisah setelah Media ini mengkomfirmasi M. Hasyem selaku Keuchiek Desa Buket Paya, pada (08/19) menjelaskan bahwa selama ini dirinya terus membangun komunikasi dengan jajarannya, jaga masyarakat dalam pengelolaan Dana Desa, baik bersama Sekdes, Kasi Keuangan, Kasi Pembangunan, TPK, beserta seluruh Aparatur Desa,” katanya.

“Saya selalu membangun komunikasi dengan masayarakat. Apalagi dengan Tuha Peut. Sejauh ini saya sudah melakukan yang terbaik untuk Gampong, terlepas dari benar dan salah, namun yang namanya kita manusia, kan punya sifat bahru. Dan, saya tahu persis bahwa Lembaga Tuha Peut adalah Mitra kerjanya Keuchiek dalam membangun Gampong,” tandasnya.

Lanjutnya, “saya memang pernah meminta stempel Tuha Peut karena ada keperluan yang mendadak, ketika itu Peutuha Tuha sedang tidak di Kampung.”

Lebih lanjut, kata M. Hasyem, “dirinya akan duduk kembali dengan masyarakat dan aparatur desa untuk mencari solusi tentang kekeliruan transparasi dan informasi publik selama ini. Kami akan mengadakan musyawarah kembali di Gampong tentang masalah ini,” timpalnya.

Setelah itu, Media ini mengkomfirmasi Camat Peudada, Zamzami, Senin malam (09/19) di salah satu warung kopi diseputaran Kota Bireuen. Ketika ditanya tentang persoalan yang terjadi di Desa Buket Paya, Zamzami mengatakan sudah berulangkali menegur Keuchiek, Sekdes dan juga Tuha Peut,” ungkapnya.

“Kita akan menegur Keuchiek dan semua Aparatur Desa mengenai masalah ini. Dan, selama ini kita juga sering mengingatkan semua Keuchiek yang ada di kecamatan Peudada untuk melibatkan masyarakat dalam membangun Gampong. Ini demi kemajuan Desa” paparnya.(RED)

News Feed