oleh

Diskominfo Bener Meriah dan Aceh Barat Ikuti Pelatihan Jurnalistik Di LKBN Antara Aceh

 

Banda Aceh – Baranewsaceh.co |  LKBN Antara Biro Aceh mengadakan pelatihan kepada praktisi Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah dan Aceh Barat tentang pembekalan jurnalistik dilantai 2 kantor LKBN ANTARA Biro Aceh Jln. T. Panglima Nyak Makam No.16 Lampineung – Banda Aceh tanggal 13 -14 Oktober 2021.

Pembekalan tentang jurnalistik tersebut pematerinya langsung disampaikan oleh Kepala LKBN Antara Biro Aceh Azhari.

Kepala LKBN ANTARA Biro Aceh Azhari dalam pemaparan materinya terkait dengan ilmu jurnalistik menjelaskan, diera digital sekarang ini, informasi sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat, dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat orang sangat mudah untuk memperoleh beragam informasi dari berbagai belahan dunia, dalam hitungan menit bahkan detik, jelasnya.

Dikatakannya, oleh sebab itu sangat dibutuhkan praktisi Kominfo yang mumpuni dalam mengelola sajian informasi pemerintah daerah untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat, dan kegiatan yang kita lakukan ini, ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas praktisi Diskominfo dalam mengelola dan menyampaikan informasi tersebut, terang Azhari.

“Jadi pembekalan pelatihan Jurnalistik ini diharapkan parktisi Kominfo akan mampu dan bisa menyampaikan informasi-informasi pemerintah daerah sesuai dengan kaidah jurnalistik, sehingga dengan demikian masyarakat akan mudah memahaminya,” tegas Azhari.

Lebih jauh Kabiro LKBN Antara Aceh itu juga mengingatkan, sekarang ini melalui berbagai media, terutama melalui Medsos (media sosial) FB, Twitter, IG dan lainnya sangat banyak dan marak beredar berita hoaks yang bisa merugikan pemerintah daerah, ini adalah tantangan, disinilah peran dari praktisi Kominfo untuk dan bisa menangkis berita hoaks atau berita bohong tersebut dengan informasi yang benar dan jelas, dengan disertai data yang valid dan akurat, ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Azhari juga berpesan, sudah seharusnya Diskominfo memiliki semua data (Bank Data), sehingga semua berita atau informasi yang disampaikan kepada masyarakat tersampaikan secara utuh, lengkap, karena didukung oleh data yang akurat, harapnya.

Dicontohkannya, seperti di Bener Meriah, Plt. Bupatinya ingin mengadakan panen raya kopi, praktisi Kominfonya harus mempunyai data, berapa luas kebun kopi di Bener Meriah, berapa banyak produksi yang dihasilkan pertahunnya, berapa lahan produktif dan tersebar dimana saja, kemana akan di ekspor, berapa banyak sudah diekspor, ini harus didukung oleh data, karena kita adalah menyampaikan berita bukan pembuat rilis, walaupun itu sama-sama menyampaikan informasi, tapi ada perbedaan antara berita dengan rilis paparnya. (Redaksi)

News Feed