oleh

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Monev Kankemenag Lhokseumawe

Lhokseumawe, Baranewsaceh.co – Kantor Kementerian Agama Kota Lhokseumawe, Selasa (27/10) menerima kunjungan Tim Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Adapun tim yang hadir yaitu Subdit Bina Paham keagamaan Islam dan penanganan Konflik yang diwakili oleh kasi Advokasi dan Penanganan Konflik Dra. Hj. Tuti Sobariati M.Hum dan Efwani Putri, serta Subdit Kepustakaan Islam Direktorat Urais Binsyar yang diwakili oleh Kasi Pengendalian Mutu Agama dan Keagamaan Islam Nur Rahmawati dan Erlinda Adami.

Kunjungan tersebut dalam rangka melaksanakan monitoring dan evaluasi pengembangan SDM perpustakaan masjid dan updating data paham keagamaan di Kota Lhokseumawe.

Kasi Advokasi dan Penanganan Konflik Dra. Hj. Tuti Sobariati menyampaikan bahwa monitoring ini diadakan untuk lebih meningkatkan koordinasi serta menerima masukan dan informasi terkait aliran sesat dan paham keagamaan di Kota Lhokseumawe dengan tujuan agar menghindari adanya paham-paham dan aliran kepercayaan yang menyimpang di masyarakat.

“Alhamdulillah saat ini Kota Lhokseumawe dalam kondisi kondusif dan belum ditemukan adanya aliran kepercayaan masyarakat yang menyimpang dan sesat secara formal, namun tidak tertutup kemungkinan ada pergerakan-pergerakan yang belum kita ketahui” ujarnya.

Didampingi Kasi Bimas Islam Kankemenag Kota Lhokseumawe H. Zainal Abidin, S.Ag., M.Pd, Tim Dirjen menyempatkan diri mengunjungi beberapa masjid di Kota Lhokseumawe untuk melihat lebih dekat perpustakaan masjid, diantaranya Masjid Baiturahman Lhokseumawe.

Kasi Bimas Islam Kankemenag Kota Lhokseumawe H. Zainal Abidin menyebutkan di Kota Lhokseumawe ada beberapa masjid yang sudah memilik perpustakaan diantaranya Masjid Baiturahman Lhokseumawe, Masjid Al-Muchlisin Tumpok Teungoh, Masjid Al-Bayan Politeknik, Masjid Al-Hikmah Cunda, Masjid Al-Muttaqin Hagu Teungoh dan beberapa masjid lainnya.

Saat ini peningkatan literasi bagi genarasi muda sangat diperlukan, mengingat minat baca masyarakat kita sangat rendah, di era digitalisasi juga dibutuhkan sebuah inovasi untuk menarik minat baca terutama generasi muda.

“Kita coba berupaya salah satu pusat literasi tidak hanya ada di sekolah atau pustaka umum, tapi perpustakaan juga ada dimasjid, kita dipusat sedang berupaya untuk menyediakan pustaka berbasis digital yang nantinya bisa diterapkan masjid di daerah” terang Kasi Pengendalian Mutu Agama dan Keagamaan Islam Nur Rahmawati. (SI)

News Feed