oleh

DINAMIKA WORK FROM HOME

Sebuah Polemik atau Sarana untuk Berdamai dengan Keadaan ?”

Oleh : Indah Mustika Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Saat ini kita semua sedang diuji dengan pandemik  Covid-19 yang sangat banyak memakan korban, berasal dari Wuhan pada Akhir Desember Lalu, virus ini tidak bisa dipandang remeh karena faktanya sekarang telah menyebar hamper keseluruh lapisan benua termasuk Indonesia. Sejalan dengan perkembangan virus corona yang semakin massif, Presiden Joko Widodo  akhirnya mengeluarkan berbagai macam kebijakan dan mengimbau masyarakat untuk belajar dan bekerja dari rumah.

Istilah yang populer digunakan adalah work from home (WFH). Anak sekolah dan mahasiswa belajar di rumah, beberapa saat kemudian disusul dengan para karyawan yang mengerjakan tugas kantor di rumah.hal ini tentu saja menimbulkan berbagai macam polemik salah satunya adalah megenai efektivitas pembelajaran yang diterapkan. karena Indonesia masih termasuk daerah berkembang maka sangat sulit dalam penerapan work from home ini. terlebih tidak semua di daerah Indonesia memiliki stabilitas internet yang cukup memadai ditambah lagi dengan biaya yang dikeluarkan untuk membeli paket Internet. hal ini merupakan salah satu contoh bagaimana polemic terhadap dinamika tentang sistem belajar mengajar dan kerja dari rumah.

Ketika awal mendengar hal ini mungkin terasa menyenangkan bagi sebagin orang, dimana dulunya orang bercanda tentang bagaimana jika banyak tanggal merah dalam kalender tentu menyenangkan bukan. Anak-anak mempersepsikan sebagai libur, orang tua juga merasa nyaman karena dapat bekerja dari rumah. Artinya dapat bekerja sekaligus mendampingi anak di rumah. Akan tetapi kenyataannya tidak seperti bayangan awal. Anak-anak merasa bosan di rumah terus.dan ingin kembali ke sekolah dan bekerja sebagaimana layaknya dan berharap agar semua keadaan cepat membaik.

Faktanya work from home ini acapkali  membuat kita dan anak anak tidak teratur dalam mengerjakan tugas sekolah di rumah, bahkan ada yang harus dioyak-oyak untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Hal ini menimbulkan pertikaian antara anak dan orang tua, sehingga  masalah lain justru terjadi . Kenyataannya tidak semua orang tua siap untuk secara penuh mendampingi anak belajar dari rumah, baik dari segi waktu maupun konten materi.

Di sisi lain, orang tua juga harus mengerjakan pekerjaan kantor, dengan deadline juga tentunya. Padahal ada tuntutan mendampingi anak menyelesaikan tugas-tugasnya. Kondisi demikian yang kadang-kadang membuat orang tua menjadi lebih sensitif dengan situasi sekarang ini.ditambah lagi dengan suasana  dan lingkungan rumah yang kurang kondusif  yang membuat proses pembelajaran dan bekerja dari rumah terasa lebih sulit karna focus terganggu.

Kondisi ini terjadi karena perubahan yang terjadi secara tiba-tiba, sejak presiden jokowi mengumumkan tentang penyebaran covid di Indonesia maka disaat itulah masyarakat Indonesia menjadi riyuh dan panic terhadap kondisi yang terjadi , hal ini mau tidak mau harus dihadapi meskipun  tanpa persiapan sama sekali. Semua butuh proses adaptasi yang cepat untuk belajar di rumah mulai dari tingkat terendah (prasekolah) hingga tingkat tertinggi (mahasiswa). Masing-masing tingkat pendidikan akan mengalami permasalahan yang berbeda. Pun untuk para karyawan yang bekerja di rumah.

Untuk anak prasekolah dan pendidikan dasar, karena menganggap orang tua di rumah adalah libur, maka seringkali akan muncul rengekan ketika orang tua bekerja di rumah. Untuk yang lebih tinggi memang tidak banyak rengekan, tetapi orang tua juga tidak bisa mendampingi secara penuh dari sisi materi.kelas. Apalagi menjelang persiapan ujian. Sementara itu, untuk memanggil guru les, juga tidak memungkinkan karena harus menjaga jarak fisik. Solusinya adalah dengan belajar secaraonline. Tetapi apakah hal ini mampu mengatasi permasalahan? Belum tentu juga, karena tidak menutup kemungkinan selain kurang memahami dengan “belajarsendiri” tersebut, mereka terlena dengan hal lain yang lebih menarik baginya.

Lain lagi pada tingkat mahasiswa proses pembelajaran dilakukan melalui tatap muka dengan dosen secara online. Dengan demikian tidak ada masalah? Belum tentu demikian. Kenyataannya tidak semua pengajar dengan mudah melakukan proses pembelajaran secara online. proses adaptasi yang harus dilakukan secara begitu cepat tentu saja tidak semua orang dapat melakukannya terlebih di Indonesia sendiri sistem pembelajaran cenderung  masih sangat sulit menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. kemudian yang paling parah adalah ketika mahasiswa akhir harus melakukan bimbingan secara online/ daring tidak semudah sebagaimana yang dibayangkan. faktanya banyak mahasiswa akhir yang mengeluh karna tidak semua proses yang direncanakan dapat berjalan dengan baik. konsekuensinya harus menambah semester dan membayar uang kuliah lagi.

Sementara di sisi mahasiswa lain pada umumnya keluhan juga beragam mulai dari  tidak siap dengan proses perkuliahan yang sepenuhnya online. quota data, tugas yang banyak, danj uga lebih sulit memahami materi. Belum lagi sinyal di beberapa lokasi yang kondisinya tidak stabil.Di sisi lain untuk para karyawan yang bekerja di rumah, suasana rumah yang berbeda dengan suasana kantor kadang, kondisi anak di rumah juga memunculkan mood yang berbeda. Apa yang sudah ditargetkan menjadi meleset karenanya.

Semua akan menjadi masalah jika kita mengangapnya sebagai masalah. Tidak ada solusi bijak selain berdamai dengan diri sendiri dan kondisi saat ini. Situasinya memang sedang demikian. Semakin banyak mengeluh semakin banyak permasalahan terjadi. yang harus difahami adalah kita harus tau jika keadaan sekarang bukan hanya satu dua orang yang mengalami tapi semua orang untuk itu perlu menanam rasa syukur dan berdamai dengan keadaan. sembari melakukan aktivitas yang positif dalam hal menyemangati antara satu dan yang lain. Setidaknya kondisi ini mampu membawa kepada kedekatan keluarga, karena setiap hari hampir 24 jam bertemu. Mampu beribadah bersama, sesuai dengan imbauan Bapak Presiden untuk beribadah dari rumah. Orang tua mengetahui materi pelajaran anak, walaupun tidak sepenuhnya mampu menyelesaikannya. Dosen dan mahasiswa semakin memahami bahwa ada banyak cara yang bisa digunakan untuk kuliah online.

Kita sebagai individu  harus mampu memiliki pemikiran kalo bukan kita siapa lagi artinya dalam hal kebijakan dan himbauan  yang dikeluarkan oleh pemerintah harus kita taati bersama dimulai dari diri sendiiri . Satu hal yang lebih penting lagi, semoga wabah ini segera berakhir, sehingga setiap orang dapat menjalani kehidupannya dengan normal kembali dengan semangat yang telah kita targetkan dari rumah hari ini.

News Feed