oleh

Diduga Dana Desa Diselewengkan, Pembangunan di Desa Rusep Ara Terbengkalai

Bireuen, BARANEWSACEH.CO – Pembangun gedung serba guna Gampong Rusep Ara kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen tersendak akibat dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) tahun anggaran 2018, dan banyak program yang tidak terealisasi bahkan terbengkalai.

Menurut Azmir Husen, selaku ketua Tuha Peut desa Rusep Ara, anggaran DD tahun 2018 sarat dengan penyimpangan dan penyalahguaan yang dilakukan oleh oknum keuchik. Anggaran yang diselewengkan tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta Rupiah, ” katanya.

Hal tersebut disampaikan Azmir Husen bersama jajarannya beserta masyarakat setempat kepada media Baranewsaceh.co. Kamis (04/07/2019).

Sebelumnya, ketika dikomfirmasi Baranewsaceh.co pada (2/07) Azmir Husen mengatakan bahwa selama ini roda pemerintahan gampong yang di jalankan hanya sepihak oleh oknum Keuchik, tanpa ada musyawarah, sehingga tercium banyak penyimpangan dan penyalahgunaan dana ADD tahun 2018 yang dilakukan oleh keuchik sesuka hatinya, ” terangnya.

Disamping itu, kata Azmir, “pihak Tuha Peut dan perangkat desa sudah memediasi permasalahan tersebut beberapa kali ke-Kecamatan, sehingga permasalah itu sudah ditangani oleh pihak Kecamatan, ” paparnya.

“Pihak Inspektorat dari kabupaten juga pernah turun meng-audit ADD T 2018 desa Rusep Ara selama 7 (tujuh) hari, dan sampai kini permasalah tersebut belum juga ada titik temunya. Kami dari Tuha Peut beserta masyarakat masih menunggu LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) dari Inspektorat, ” tuturnya.

Lanjutnya, “dapat kita katakan berdasarkan dengan sejumlah bukti kegiatan pembangunan di lapangan banyak yang tidak terlaksana dengan maksimal atau terkesan diterlantarkan. Artinya tidak sesuai dengan penarikan dana di bank terkait, ” ungkap Azmir dengan tenang.

Salain itu, kata Azmir, “pembangunannya antara lain seperti, membangun gedung serbaguna, dan kenapa tidak siap hingga terlantar, gedung tersebut sudah dibangun, dan kita nilai kurang lebih baru 40 persen saja pengerjaannya, serta sekarang sudah terbengkalai, ” tuturnya.

Adapun pembangunan yang tidak dikerjakan, jelas Azmir, antara lain; Rehab Meunasah, rehab Balai keagamaan (Yayasan Iman dan Islam) milik gampong yang sebelumnya berkontruksi kayu telah dibongkar oleh Keuchik tanpa musyawarah, serta perbaikan 2 (dua) unit rumah kaum duafa yang sama sekali tidak dikerjakan, namun dananya sudah dialokasikan, dan entah bermuara kemana, ” ujar Azmir.

“Kita berharap permasalah tersebut harus segera ditindaklanjuti dan diselesaikan sebagaimana mestinya. Dan kami berharap kepada pihak terkait untuk serius menangani permasalah di desa Rusep Ara, ” imbuh Azmir.

Sementara itu, Camat Jangka, Alfian, SE ketika dikomfirmasi menyampaikan bahwa permasalah desa Rusep Ara sudah ditangani, dan sudah beberapa kali kita mediasi serta memanggil Keuchik, Tuha Peut, dan Aparatur Gampong. Kita juga masih mununggu hasil LHP dari Inspekstorat sebagai pihak Auditor, ” jelasnya.

Disamping itu, Joni selaku Keuchik Rusep Ara setelah dikomfimasi oleh Baranewsaceh.co mengatakan bahwa masalah ADD tahun 2018 sudah Close Book (tutup buku) dan semua laporan penanggungjawaban sudah diserahkan kepada pihak Inspektorat, dan sayapun juga menunggu LHP dari Inspektorat, ” ungkapnya.

“Menyangkut dengan terbengkainya pembangunan di Desa Rusep Ara, itu akibat dari pihak Tuha Peut tidak mahu menandatangani APBG Perubahan, dan urusan anggaran pembangunan itu bisa ditanyakan ke TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Gampong, ” cetusnya.

Lebih lanjut, kata Joni. “Mengenai rapat desa dan musyawarah, kapan tidak ada musyawarah? Malah mereka yang sering tidak hadir dalam musyawarah. Saya selalu mengadakan rapat dan musyawarah umum. Saya cukup terbuka dan transparan, ” tandasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed