oleh

Di Tengah Pandemik covid19 Tak Perlu Ada Agenda Pemekaran Provinsi Baru di Aceh

 

Aceh Tenggara, Baranewsaceh.co |  Aktivis kelahiran Aceh Tenggara Farma Ardiansyah,SE meneriakan dan menyampaikan kepada Masyarakat kabupaten Aceh Tenggara Ditengah keterpurukan masyarakat akibat Pandemi dan semua kalangan sedang berjibaku memerangi Covid-19, muncul oknum kepala daerah menggalang koalisi mengkampayekan pemekaran Provinsi ALA.

Memangnya seberapa Urgen pemekaran ALA dibanding keselamatan dan kesehatan Masyarakat sehingga di tengah krisis saat ini harus digaungkan. Apa latar belakangnya? Apa benar ini memang yang dibutuhkan rakyat Aceh khususnya di tengah tenggara saat ini. Atau jangan” ini hanya kepentingan kelompok elit tertentu, ditengah kisruh DPR dan PLT gubernur.ujar Farma

Tambah Farma,Data 2019 terdapat 314 profosal pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) baik Provinsi dan Kabupaten kota yang mangkarak di kementrian dalam negeri. Pasalnya pemerintah pusat untuk saat ini berpokus pada pengoptimalan 514 kabupaten/kota dan 34 Provinsi karena menilai daerah yang memenuhi syarat sukses hanya sekitar 23%. Dengan demikian sangat kecil kemungkinan ALA bakal mendapat restu dari pemerintah pusat.

Seringkali alasan yang mendasari pemekaran adalah agar terciptanya pemerintahan yang efektif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan adanya pembukaan lapangan kerja. Tapi alasan Tersebut tidak sepenuhnya bisa terwujud jika tidak ada kesiapan yang matang seperti pertimbangan kapasitas sumber daya alam, sumber daya manusianya, kesiapan infrastruktur dan tingkat ekonomi masyarakatnya, tidak ujug-ujug jadi daerah otonom.pungkas Farma Ardiansyah

Farma, menambahkan Bebrapa pengamat seperti J Kristiadi dari CSIS yang menilai tidak ada korelasi antara pemekaran dan kesejahteraan, kalaupun ada sifatnya hanya sporadis alias tidak merata. Menariknya dia juga menambahkan, keinginan untuk memekarkan daerah otonomi baru memang kebanyakan didasari oleh keinginan subjektif politis. alias keinginan elit politik daerah maupun nasional untuk Sarana bagi kekuasaan. Semoga saja niat luhur para tokoh penggagas ALA masa lalu tidak tercemar dan semoga genderang ALA periode kesian ini murni untuk kepentingan masyarakat.

Jika murni untuk kepentingan masyarakat mending di moratorium dulu dah, karna kesehatan dan keselamatan masyarakat kan itu hal yang paling penting. Jika terus saja dipaksakan justru semakin memperkuat kecurigaan publik terhadap para elitnya. Pemekaran provinsi ALA kepentingan Siapa.tutup Farma Ardiansyah(BM)

News Feed