oleh

Dewan Kota Minta Pemerintah Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Banda Aceh , Baranewsaceh.co – Setelah dua warga Kota Banda Aceh dinyatakan positif terjangkit virus Corona atau Covid -19, Pemerintah Kota Banda Aceh akan memberlakukan “Partial Lockdown atau Lockdown Lokal” untuk menekan penyebaran virus tersebut di wilayah yang terdapat korban positif.

“Kota Banda Aceh akan memberlakukan Partial Lockdown atau Lockdown Lokal, terutama di kawasan tempat tinggal pasien yang terpapar Covid -19, serta pada kawasan yang sudah terdata Orang Dalam Pemantauan (ODP).”

Berdasarkan hal tersebut, masyarakat telah mengambil inisiatif untuk menutup akses keluar masuk jalan gampong. Hal ini dilakukan masyarakat, agar dapat membatasi dan mencegah virus tersebut menyebar di wilayah gampong mereka.

Dengan adanya inisiatif masyarakat melakukan penutupan akses jalan gampong, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh yang membidangi masalah sosial dan pembangunan, Daniel Abdul Wahab mendukung sepenuhnya langkah yang diambil oleh masyarakat tersebut.

Menurut Daniel, diberlakukan penutupan jalan ini secara tidak langsung dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid -19 yang tengah mewabah saat ini.

Banda Aceh yang memberlakukan Partial Lockdown di harapkan aturan juga diberlakukan di bandara Sultan Iskandar muda untuk memutuskan menyebar penularan virus di kota Banda Aceh,
apabila bandara Sultan Iskandar Muda tidak ditutup sementara , juga harus ada pertimbangan lain . Dengan memberlakukannya siapapun yang datang dan masuk ke area Banda Aceh tangkap dan karantina langsung selama 14 hari jangan dilepaskan, juga di jemput atau dipulangkan dulu selama14 hri sesuai SOP.

“Pada saat menutup akses jalan gampong,saya juga berharap jangan sampai menghambat aktivitas warga lainnya dalam mencari hal hal yang urgen untuk kebutuhan keluarganya sehari-hari,” kata Daniel Abdul Wahab, Senin 30 Maret 2020 di Banda Aceh.

Dikatakannya, untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid -19 ini, harus ada kekompakan kita semua dengan tidak saling berharap kepada satu sama yang lain. Karena yang di butuhkan saat ini adalah,kekompakan,keterbukaan,kejujuran bersama dan kewaspadaan dari kita semua untuk menjaga keluarga agar terhindar dari virus corona dengan memilih tetap berdiam diri di rumah saja, kecuali jika ada kebutuhan yang sangat mendesak, tetapi tetap harus memenuhi SOP sesuai yang telah ditentukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Kita mengharapkan kepada masyarakat yang telah melakukan penutupan akses jalan keluar masuk gampong, langkah persuasif perlu di berikan kepada warga misalnya dgn berikan pemahaman tentang cara cara penyebaran virus ini juga diperlukan,artinya juga jgn menutup mati total jalan yang di lalui oleh warga tanpa ada penjagaan tetapi tetap berikan Akses apabila Mendesak,”harapnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona ini dalam langkah penutupan jalan juga dibutuhkan langkah persuatif. Dimana masyarakat dapat mendirikan posko di lokasi penutupan jalan tetapi ada yg jaga Hal ini diperlukan untuk memonitor apabila ada pendatang yang ingin masuk dan keluar di berikan tetapi harus ditanyakan terlebih dahulu apa keperluannya di gampong itu,artinya kalau bisa jgn di tutup tutup total tanpa Ada yg menjaga.Ini saran saya kepada masyarakat.

Selain itu,ia juga menjelaskan, untuk penanganan Copid -19 ini, kita melalui kelembagaan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh seluruhnya menyisihkan anggaran yang tersedia untuk pembelian alat-alat medis serta untuk kebutuhan lainnya yang mendesak.

“DPRK Banda Aceh telah mengalihkan anggaran sebesar 1,2 miliar lebih untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona ini,” ungkap Daniel.

Terkait dengan permintaan akan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) oleh masyarakat setiap gampong  di Kota Banda Aceh, saya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah kota dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Katanya, semua peralatan itu sudah dipesan, namun karena stok yang terbatas dan kelangkaan barang di tempat penjualan alat-alat medis, sehingga sulit didapatkan.

“Kebutuhan APD saat ini lebih di prioritaskan untuk keperluan para dokter dan para tenaga medis dilapangan. Karena merekalah yang akan menangani langsung jika ada masyarakat terjangkit wabah virus Corona. Jadi untuk penanganan dilapangan, kita harus memberikan peralatan yang lengkap agar para dokter dan tenaga medis dapat mengantisipasi berbagai hal yang terjadi di lapangan sesuai dengan SOP.

Terkait dengan pemberlakuan jam malam mulai diterapkan pada tanggal 29 Maret hingga 29 Mei 2020, mulai dari pukul 20.30 Wib hingga pukul 05.30 Wib di Aceh, menurutnya langkah itu sudah tepat dilakukan oleh pemerintah tetapi langkah penutupan akses vital lainnya juga harus di lakukan misal penutupan Bandara,Karantina langsung siapapun yg masuk ke Banda Aceh dari luar baik melalui udara,darat dan laut jgn jam malam di berlakukan tpi antisipasi jalur masuk tidak ada sama aja Ini bohong.Jadi saya minta warga Kota Banda Aceh dapat mematuhinya,” pinta Daniel.

Kerena menurutnya, tujuan dari penerapan jam malam ini sangatlah baik, agar masyarakat tidak berkumpul di waktu malam hari mata rantai penyebaran virus Corona cepat dapat teratasi.

Disisi lain, kita juga mengharapkan pemerintah bukan hanya mengeluarkan himbauan dan larangan saja, tetapi juga harus dibarengi dengan persiapan yang matang dan langkah-langkah strategis bagi kepentingan masyarakat.

Untuk mendukung langkah pemerintah tersebut, maka pemerintah juga perlu menyiapkan APD, sembako dan uang tunai bagi masyarakat yang berdiam diri di rumah. Karena menurutnya, masyarakat kita ada yang ekonominya menengah kebawah dan ada juga yang ekonominya menengah keatas. Sementara itu, kata Daniel, ada juga masyarakat kita yang mencari rezeki hanya cukup untuk kebutuhan satu hari saja. Itu yang harus jadi perhatian dari pemerintah saat ini.

“Oleh karena itu, Daniel meminta kepada pemerintah untuk dapat memperhatikan akan kebutuhan masyarakat tersebut. Jika tidak, apapun ceritanya, himbauan dan pemberlakuan jam malam yang bertujuan untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona atau Copid -19 yang telah diterapkan oleh pemerintah kepada masyarakat tidak akan dapat berjalan sesuai dengan harapan,”saya juga secara pribadi sudah melakukan berbagai langkah- langkah terobosan memperjuangkan untuk warga dan juga akan terus melakukan langkah langkah kongrit nyata ke depannya secara Pribadi,karena ini butuh kekompakan kita bersama insyaallah mata rantai virus ini akan hilang tutup Anggota DPRK Banda Aceh politisi Nasdem dari Dapil Meuraxa, Kuta Raja ini. (HS)

News Feed