oleh

Desa Bale Permata : Kampung Kembang Yang Menjual Aneka Jenis Bunga

 

Bener Meriah Baranewsaceh.co- Desa Bale Permata merupakan desa yang terletak di kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah. Desa ini memiliki pesona lain bila di bandingkan dengan desa desa yang ada di sekitarnya. Ada sesuatu yang uniknya dari desa Bale Permata. Mayoritas masyarakat setempat memiliki kreativitas yang luar biasa, terutama bagi kaum ibu rumah tangga, yang telah menjadikan halaman rumah mereka sebagai rumah bunga dan hasilnya, ternyata memiliki prospek bisnis yang menjanjikan sebagai sumber penghasilan keluarga.

 

Sri Wahyuni (40) salah seorang ibu rumah tangga pemilik rumah bunga yang ada di desa Bale Permata. kepada media ini Ia mengatakan bahwa awalnya ia tertarik bersama keluarga untuk menjadikan halaman rumah untuk di jadika taman bunga. Beraneka jenis bunga di datangkan dari daerah lain, di samping bunga bunga lokal yang biasa tumbuh di Kabupaten Bener Meriah. Begitu juga dengan keluarga yang lainnya mereka juga membuat taman dan menjadikan halaman rumah mereka sebagai rumah bunga.

Menurut Ibu Sri Wahyuni, sebelum Corona omset yang biasa dia dapatkan dari menjual bunga bisa mencapai Rp 800.000 (delapan ratus ribu rupian) sampai Rp 1.000.000 (satu Juta Rupiah) dalam sehari. Namun setelah adanya penyebaran Pandemi covid 19 omsetnya penjualan bunganya menurun drastis, terkadang sehari Ia hanya bisa menjual beberapa jenis bunga dengan omset berkisar antara Rp 200.000. ( dua ratus ribu) hingga kosong sama sekali. Derita itu juga di rasakan oleh para ibu ibu penjual bunga yang lainnya.

Namun kami tidak menyerah dengan keadaan. Kami terus berusaha untuk menjual bunga untuk menambah penghasilan keluarga. Lumayan buat belanja sehari hari. Ketusnya. Sementara menyangkut nilai jual bunga, ibu Sri Wahyuni menimpali bahwa harga nilai jual bunga tergantung dari jenis bunganya, mulai dari anggka Rp 5000 (lima ribu rupiah) hingga bisa mencapai angka tertinggi Rp. 1000.000 (satu juta rupiah).

 

Hampir seluruh keluarga yang ada di kampung Bale Permata, saat ini telah mendirikan rumah bunga, tentu dengan aneka warna warni dan berbagai macam jenis bunga, diantaranya bunga antorium, atau bunga talas juga ada bunga Jemani yang biasa di hargai dengan nilai terendah Rp.100.000 rupiah.

Terlepas dari adanya Pandemi covid 19. Masyarakat desa Bale Permata, setidaknya telah merubah wajah desa mereka. Dahulu desa ini sangat terkenal dengan desa penghasil tembakau. Tetapi kini Desa Bale Permata telah merubah wujud menjadi desa sebagai central bunga di Kabupaten Bener Meriah.

Bustamam (35) kepala desa Bale Permata saat di konfirmasi media ini di kediamannya mengatakan. “Alhamdulillah saya memiliki masyarakat yang cukup kreatip. Disebutkannya ada puluhan unit rumah bunga yang telah di dirikan oleh masyarakat. Mungkin jika anda berkunjung ke desa kami Bale Permata, sekilas anda hanya akan melihat rumah bunga di yang berada di pinggiran jalan. Namun Bustamam menimpali bahwa hampir setiap rumah di Bale Permata memiliki rumah bunga, jelasnya.

Menurut Bustamam setiap pemilik rumah bunga melengkapi beraneka jenis bunga. Baik bunga lokal maupun yang di datangkan dari daerah lain. Selain itu untuk bunga tertentu, pemilik rumah bunga juga memenuhi pesanan bunga dari para pengunjung. Bahkan peran suami juga ikut serta dalam mencari bunga yang di inginkan oleh pengunjung.Setiap hari orang melintas di pastikan akan singgah untuk membeli bunga. Umumnya para pembeli bunga datang dari luar daerah Bener Meriah seperti dari lokseumawe, Bireun Langsa dan para wisatawan yang berkunjung ke Aceh Tengah dan Bener Meriah yang melintasi jalan KKA

Sementara menyangkut bantuan dari pemerintah. Reje Kampung Bale Musara menjelaskan. Kita sudah mengajukan seluruh pengusaha Bunga yang ada di kampung Bale Permata untuk dapat menerima bantuan UKM melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Bener Meriah. Akan tetapi masih sebagian kecil yang mendapatkan bantuan tersebut. Kita berharap semua masyarakat yang memiliki usaha rumah bunga mendapat bantuan, agar usaha mereka dapat bertahan dan di kembangkan lagi. Begitu juga dengan dana desa, kita akan plotkan anggaran lewat BUMK.

Bustamam juga memperjelas untuk tahun 2021 kita sudah alokasikan dana desa melalui BUMK agar masyarakat dapat terbantu baik dalam hal kelengkapan aneka jenis bunga yang di jual, juga mengenai tampilan rumah bunganya agar lebih menarik. Begitu juga dengan pendukung lainnya kita akan upayakan tersedianya kantin, cafe dan yang lainnya, agar setiap yang datang berkunjung ke desa Bale Permata merasa nyaman dan berkesan ketika mereka pulang. Bustamam juga menceritakan sekilas tentang kreatifitas masyarakatnya yang sudah maju selangkah, karena telah berhasil memasarkan usahanya melalui jejaring sosial dan secara on line.

Mengakhiri perbincangannya dengan media Baranewsaceh.co. Jumat (27/11) Reje Kampung Bale Permata Bustamam juga mengajak masyarakat Luas untuk datang berkunjung ke kampung Bale Permata di kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah, atau tepatnya di lintasan jalan eks PT KKA.

“Inilah pesona desa kami Bale Permata, desa yang di penuhi dengan aneka jenis bunga, dengan aroma yang harum semerbak, dan inilah kami dengan segala bentuk kreativitas masyarakat kami yang mandiri” Pungkasnya. (Deni)

News Feed