oleh

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Oleh : Siti Murniyati, SPd, M.Pd
Guru Matematika SMP N 1 Peudawa Aceh Timur.

Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistic, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid. Guru penggerak merupakan sosok yang menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pancasila. Pendidikan Guru Penggerak yang sedang saya jalani memang menuntut kerja keras dan motivasi yang kuat.

Setelah mempelajari modul 3.1 tentang Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran, saya menyadari benar bahwa banyak hal dalam hidup ini yang harus dipikirkan dengan bijaksana terutama berkaitan dengan pengambilan suatu keputusan. Selama ini saya sering bertindak terlebih dahulu tanpa memikirkan apakah keputusan yang saya ambil itu tepat atau tidak. Ataukah keputusan yang saya ambil ada melukai perasaan orang lain sehingga membuat suasana kerja yang tidak nyaman. Sungguh saya baru menyadari bahwasanya dalam mengambil suatu keputusan banyak hal-hal lain yang harus dipertimbangkan seperti paradigma yang digunakan, prinsip yang dipakai serta menggunakan 9 (Sembilan) langkah pengambilan keputusan.

Berbicara tentang modul 3.1 ini yaitu Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran adalah materi yang tak kalah pentingnya dari modul-modul sebelumnya. Dalam modul ini saya belajar bahwa menjadi seorang guru harus memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, terutama di dalam kelas, yang setiap harinya berhadapan dengan  siswa yang beragam karakternya. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran dalam menyelesaikan suatu permasalahan atau kasus tentu harus memiliki kemampuan menganalisis aspek-aspek apa saja yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam membuat suatu keputusan. Seorang pemimpin harus mampu mengkaji prinsip-prinsip atau nilai-nilai manakah yang cenderung sering kita gunakan dalam mengambil suatu keputusan.

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, tentu kita sering dihadapkan dalam situasi di mana kita diharuskan mengambil suatu keputusan. Namun, seberapa sering keputusan tersebut melibatkan kepentingan dari masing-masing pihak yang sama-sama benar, tapi saling bertentangan satu dengan yang lain?bagaimana menghadapi situasi seperti ini? Pemikiran-pemikiran seperti apa yang melandasi pengambilan keputusan Anda? Kemudian, setelah mengambil keputusan tersebut, pernahkah kita menjadi ragu-ragu dan menanyakan diri kita sendiri apakah keputusan yang diambil telah tepat, ada perasaan tidak nyaman dalam diri Anda, atau timbul pemikiran mengganjal dalam diri Anda seperti, ‘Apakah ini sesuai peraturan?’ atau ‘Bagaimana panutan saya akan berlaku dalam hal seperti ini?’

Dalam pengambilan keputusan ada dua hal yang terjadi yaitu bujukan moral dan dilema etika. Nah apakah perbedaan keduanya itu?

  • Bujukan moral atau benar vs salah adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi benar atau salah dalam mengambil sebuah keputusan.
  • Dilema etika atau benar vs benar adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi keduanya benar namun bertentangan dalam mengambil sebuah keputusan.

Secara umum ada pola, model atau paradigma yang terjadi pada situasi dilemma etika dapat dikategorikan sebagai beriku:

  • Individu lawan masyarakat (Individual vs community)
  • Rasa keadila lawan rasa kasihan (Justice vs mercy)
  • Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
  • Jangka pendek lawan jangka panjang (Short term vs long term)

Dalam pengambilan keputusan ada tiga prinsip yang harus diperhatikan yaitu:

  • Berpikir berbasis hasil akhir (Ends-Based Thinking)
  • Berpikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking)
  • Berpikir berbasis peduli (Care-Based Thinking)

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, kita juga harus memastikan apakah keputusan yang telah kita ambil adalah keputusan yang tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan keputusan secara etis. Berikut ini 9 (Sembilan) langkah pengambilan keputusan:

  • Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan
  • Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini
  • Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
  • Pengujian benar atau salah
  • Pengujian Paradigma Benar lawan Benar
  • Melakukan Prinsip Resolusi
  • Investigasi Opsi Trilema
  • Buat Keputusan
  • Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Setelah kita memahami materi dari modul 3.1 ini, selanjutnya saya akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah saya dengan cara berkoordinasi dengan kepala sekolah dan rekan sejawat di tempat saya bekerja serta mensosialisasikan tentang apa yang saya dapatkan dalam program guru penggerak. Selanjutnya langkah-langkah awal yang akan saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran adalah dengan mulai menerapkannya mulai dari diri sendiri yaitu di tempat saya bekerja, kemudian menerapkan praktik baik ini kepada rekan sejawat di lingkungan sekolah saya. Dan itu akan saya lakukan mulaisaat ini terutama dalam pembelajaran di kelas saya. Untuk selanjutnya saya akan menerapkannya secara berkelanjutan. Selain itu, dalam mengambil suatu keputusan tidak hanya kita lakukan sendiri saja, tentu kita perlu masukan-masukan dari rekan yang bisa kita ajak berdiskusi dan berbagi sehingga kita dapat mengetahui apakah keputusan yang kita ambil ini sudah tepat dan efektif atau belum. Maka orang-orang yang dapat menjadi teman diskusi/pendamping dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran adalah rekan-rekan sejawat di sekolah, kepala sekolah, orang tua siswa, siswa, komite sekolah atau bisa juga pengawas sekolah.

Demikian tugas modul 3.1.a.7 tentang demonstrasi kontekstual modul pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

Jangan Lewatkan