oleh

DAS PERIORITAS Subulussalam Memerlukan Pembangunan Kanal dan DAM Penahan

Sebulussalam s, Bara News Aceh.co .21/5.| Sebulussalam sangat membutuhkan pembangunan Kanal, dalam mengurangi dampak banjir yang sering terjadi berulangkali sehingga mengganggu pasilitas umum dan pemukiman masyarakat daerah Sungai Singkil kombih dan Lae Soraya.kemudian kedua DAS perioritas ini memerlukan banyak kegiatan pembangunan DAM penahan, gully pulk yang dapat berkoordinasi dengan Badan pengelola daerah aliran Sungai wampu sei ular Medan, yang merupakan wilayah Tugasnya mencapai KPH Wilayah Vl baik dihulu maupun dihilir. Seribuan titik pembangunan dam penahan dan Gully pulk akan mengurangi dampak banjir dan memerlukan anggaran cukup besar dari APBN kegiatan konservasi tanah dan air yang peruntukannya melindungi daerah aliran sungai kita.kegiatan Rehabilitasi hutan dan lahan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan .Demikian disampaikan Anton Tinendung, S.Kom, ketua Forum Masyarakat Das KPH Vl singkil Kombih saat meninjau lokasi banjir beberapa hari yang lalu.


Melihat kondisi daerah kita yang di landa banjir di 3 kecamatan, kec.rundeng, s.daulat dan kec. Longkip, dapat saya sampaikan bahwa, pengaruh anomali keadaan cuaca saat ini dikota subulussalam merupakan fenomena alam, yang rutinnitas terjadi setiap tahunnya, dan dalam hal ini BPBD telah menganalisis sebab2 terjadi banjir selama ini, pengaruh alam kabupaten aceh tenggara, dan pak2 barat sangat dominan sebagai daerah hulu, mempengaruhi kapasitas sungai lae soraya sebagai pendistribusi central atau pembagi ke daerah hilir menuju akhir pembuangan ke muara kab. Aceh singkil, rendahnya permukaan dasar tanah daerah sungai dikota subulussalam, sehingga air kiriman tersebut sering meluap ke permukaan, dan dalam hal ini sebenarnya, sudah dibahas di jakarta di BNPB terhadap 5 kabupaten/kota dalam mengatasi persoalan banjir di kabupaten/kota tersebut, dan kita uda menyampaikan dalam hal ini, jalan satu2 dalam mengatasi persoalan banjir di kota subulussalam harus dilakukan pembangunan kanal, dan ini juga sudah kita sampaikan di musrembang kemaren, di banda aceh dan kita juga telah mengusulkan pembangunan ke Talud dan sheetfield ke BNPB, mudah2an tahun 2022, dapat terealisasi, menyangkut penangganan banjir, kita terus memantau dilapangan, dan berkoordinasi terus ke BNPB dan BPBA, dan dalam hal ini, kita merencanakan dan mengusulkan kebutuhan dalam penangganan banjir ke BPBA banda aceh dan selama 7 hari ini kita dalam status siaga darurat banjir. raja Uli.A.Tinendung. (Raja Uli)

News Feed