oleh

DARI DONDONG MENJADI RUPIAH

 

Baranews – Siput Rodong atau barongan dengan nama ilmiah Telescopium telescopium yang sering disebut dondong oleh masyarakat Kota Langsa dan sekitarnya adalah makanan yang sudah lama diproduksi dan dikonsumsi. Cangkang dondong berukuran 8-15 cm dengan isi berwarna hijau. Dahulu dondong bertebaran di tambak-tambak yang ada di jalan menuju kuala langsa, tidak ada yang mengambil dan mengolahnya di karenakan mereka belum mengetahui apa manfaat dari dondong tersebut.  Namun sekarang dondong sangat diminati oleh masyarakat Kota Langsa karena mereka sudah tau manfaat dari dondong tersebut.

Menurut salah satu penilitian dari Kirao Marjuki, dkk Mahasiswa jurusan Kelautan Universitas Trunojaya Madura menyebutkan bahwa dondong memiliki banyak khasiat bila dikonsumsi, karena memiliki kandungan gizi yang tinggi serta berguna untuk obat penyakit asma. Dan kandungan gizi yang terdapat pada dondong yaitu protein, lemak, kadar air, kadar abu, dan karbohidrat.

Dondong adalah salah satu makanan yang didapat dari pesisir laut, sungai, dan  lumpur hutan bakau atau tambak. Dondong ialah salah satu jenis makanan seafood yang disajikan dengan berbagai macam olahan makanan seperti, ditumis, digulai, dan juga dapat dibuat sate dondong. Pada satu kampung di kota langsa tepatnya di jalan menuju ke pelabuhan Kuala Langsa, disana sangat banyak orang yang berjualan dondong dengan cara menyajikannya sebagai olahan sate dondong.

Cara mengambil isi dari dondong tersebut ada dua cara pengambilan yaitu :

  1. Pada Ujung cangkang siput dondong tersebut dipotong antara 3-5 cm dengan menggunakan parang, kemudian direbus sekitar 15 sampai 20 menit. Setelah dingin ambil isinya dengan benda runcing seperti peniti atau sejenis lainnya.
  2. Direbus terlebih dahulu kemudian cangkangnya dihancurkan dengan cara dipukul secara perlahan menggunakan benda keras seperti martil atau palu, batu dan lainnya.

Setelah dondong dibersihkan lalu dijual di sekitar masyarakat Sungai Pauh secara kiloan dan juga dijual kepada yang memproduksi sate dondong. Berdasarkan wawancara dengan penjual dondong, beliau mengatakan bahwa dondong dijual dengan harga Rp. 15.000 sampai Rp. 20.000 perkiloannya. Begitu juga dengan penjual sate dondong dipinggir jalan menuju Kuala Langsa, beliau mengatakan “kalau hari biasa hasilnya lumayan bisa untuk makan sehari-hari, tapi kalau hari libur sekolah seperti hari raya idul fitri, hari raya idul adha, sabtu, minggu  hasilnya lebih banyak daripada hari biasa.”

Ada banyak peminat dondong yang sudah diolah menjadi sate dondong, yang banyak dijual dan tersedia di pinggir pinggir jalan menuju pelabuhan Kuala Langsa. Pembeli yang meminati dondong mulai dari orangtua, anak muda, dan juga anak kecil. Dan disana juga disediakan banyak tempat duduk untuk bersantai sambil menikmati angin sore hari, dan juga menikmati pemandangan dari pinggir tambak. Disana juga pembeli dapat melihat matahari tenggelam sambil menikmati sajian sate dondong.

Ada juga pembeli dari luar Kota Langsa yang penasaran dengan rasa dondong tersebut, karna dondong memiliki warna yang khas yaitu warna hijau bercampur hitam dengan tekstur yang kenyal, karna itulah para pelanggan memesan sate dondong tersebut. Dan penjual sate dondong juga menyediakan menu lainnya seperti tahu bakar, bakso bakar, sosis, tempe dicampur bakso, dan juga ada telur puyuh.

Di satu sisi, dengan begitu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Sungai Pauh, dan juga dengan adanya dondong ini dapat menciptakan lapangan kerja pada masyarakat di Sungai Pauh dengan memanfaatkan lingkungan sekitar.karna dondong itu  banyak didapat didaerah Sungai Pauh.

Penulis : Mahasiswi IAIN Langsa, Nazaril Hayati MN, Masyitah, Dara Ascha Julkha

News Feed