oleh

Dari BPP Penyuluh Pertanian Menghadapi Era Industri 4.0 Dalam Mendukung Program Pembangunan Pertanian Di Aceh

Kunci kesuksesan dan memiliki daya saing pada petani dan pelaku usaha bidang pertanian dengan negara lain dalam era industri 4.0 sangat ditentukan oleh peranan dari penyuluh pertanian. Adapun ciri era revolusi industri yakni adanya industri berbasis digital, ilmu computer, internet of things (IOT) dan analisa big data. Perubahan secara menyeluruh akan terjadi dengan kemajuan teknologi dalam era industri 4.0, yaitu dengan penggunaan internet yang merupakan suatu hal yang mutlak sehingga dengan kecepatan informasi menjadi sebuah ukuran kemajuan suatu bangsa dan negara.

Bukti dan tanda setiap generasi dalam revolusi industri, ialah:

  1. Generasi pertama revolusi industri ditandai oleh penggunaan mesin uap untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan;
  2. Generasi kedua, dengan penerapan konsep produksi massal dan mulai dimanfaatkannya tenaga listrik
  3. Generasi ketiga, yakni adanya penggunaan teknologi otomasi dalam kegiatan industri;
  4. Pada revolusi industri keempat (RI 4.0), terjadi perubahan besar di sektor industri, yakni dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang diterapkan secara komprehensif. Bukan saja dalam proses produksi, juga pada semua rantai nilai industri sehingga menimbulkan model bisnis baru dengan basis digital demi pencapaian efisiensi tinggi dan hasil yang lebih bermutu.

Untuk mewujudkan apa yang menjadi tuntutan revolusi industri tahap ke empat bidang pertanian tentunya harus dengan penguatan kepada penyuluh pertanian yang ada di bpp (kecamatan).

Adapun pemerintah pusat oleh kementrian pertanian menggagas sebuah terobosan baru demi mewujudkan pembangunan pertanian yang dapat mengangkat harkat dan martabat petani serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya dengan program kegiatan yang dinamakan dengan kostratani (komando strategis pembangunan pertanian). Adapun fokus kegiatan kostratani yaitu di balai penyuluhan pertanian (BPP/ BP3K/ BP4K) dengan berbagai peranannya, yakni:

  1. Pusat data dan informasi;
  2. Pusat gerakan pembangunan pertanian;
  3. Pusat pembelajaran;
  4. Pusat konsultasi agribisnis;
  5. Pusat pengembangan jejaring kemitraan;

Upaya tersebut dapat diimplementasikan dengan kelengkapan infrastruktur, sarana dan prasarana, pembinaan dan alat kerja (tool kit) serta penyediaan jaringan internet yang mengjangkau keseluruh wilayah kerja penyuluh pertanian. Dukungan oleh kementrian pertanian kepada bpp akan menjadi motivasi dan pendorong kuat untuk mensukseskan kegiatan yang menjadi cita- cita dan harapan kita semua, yakni petani dan penyuluh pertanian yang mandiri, berwibawa, dan sejahtera.

Adapun tujuan dari program kegiatan kostratani adalah mengoptimalkan tugas dan fungsi (tupoksi) serta peran balai penyuluhan pertanian (BPP) sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional (tujuan jangka panjang). Dengan terlaksananya tupoksi penyuluhan pertanian ditingkat bpp maka akan mempermudah petani untuk mendapatkan pembinaan, transfer ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang diinginkan di era revolusi industri 4.0 bidang pertanian.

Selain penyediaan sarana dan prasarana serta infrastruktur penyuluhan pertanian di bpp juga sangat ditentukan oleh pembinaan sdm personal untuk menjalankannya, seperti kemampuan mengoperasikan computer/ lap top, menghidupkan/ mengkoneksikan jaringan internet, membuka dan menjalankan aplikasi internet (cyber extension, simluhtan dan lain-lain) untuk memenuhi kebutuhan kompetensi dalam menjalankan program kegiatan kostratani. Tuntutan pembinaan kepada sdm penyuluh pertanian yang begitu penting dan besarnya dapat dipenuhi dengan penguatan kembali unit diklat pertanian dan perkebunan yang berada di saree aceh besar yang sekarang berada di bawah kewenangan dinas pertanian dan perkebunan aceh.

Hal ini penting dilakukan karena mengingat banyak nya sdm penyuluh pertanian yang harus dibekali sesuai dengan amanah program kegiatan kostratani kementrian pertanian. Dan juga untuk mengembalikan peran dan fungsi balai latihan penyuluh pertanian  (BLPP) saree aceh dahulu yang menjadi kebanggan rakyat aceh dalam hal pembinaan dan pengembangan sdm bidang pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan.

Penguatan unit diklat pertanian dan perkebunan saree aceh bisa dilakukan bersamaan dengan penguatan bpp diseluruh aceh, karena hal tersebut menjadi sebuah paket utuh yang saling bermutualisme (saling menguntungkan) mengingat besar nya tanggungjawab operasional yang menjadi target program kegiatan kostratani, yakni kedaulan pangan nasional dan lumbung pangan dunia tahun 2045. Profil unit diklat saree dari sisi infrastruktur bangunan sudah lumayan memadai, yakni adanya asrama dengan kapasitas muatan ±300 sd 350 peserta, bak penampungan air yang cukup besar dengan suplay aliran air non stop dari sumber air baku pegunungan seulawah aceh kapasitas ±10 liter/ detik, ruang makan, kantor, guest house, aula, mushalla, rumah dinas, gudang, instalasi ternak, hidro ponic, lahan perkebunan karet/ coklat, mobil pick up dan mobil tanki air, serta work shop perbengkelan mesin pertanian.

Jika pemerintah dalam hal ini oleh kementerian pertanian menginginkan adanya laboratorium computer dan laboratorium kimia tinggal pengadaan perangkatnya saja karena gedung nya sudah terbangun.  Juga pengadaan sdm widyaiswara, tenaga laboratorium dan teknisi/ programer computer untuk pembinaan penyuluh pertanian akan kompetensi teknis pertanian dan tenaga uji lab serta kemampuan menjalankan computer, baik sebagai manajemen pengelolaan data maupun informasi perkembangan diwilayah kerja masing- masing penyuluh pertanian.

Kembali nya peran dan fungsi unit diklat saree menjadi balai diklat seperti dahulu akan mengembalikan harkat dan martabat serta semangat masyarakat aceh dalam membangun pertanian, karena dengan adanya balai diklat akan memudahkan petani dan penyuluh pertanian dalam hal pembinaan. Harapan tersebut hendaknya bisa terwujud dan program kegiatan kostratani di aceh akan dengan mudah dijalankan dan cita- cita pembangunan pertanian yakni kedaulatan pangan nasional serta sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045 insyaallah tercapai hendanya. Aamin Ya Rabbal’alamin.

News Feed