oleh

Dandim Ikuti Pembukaan Kegiatan Eksistensi Peran Ulama Dalam Pembangunan Permusyawaratan Ulama Aceh

Kutacane-baranewsaceh.co –  Dandim 0108/Agara Letkol Inf Robbi Firdaus, S.E.,M.Si mengikuti berlangsung Pembukaan Kegiatan Eksistensi Peran Ulama Dalam Pembangunan Daerah, Mejelis Permusyawaratan Ulama Aceh tahun 2021 dengan mengangkat tema ” Melalui Kerjasama dan Kemitraan MPU Aceh MPU Aceh Tenggara dan Pemerintah Kab. Aceh Tenggara kita tingkatkan Sinergitas dalam penetapan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan syariat Islam “, bertempat diruang Oprum Setdakab Aceh Tenggara, Jln. Iskandar Muda, Desa Mandala Kecamatan Babussalam Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (04/03/21).

Dalam kegiatan tersebut diikuti lebih dari tujuh puluh orang diantaranya Sekda Agara M. Riduan S.M.Si, Ketua MPU Aceh Tgk. H. Faisal Ali, Wakil Ketua II MPU Aceh Drs. Tgk. H.Muhibut Tabari M.Ag, Kasat Bimas AKP Sarimin, Ketua MPU Agara Tgk. Jamaludin, Anggota DPRK Agara F-Golkar Samsuar, Dan Para Tokoh Ulama dan Masyarakat undangan Kabupaten Aceh Tenggara.

Awal dari rangkaian kegiatan yakni pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat badar dan laporan panitia acara oleh bagian umum MPU Agara Hudri S.Ag. MA.

Adapun dalam pembahasan kali ini tentang eksistensi untuk membahas peranan dalam pembangunan daerah, dan juga meningkatkan kerjasama dengan lembaga terkait tentang syariat islam khususnya ulama Aceh.

Untuk mencapai Sinergitas Ulama dalam pembangunan daerah perlu dilakukan tentang cara menghadapi berbagai permasalahan dalam konteks syariat islam agar setiap lembaga terkait dapat menentukan sebuh kebijakan.

Disela kegiatan Wakil Ketua II MPU Aceh Drs. H. Muhibutohari M.Pd mengatakan,” Sinergitas merupakan bekerja sama-sama untuk mencapai tujuan bersama, dan menajemen pengembangan sumber daya manusia, jika disisi bangunan harus bersama mewujudkan dengan berbagai elemen masyarakat.

Ulama kita memberi arahan dan saran dalam pembangunan daerah dan Tetap menjalin hubungan antar pemerintahan” tuturnya.

Sekda Kabupaten Aceh Tenggara menambahkan,” Indonesia mempunyai penduduk beragama islam, berkembangnya islam tidak terlepas dari peran ulama, untuk menyebarkan islam secara damai di lingkungan masyarajat sehingga mudah diterima berbagai lapisan elemen masyarakat.

Penyelenggaraan sebuah negara tidak terlepas dari fungsi dan peran berbagai unsur kepemimpinan seseorang kepala daerah akan berjalan secara efektif dan optimal jika semua komponen memberikan dukungan yang memadai sehingga semua kebijakan pemerintah mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat”, imbuhnya.

“Ada dua istilah yang sering digunakan dalam arti pimpinan, pemimpin pemerintahan bisa disebut umara dan pemimpim agama disebut ulama umara dan ulama sama-sama memiliki peran dan pungsi didalam kehidupan bermasyarakat.

Menghormati dan menghargai ulama termasuk bagian dari sunnah, pesan ulama kadang kala memberikan adil yang cukup besar bagi kemajuan dan pembangunan daerah karena ada orang yang berpendapat bahwa semua unsur mempengaruhi kondisi masyarakat dalam keadaan suatu negara akan terancam kehancuran karena salah satu unsurnya yang penting itu rakyat”, sambungnya.

lebih jauhlagi,”Aceh merupakan daerah yang religius atau serambi mekah karena disamping digelar sebagai serambi mekah juga negeri ini sudah memproklamirkan pelaksanaan syariat islam secara pormil, dan posisi ulama dikawasan ini sangat strategis sejak awal berdiri dan berkembangnya Negeri Aceh Darussalam”, tandasnya.
(Ady)

News Feed