oleh

Dampak Penggunaan Media Sosial Pada Generasi Kaum Milenial

 

Generasi milenial yang mengunakan media sosial

 

Penulis : Cut Khairani, Nim : 4012017139 (Mahasiswa Program studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. IAIN Langsa).

Generasi kaum milineal adalah sebuah istilah yang sangat populer pada masa kini, generasi milineal menyukai dunia kebebasan, mereka tidak ingin terikat pada peranturan. Generasi kaum milineal merupakan anak-anak muda yang berusia 15 tahun sampai 35 tahun. Biasanya kaum milineal mengagap dirinya mampu untuk menetukan masa depan nya sendiri sehingga sebuah ikatan ataupun kontrak kerja akan membuat mereka jenuh dan secara berani akan meninggalkan pekerjaan tersebut tanpa merasa bersalah sedikitpun. Didalam generasi ini banyak sekali perbincangan ataupun kontroversi melihat adanya perkembangan  adaptasi dan prilaku kaum milineal, salah satunya penggunaan media sosial berupa whast app, instagram, Facebook, Twitter, dan lain-lainnya.

Generasi milineal memiliki karakteristik yang khas, yaitu kita lahir dizaman TV sudah berwarna, sudah mampu mengunakan handphone, sekarang tiap tahun mampu mengganti smatphone yang lebih canggih, internet menjadi kebutuhan pokok, dan selalu berusaha untuk saling berinteraksi dengan jejaring sosial dengan menunjukkan tampil yang berbeda dengan orang lainnya.

Media sosial merupakan media yang digunakan untuk perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk bertukar informasi, bertukar pikiran serta saling berinteraksi satu sama lain. Penggunaan media sosial ini merupakan kebutuhan utama bagi kaum milineal dikarenakan pusat berinteraksi dengan dunia luar. Media sosial dalam praktiknya menggunakan bahasa sebagai medium utama untuk saling berinteraksi. Bahasa menjadi prasyarat mutlak agar komunikasi para penggunanya dapat berjalan lancar. Media  sosial sangat  berpengaruh   terhadap kepribadian  generasi  milenial  yang  notabenenya masih   remaja.  Rukmono (2018)   secara   rapi menghimpun  beberapa  penelitian  yang  dilakukan oleh berbagai peneliti terkait pola penggunaan dan pengaruh  media  sosial  terhadap  generasi  milenial di indonesia yang berkesimpulan bahwa media sosial menjadi wahana rekreasi bagi generasi milenial. Mereka dapat mengakses media sosial selama 24 jam dalam sehari, dan 7 hari dalam sepekan.  Mereka  berselancar  seperti  tidak  merasa lelah    dan    menemukan    dunia    yang    mereka kehendaki.

Umumnya media sosial mayoritas diakses oleh kalangan remaja milineal Secara psikologi, pada usia remaja menjadi fase pertumbuhan manusia yang cenderung labil dan rentan terhadap berbagai macam pengaruh. Pengaruh media sosial bagi kalangan remaja dapat berwujud dalam gaya berpakaian (fashion) dan juga gaya berbahasa saat berinteraksi dengan teman. Tak heran jika para remaja di zaman sekarang, ataukah yang dikatakan sebagai generasi milenial itu kerap menyebarkan istilah-istilah yang juga “labil” dari segi bahasa, yang kemudian telanjur viral di media sosial. Dampak negatif yang terjadi pada kaum milineal dalam mengunakan media sosial yaitu prilaku-prilaku bertentangan dengan etika dan moral ini didominasi dilakukan oleh remaja milineal seperti mengakses situs pornografi, eksploitasi seksualitas, perundangan melalui medsos, dan etika dalam berkomunikasi yang kurang, sedangkan dampak positif dalam penggunaan media sosial bagi kalangan kaum milineal yaitu dapat mengembangkan kepribadian yang ingin dikembangakan melalui medsos, mempu berprestasi dalam perkembangan teknologi, mampu menghasilkan produktivitas secara mandiri.

Didalam pandangan islam penggunaan media sosial bagi kaum milenial dapat menimbulkan prilaku tidak terpuji seperti fitnah, adanya iri hati, kemauan untuk dipuji dan melakukan prilaku yang menyimpang. Sehingga dalam  agama diajarkan untuk sikap berhati-hati dalam penggunaan media sosial, batasi hal-hal negatif, perbanyak dakwah secara islami.

Situs jejaring sosial telah memberikan makna baru dalam komunikasi dan hubungan manusia. Melalui situs jejaring sosial kita dapat mencari teman masa kecil yang telah lama tidak bertemu, situs jejaring sosial juga memungkinkan kita untuk mengikuti berbagai informasi terkini sepuar kejadian yang terjadi, Sehingga sebagai kaum milenial kita diharapkan untuk selalu pandai mengunakan alat media sosial yang benar, seperti perbanyak ilmu pengetahuan dan wawasan, kurangi prilaku komsumsi yang berlebihan karena ini tidak baik dan mengundang sifat iri hati dilkalangan milenial dengan sebutan “Inscure” merasa diri nya kurang pantas dari orang lain, perbanyak produktivitas di media sosial sehingga dapat menghasilkan sesuatu hasil yang diinginkan pada kemudian hari.

News Feed