oleh

Dampak Buruk Bagi Kesehatan Saat Menggunakan Vape

-HEADLINE, KAMPUS, OPINI-20254 views

Penulis ” Ikram Mulyadi, Fakultas/Prodi FISIP/Ilmu Politik, Universitas: UIN Ar-Raniry Banda

Vape atau rokok elektrik adalah salah satu jenis dari penghantar nikotin elektronik. Rokok jenis ini dirancang untuk membantu pecandu rokok tembakau mulai berhenti merokok. Dengan beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik, secara perlahan mereka belajar untuk berhenti merokok.

Rokok jenis ini terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran, tetapi terdapat tiga komponen utama dalam rokok elektrik, yaitu baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (cartridge). Cairan dalam tabung ini mengandung nikotin, propilen glikol atau gliserin, serta penambah rasa, seperti rasa buah-buahan dan cokelat. Beberapa rokok elektrik memiliki baterai dan cartridge yang dapat diisi ulang.

Rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan cairan yang ada dalam tabung dan kemudian menghasilkan uap seperti asap yang umumnya mengandung berbagai zat kimia. Pengguna mengisap zat kimia ini langsung dari corongnya. Apakah vape sama fungsinya dengan rokok? Apakah vape memiliki bahaya yang sama dengan rokok ?

Banyak para perokok tembakau di Indonesia yang telah beralih menggunakan vape dan vape memang membantu mereka untuk berhenti merokok. Mereka juga mengakui bahwa vape mampu menghilangkan akan timbulnya berbagai penyakit yang memicu perokok aktif, seperti batuk, gangguan pernapasan, dan penyakit-penyakit lainnya.

Tidak hanya itu, masyarakat Indonesia yang belum pernah merokok sekalipun, kini banyak yang ikut menggunakan vape. Mereka akan tergoda akan merasakan aneka rasa yang berasal dari cairan vape itu sendiri. Bagaimana tidak ? Vape cair menawarkan berbagai macam rasa dengan aroma yang bisa dibilang enak. Ada rasa krim, buah-buahan, bahkan ada rasa susu.

Meskipun harganya jauh lebih mahal dibanding rokok biasa, sebenarnya vape tidak benar-benar jauh dari zat kimia berbahaya yang mengancam kesehatan jiwa dan raga.  berikut penjelasan beberapa bahaya vape yang perlu diwaspadai !

  1. Menurunkan sistem kekebalan tubuh

Elizabeth M. Martin, dkk, melakukan penelitian yang diterbitkan melalui University of North Carolina, Chapel Hill tentang kekebalan tubuh dan kemampuan sel-sel tubuh melawan infeksi. Penelitian ini dilakukan kepada orang perokok aktif, pengguna vape, dan bukan perokok.

Hasilnya sangat mencengangkan, bahwa perokok aktif dan pengguna vape sama-sama menunjukkan tanda-tanda berkurangnya aktivitas 594 gen yang diketahui mendukung sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Penemuan ini menjadi bukti bahwa senyawa yang ditemukan dalam cairan vape yang berfungsi untuk menciptakan uap memiliki efek imunosupresif pada tubuh.

  1. Kandungan kimia di dalam vape menyebabkan bronchiolitis obliterans (kerusakan paru-paru)

Peneliti Harvard mengungkapkan bahwa pengguna vape beresiko mengidap penyakit bronchiolitis obliterans. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran udara paru-paru terkecil.

  1. Vape dapat meledak karena pemanasan berlebih

Ledakan dapat terjadi karena pemanasan berlebih dari baterai lithium ion yang digunakan untuk menggerakkan vape. Ledakan ini berbahaya dan dapat membunuh.

  1. Bisa kecanduan, meskipun pada katrid tertulis “nicotin-free”

Tes laboratorium FDA menemukan bahwa ditemukan kandungan nikotin yang besarnya tidak sesuai pada label katrid isi ulang. Jadi meskipun pada katrid vape tertulis “nicotin-free”, belum tentu benar-benar bebas nikotin, karena kandungan nikotin yang membuat kecanduan itu ada pada katrid isi ulang.

  1. Berbagai kasus keracunan anak terjadi karena vape

Cairan vape mengandung zat-zat kimia yang berbahaya bagi anak-anak. Kandungan nikotin cair di dalamnya sangat tinggi. Efek sampingnya bisa membuat otot berkedut, detak jantung meningkat, muntah, dan berkeringat. Bahkan apabila cairan terkena kulit, bisa menyebabkan sensasi terbakar.

  1. Kandungan logam dalam asap vape sama besar bahkan lebih dari asap rokok tradisional

Sebuah penelitian menemukan bahwa logam seperti timah, nikel, perak, besi, aluminium, silikat, dan kromium terkandung dalam asap vape dalam jumlah yang sama bahkan lebih besar dari yang ditemukan dlm asap rokok tradisional.Partikel-partikel tersebut dapat merusak sistem pernapasan, menimbulkan risiko kanker, dan pertumbuhan sel yang abnormal.

  1. Sebagian besar bahan Vape juga mengandung formaldehid, bahan pengawet di kamar jenazah

Seorang profesor kimia dan teknik di Portland State University di Oregon menemukan adanya formaldehid dalam cairan vape. Formaldehid adalah bahan pembuatan lem dan alat perekat, pelapis produk kertas dan bahan bangunan, bahkan sebagai bahan pengawet di kamar jenazah dan laboratorium medis.

Bagaimana ? Masih ingin menggunakan vape ? Pilihan ada di tanganmu sendiri. Kita harus selalu berani bertanggung jawab atas keputusan kita sendiri. Selamat hidup sehat.

News Feed