oleh

Covid 19 Sebabkan Guru Mukale Ke Sekolah

Oleh : Turham AG, S. Ag, M. Pd

Bener Meriah. Baranewsaceh.co — Membaca tulisan berjudul Covid-19 Bangkitkan Rindu Wen Ipak Pada Sekolah yang dirilis media ini, beberapa guru yang enggan disebut namanya memberikan respon melalui telopon, whatsapp dan messanger yang intinya mereka juga merasa rindu ke sekolah untuk kembali mengajar seperti biasa.

Kata “Mukale” dalam bahasa Gayo berarti rindu bahkan rindu berat, karena ulah Corona Virus Disease (Covid-19) menyebabkan social distancing dan physcal yang diikuti dengan liburnya sekolah secara nasional.

Satu bulan lebih sudah sekolah tidak beraktifitas, proses pembelajaran dilaksanakan guru dari rumah dan peserta didik menerima materi ajar di rumah melalui program Dalam jaringan (Daring). Akibat dari proses tersebut beberapa guru yang masih belum mahir menggunakan teknologi sedikit mengalami kendala, namun masih bisa diatasi dan tetap menjalankan program Daring.

Proses pembelajaran via daring memang nampak mudah, tetapi sesungguhnya sangat riber dan menyita waktu. Mempersiapkan bahan ajar termasuk paket intetnet, dikirim kepada peserta didik, ditunggu respon dan tanggapanya dari 20 peserta didik terkadang hanya 5 orang yang menanggapi

Namun demikian guru harus tetap menunggu respon dan setoran tugas peserta didik sampai berjam-jam lamanya, sungguh menyita waktu. Kepada orang tua sangat diharapkan partisipasinya ketika anak membetikan respon dan setoran tugas, agar para guru tidak berlama-lama didepan laptop maupun android, sebab masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya

Ditengah kesibukan menyiapkan materi ajar, menyampaikan secara Daring yang terkadang jaringan lelet dan sinyal pun lemah, menyebabkan respon harus ditunggu lama, guru masih juga memikirkan keadaan dan kondisi sekolah mereka, ruang kelas tempat mengajar dan ruang kantor, apakah tidak kemasukan maling, lemari, meja, dan buku apakah tidak berdebu dan menjadi sarang tikus, bunga-bunga ditaman, depan kelas dan dalam kantor apakah ada disiram penjaga sekolah begitulah beberapa pertanyaan yang muncul dalam benak mereka.

Betapapun sibuknya para guru di rumah pikiran masih tetap bercabang dan berbagi untuk sekolah, boleh dikatakan kendati fisik berada di rumah terapi pikiran tetap ke sekolah. Sebab program Daring walaupun tergolong canggih namun interaksi dalam proses pembelajaran tidak seindah dan seseru belajar dikelas, hal itulah salah satu yang membuat mukale ke sekolah, belum lagi canda tawa, diskusi sesama guru yang tak pernah lagi, semua itu sirna seirinh mewabahnya covid-19

Mukale lain yang dialami guru terhadap sekolah akibat ulah dan tingkat lucu sebahagian peserta didik yang membuat ketawa sendiri dirumah jika teringat. Keragaman tingkah polah peserta didik saat belajar bersama dikelas yang menjadi spesial dan tidak ditemukan dalam daring, termasuk mukale kapan masuk sekolah. Selain mukale dengan belajar dikelas, guru juga perli menjaga mata dari kadisdik yang dipantulkan laptop dan HP

Kadang pula, jika sedang jam istirahat beberapa guru sering mengamati dan menikmati indahnya kelucuan tingkah polah peserta didik saat jajan, berlari, loncat dan bermain dilapangan suatu keindahan yang dapat menjadi hiburan gratis bagi guru. Saat jam istirahat bercerita sesama guru secara terbuka sambil mengamati perkembangan peserta didik, humor dan tawa canda yang dapat membangkitkan gairah kerja. Situasi seperti itu pasti membuat semua guru mukale disamping mengajar didunia nyata dan mungkin tidak akan ada pada profesi lain dan dalam program Daring.

Saat mengajar dikelas, membayangkan tangan menulis pada white board dengan spidol beberapa warna sambil berjalan didepan peserta didik, mengamati raut wajah mereka yang polos dan terkadang lucu menjadi inspirasi keluarnya ide-ide saat menjelaskan sehingga membuat rasa mukale semakin mendalam.

Bagi guru profesional yang sangat mencintai profesinya, mengajar di dunia nyata adalah sesuatu yang indah dibanding memberi materi dengan menggunakan jaringan atau program daring. Karena itu pula guru profesional sangat mukale dengan mengajar dalam kenyataan dari pada dunia maya.

Semoga Covid-19 ini cepat berlalu dan rasa mukale dapat terobati, sekolah pun menjadi normal. Peregen Isaq (22/04)

News Feed