oleh

Covid-19 Mengharuskan Orang Tua Memiliki Peran Ganda

Oleh : Turham AG, S. Ag, M. Pd

Bener Meriah Baranewsaceh.co – Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) atau yang lebih populer dengan virus corona masih terus menyebar ke seluruh pelosok negeri ini. Pandemi yang semula muncul di Wuhan China akhir tahun 2019, kini telah menyebar dan menginfeksi manusia di berbagai negara dengan cepat termasuk Indonesia.

Tidak ada seorang pun yang dapat menjamin dirinya tidak akan terinfeksi covid-19, karena virus ini akan menyerang siapa saja tanpa memandang tua, muda, laki-laki perempuan, pejabat negara maupun rakyat jelata, orang beriman sekalipun maupun yang tidak beragama, bahkan orang alim dan yang banyak dosa, orang miskin mapun yang kaya juga tidak luput dari penularan pandemi yang mematikan itu.

Menghindari penyebaran virus tersebut pemerintah mengeluarkan aturan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat darurat covid-19 atau yang dinamakan physcal distancing maupun social distancing, guna membatasi atau memutus mata raintai penyebaran virus yang menakutkan.

Social distancing dan physcal distancing dilakukan untuk menghindari berkumpul atau berkerumunnya masyarakat, sehingga sekolah yang ramai dengan kumpulan anak-anak terpaksa diliburkan, dalam arti proses pembelajaran dilaksanakan dengan online. Akibat semua itu guru terpaksa bekerja ekstra mempersiapkan bahan ajar dan menyampaikan melalui online dengan segala kelebihan dan kekurangannya, disampaikan dalam bentuk video, tele comprens, atau pemberian tugas melalui whatsapp dan lain-lain

Kepedulian dan kesadaran kebanyakan orang tua dalam membimbing anak belajar dirumah masih sangat rendah, bahkan tidak pernah merasakan bagaimana susahnya mengajar dan membimbing anak-anak serta mengerjakan tugas selayaknya guru.

Melalui belajar online saat ini sebahagian orang tua telah menyadari betapa beratnya tugas guru disekolah. Karena orang tua saat ini diharuskan berperan ganda, selain sebagai orang tua juga berperan sebagai guru untuk anak sendiri. Dapat dibayangkan mengajar dan membimbing anak sendiri saja begitu repot, apalagi memngajar dan membimbing anak orang lain dengan berbagai tipe dan modelnya, sungguh memang tugas guru sangat luar biasa.

Husna AR, S. Pd, ibu rumah tangga bercerita, selama diberlakukan social distancing dan physcal distancing yang mengharuskan berdiam diri dirumah telah merubah dan selama itu pula kebiasaannya berubah 100 derajat yang biasa sehari-hari pukul 6,50 sudah berangkat ke tempat tugas dengan sejuta perjuangan.

Guru MTsN 2 Bener Meriah itu juga membeberkan pengalamannya selain mengerjakan tugas rumah tangga, pemberian tugas online untuk siswa MTsN 2 Bener Meriah juga harus menunggu tugas online dalam betuk video pembelajaran ketiga putra putri nya (Hudia Alia, Audia Munazzala dan Ahza Yaslam) untuk dibimbing yang harus dikumpulkan setiap hari.

Tugas-tugas yang diberikan guru secara online terdiri dari pembelajaran umum, tahsin, hafalan surah, belajar membaca dan tugas proyek dalam bentuk praktek seperti membuat kue, yang harus dikirim secepatnya, itulah sebahagian tugas rutin selama work from home Social distancing dan physcal distancing tetap dilakukan dengan happy dan penuh semangat tambah Husna AR

Namun telah hampir 20 hari berjalan proses pembelajaran online, sampai saat ini belum diperoleh hasil evaluasi dari Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Bener Meriah. Mudah-mudahan kedepan akan ada evaluasi keberhasilan pendidikan terkait belajar online tersebut. (Redaksi).

News Feed