oleh

Cita Rasa Bakso Kak Zahra

  

Kuliner bakso tentunya banyak diminati semua orang, sebagaian besar orang indonesia pasti menyukai bakso.

 Oleh:

Nurjannah, Mahasiswi Jurusan Manajemen Keuangan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa

 Salah satu kuliner yang digilai oleh masyarakat Indonesia bahkan wisatawan mancanegara adalah bakso. Makanan bulat berbentuk seperti bola golf ini disukai oleh anak-anak hingga orang tua terlebih lagi bakso disajikan dengan siraman kuah kaldu yang begitu menggugah selera siapapun yang menciumnya. Bakso umumnya dibuat dari campuran tepung tapioka dan daging sapi atau daging ayam yang digiling ditambah lagi dengan daun seledri, penyedap rasa kaldu dan garam sesuai selera atau secukupnya. Dalam penyajiannya biasanya bakso disajikan dalam keadaan panas dengan kuah kaldu sapi dicampur dengan mi dan bihun sesuai selera. Selain itu, bakso juga sangat popular dan mudah didapatkan dari gerobak kaki lima hingga restoran besar. Karena bakso hampir disukai oleh semua masyarakat nusantara.

Bakso juga saat ini hadir dalam berbagai macam bentuk yang tersebar di beberapa kota besar. Sebut saja misalnya bakso beranak, bakso berbentuk rudal balistik, bakso berbentuk hewan, bakso berbentuk bintang dan masih banyak lagi bentuk lainnya yang tentunya memiliki keunikan serta cita rasa tersendiri. Menyantap bakso juga pada momen tertentu pastinya menambah kenikmatan yang dirasakan. Seperti misalnya saat kondisi hujan maupun mendung. Kuah bakso yang panas dan kenyalnya bakso jadi perpaduan sempurna mengisi perut yang kosong.

Di Gampong Teungoh Kecamatan Langsa Kota contohnya, ada satu warung bakso yang setiap hari senin hingga sabtunya dipenuhi oleh pelanggan yang 95% nya adalah mahasiswa dari 2 kampus ternama kota langsa yaitu IAIN Langsa dan UNSAM Langsa. Warung bakso ini berada didekat benteng Gampong Teungoh yang jaraknya tak jauh dari kedua kampus tersebut. Warung bakso ini dikelola oleh seorang wanita berusia 40 tahunan bernama Kak Zahra, begitulah nama warung bakso ini.

Setiap harinya dari pukul 10 pagi hingga pukul 6 sore warung ini selalu penuh bahkan pada saat jam makan siang sampai tidak terlihat meja yang kosong. Warung bakso ini dirintis oleh kak Zahra beberapa tahun lalu yang telah menjadi ikonnya bakso di Gampong Teungoh. Selain rasanya yang lezat, harga yang murah pun menjadi faktor penentu ramainya pengunjung di tempat bakso kak Zahra ini. Harga untuk setiap porsinya dibandrol Rp.5000,- untuk yang biasa, dan Rp.10.000 untuk yang menu komplitnya. Harga minuman di warung bakso kak Zahra ini juga tergolong murah yaitu mulai dari Rp.1000,- untuk es kosong dan Rp.5000,- untuk minuman sachet seperi nutrisari, milo dan sejenisnya.

Selain harga yang murah, lokasi yang strategis juga menjadi faktor penunjang banyaknya orang yang ingin singgah dan mencicipi bakso kak Zahra ini. Bertiangkan kayu dan beratapkan atap daun nipah atau rumbia, menjadikan tempat ini tak terasa begitu panas saat siang hari, ditambah lagi dengan angin yang sepoy karena dekat dengan sungai. Layanan yang penuh senyuman dan juga ramah dari pemilik warung bakso juga menjadi nilai lebih dari usaha yang memiliki 5 orang karyawan ini. Selain menu makanan bakso berkuah, tersedia juga bakso goreng, tahu goreng, tempe goreng, lumpia goreng, sosis, nugget, mie gulung dan olahan lainnya.

Setiap pagi sekitar jam 06:00, kak zahra bersama suaminya mulai merapikan warung dan menata letak kelengkapan seperti saus, kecap manis, kecap asin, dan cabai dengan rapi diatas setiap meja. Setelahnya, ia bersama suami akan berbelanja kebutuhan dagangannya. Barulah bahan baku tersebut diolah menjadi makanan siap santap dibantu dengan beberapa orang dibagian dapurnya. Dibagian depan atau dibagian belakang, beberapa orang karyawan lainnya membersihkan meja dan kursi untuk menghilangkan debu yang menempel agar terlihat bersih dan rapi, supaya pelanggan yang datang menjadi senang dan nyaman,

Aktivitas berjualan ini menurut kak Zahra adalah hobinya sedari dulu. Dari usahanya ini pula, ia dapat memperbaiki perekonomiannya serta membantu warga sekitar untuk tidak menganggur. Para karyawan yang ada di warung bakso kak Zahra ini merupakan warga setempat yang menjadikan suasana kerja layaknya sedang bercengkerama sesama warga.

Saya sempat menanyakan sedikit kepada kak Zahra, apa yang membuatnya berkeinginan mendirikan usaha bakso ini.

“warung ini saya rintis bersama suami dan beberapa orang karyawan terdahulunya untuk membantu perkekonomian warga sekitar. Selain untuk mengembangkan usaha, juga sebagai wadah memperbaiki kualitas pelayanan warung bakso sederhana yang biasanya di anggap miring oleh kebanyakan orang. Lantas, dari hal ini kami memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan bersahabat kepada seluruh pelanggan” Imbuh kak Zahra.

“pasang surut usaha maupun jatuh bangun dalam merintisnya pastilah tetap ada. Sebab, suatu usaha tidak akan teruji tanpa adanya hambatan yang mengikuti. Itulah sebabnya mengapa usaha ini terus berjalan, sebab halangan dan tantangan yang ada dihadapi dengan ikhlas hati dan dicarikan solusinya agar tidak berlarut terjadi seperti ini” tambah kak Zahra.

Kak Zahra mengatakan bahwa dulunya pernah warung ini sepi pelanggan sebab layanan yang diberikan kurang baik serta kualitas rasa makanan juga kurang disenangi oleh pelanggan. Lambat laun kak Zahra memperbaiki resep masakannya dan memperbaiki kualitas layanan menjadi lebih baik lagi. Hal ini lantas mendapatkan respon positif dari pelanggan yang semakin hari semakin bertambah ramai hingga saat ini. Warung bakso kak Zahra mampu bersaing dengan warung bakso lainnya yang ada di kota langsa berkat kerja kerasnya ia bersama suaminya dan para karyawan lainnya.

Kendala lain yang dihadapi kak Zahra selama menekuni usaha ini adalah tatkala harga bahan baku yang melambung tinggi dipasaran, memaksanya untuk tetap membeli karna tidak ingin kehilangan pelanggan setianya. Walaupun hal ini justru mengurangi keuntungannya, tapi demi kepuasan pelanggan setianya kak Zahra pun harus menjalaninya.

Dan kendala lainnya juga terjadi pada saat masa pandemic Covid kemarin, dikarenakan mahasiswa sedang kuliah daring atau kuliah diberentikan sementara waktu, jadi pelanggan bakso kak Zahra sedikit berkurang karena sebagian besar pelanggan kak Zahra adalah mahasiswa kampus. “Tapi yang namanya rezeki kan sudah diatur oleh Allah jadi harus tetap kita syukuri dan harus terima dengan senang hati” ucap kak Zahra.

Hal ini tak lantas membuat kak Zahra menyerah dengan keadaan yang ada. Kak Zahra lantas ingin mempelajari banyak hal untuk mengembangkan usahanya dikemudian hari. Sempat berkeinginan untuk membuka cabang ditempat lain, namun niatan ini urung diwujudkan oleh kak Zahra karena khawatir tidak bisa mengontrol keadaannya nanti. Lagipula, biaya sewa tempat di seputaran kota langsa saat ini mulai mengalami kenaikan yang signifikan. Maka, kak Zahra hanya membuka usaha warung baksonya didepan rumahnya dengan mengandalkan sedikit halaman rumah yang disulap menjadi lahan parkir.

Sedikit demi sedikit warung bakso kak Zahra sekarang sudah menjadi besar yang dulu awalnya hanya sepetak saja sekarang sudah semakin diperluas dan terlihat rapi.

Saat ini usaha warung bakso kak Zahra telah menjadi tempat langganan para mahasiswa mengisi waktu luangnya maupun sekedar bersantap bersama teman-temannya untuk mengisi perut yang kosong. Tak jarang pula para mahasiswa ini mengajak serta keluarganya yang datang dari daerah asal mereka untuk mencicipi lezatnya bakso buatan kak Zahra ini. Untuk dapat menikmati bakso kak zahra, datang saja ke Gampong Teungoh dijamin bakal ketagihan.

 

 

News Feed