oleh

Cantik Pasti Mahal Harganya Karena Banyak yang Suka

Bener Meriah Baranewsaceh.co – Tajuk diatas merupakan sebuah lirik lagu yang pernah hit di era tahun 80 an, lewat sebuah group Band The Marcy’s. Memaknai apa yang di ucapan Plt Sekda Khairun Aksa.MM, tidak terlepas dari keberadaan Kerawang Gayo saat ini. Khairun Aksa mengibaratkan produk Kerawang Gayo seperti lirik tembang diatas,  karena menurut Khairun Aksa, kerawang Gayo merupakan sebuah produk sebagi lambang indentitas kebesaran dari masyarakat Gayo.
Dewasa ini kerawang Gayo mulai di kenal baik di pasar domestik maupun manca negara. Tentu semua ini butuh persiapan dari pelaku industri khususnya yang berada di Kabupaten Bener Meriah, untuk dijadikan sebagai pilot projek dengan produksi lokal berupa Kerawang Gayo.

Pembenahan harus di mulai dari adanya produksi serta adanya tenaga terampil dalam melakukan bordir Kerawang Gayo. Untuk itu di butuhkan pendamping yang mampu memberikan teknis dan modal usaha seperti pembinaan yang telah di lakukan oleh Bank Indonesia.

Plt Sekda Khairun Aksa juga menjelaskan tentang bagai mana tata kelola serta manajemen dalam memasarkan Kerawang Gayo yang erat kaitannya dengan dunia bisnis. Ungkapan tersebut disampaikan oleh Plt Sekda Khairun Aksa yang di dampingi asisten 2 Abdul Muis saat memberikan sambutan dan arahan dalam Focus Group Discussion bersama Bank Sentral Indonesia (BI) cabang Lhokseumawe di offroom Bupati Bener Meriah. Kamis (07/08).

Diskusi tersebut dalam rangka rencana pembentukan Klaster UMKM unggulan melalui pendekatan Local Ekonomic Development (LED)  bersama salah satu kelompuk usaha Nazwa Kerawang Gayo yang beralamat di desa Kute Lintang Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah.

Berdasarkan informasi yang berhasil kami himpun dari Dinas Perdagangan dan perindustrian Bener Meriah. Saat ini ada 141 kelompok usaha industri di Kabupaten Bener Meriah, dari jumlah tersebut hanya 30 kelompok industri yang masih aktif,  selebihnya dalam posisi mati suri

Sementara Kepala perwakilan cabang Bank Sentral Indonesia Lhokseumawe Yufrijal saat di temui selepas pelaksanaan diskusi,  kepada media ini mengatakan. Bank Indonesia dalam beberapa bulan ke belakang telah melakukan pendampingan serta memberikan pelatihan teknis terhadap kelompok usaha Nazwa Kerawang Gayo. Bank Indonesia juga telah membawa hasil produk olahannya berupa Kerawang Gayo sekaligus para pengrajin ke Jakarta untuk mengikuti pameran “Karya Kreatif Indonesia” (KKI) yang di laksanakan pada 12 – 15 Juli 2019 yang lalu.

Yufrijal juga menjelaskan bahwa pameran yang di maksud merupakan ajang bagi seluruh kelompok pengrajin berbasis industri binaan Bank Indonesia, baik itu kelompok pengrajin makanan maupun fasion yang telah berhasil dari seluruh Indonesia.

“Kita berharap kedepan keberadaan Kerawang Gayo tidak hanya untuk memenuhi pasar lokal dan nasional. Kita akan berupaya Kerawang Gayo harus mampu menembus pasar International.Semua butuh kerja keras. Ungkapnya.

Menurut Yufrijal Sebagai langkah awal pihak Bank Indonesia sudah memperkenalkan motif Kerawang Gayo kepada para desainger papan atas, untuk selanjutnya bisa memadukan mode fasion saat ini, dengan nuansa kerawang Gayo. Jelasnya. Selain itu kedepan,  perlu ada satu komitmen bersama dengan semua pihak terkait, dalam upaya pendampingan bagi kelompok usaha khususnya industri Kerawang Gayo yang telah di bina oleh Bank Indonesia. Ungkapnya.

Disisi lain puluhan peserta yang hadir juga mengatakan, perlu ada langkah kongkrit dari pemkab Bener Meriah untuk keberadaan adanya centra produksi Kerawang Gayo di Kabupaten Bener Meriah,  hal ini di pandang perlu agar keberadaan Kerawang Gayo dapat tampil sebagai bagian terpenting selain kopi dalam upaya mempromosikan Pariwisata di Kabupaten Bener Meriah.(DN)

News Feed