oleh

Bupati Gayo Lues Harapkan Pacuan Kuda Tradisional Sebagai Warisan Budaya

[espro-slider id=4967]

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru tutup acara pacuan kuda tradisional yang diselenggarakan selama sepekan di Stadion Buntul Nege, Kecamatan Blangpegayon. Minggu (04/08/2019).

Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru dalam sambutannya mengapresiasi pihak panitia penyelengara atas terlaksanananya pacuan kuda tradisional di Kabupaten Gayo Lues yang dimulai sejak tanggal 29 Juli hingga ditutup hari ini Minggu 04 Agustus 2019.

Bupati berharap, acara pacuan kuda yang diikuti empat kabupaten di wilayah tengah Aceh, yakni Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Tenggara ini tidak hanya dijadikan sebagai hiburan semata, namun kiranya dapat dijadikan sebagai warisan budaya dan sejarah yang harus dilestarikan.

“Kita juga berharap acara ini bisa menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat empat serumpun Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Tengara”, ujarnya.

Bupati berpesan khusus untuk kelas F atau kuda lokal, tahun depan agar diganti namanya dengan Kuda Gayo, hal ini bertujuan untuk menghindari komentar miring dari masyarakat.

“Hal ini juga sebagai alternatifnya agar masyarakat lokal bisa melestarikan kuada lokal,” tegasnya.

Amru melanjutkan, hendaknya disetiap even , dilakukan rapat teknis dan seminar sebelum melaksanakan pacuan kuda agar teknisnya baku, ada kreativitas dari panitia dalam menyelenggarakan pacuan kuda, dan kedepan juga harus ada inovasi baru, misal lomba memanah dari atas kuda.

“Kedepan Gayo Lues akan menerapkan peraturan Nasional dalam melaksanakan pacuan kuda, seperti membuat sertifikat dan Regestrasi kartu kuda, saya berharap kepada pemilik kuda yang belum mendapat juara agar terus memembina kuda-kudanya,” tandasnya.

Informasi tambahan untuk diketahui, dari 186 ekor kuda yang ikut pertandingan, yang masuk final hanya 49 ekor. Kuda dari Kabupaten Gayo Lues sebanyak 20 ekor, Aceh tengah 14 ekor, dan Bener Meriah 15 ekor, Kuda tersebut dibagi menjadi 12 kelas dari kelas A sampai kelas F. sesuai laporan dari panitia, kelas F merupakan kuda lokal. (RED)

News Feed