oleh

Bunda PAUD Aceh Harapkan PAUD di Nagan Raya Terapkan Program Holistik Integratif

Bunda PAUD Aceh, Dyah Erti Idawati, mensosialisasikan peran Bunda Paud dalam menggerakkan Paud berkualitas dengan layanan holistik integratif, di Aula Pendopo Bupati Nagan Raya, Selasa, (27/10/2020).

Nagan Raya, Baranewsaceh.co –Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh, Dyah Erti Idawati, mengharapkan seluruh PAUD di kabupaten Nagan Raya dapat menerapkan program Paud Holistik Integratif. Untuk itu, ia berharap seluruh Bunda Paud kecamatan dapat mensosialisasikan program tersebut agar dapat diterapkan di setiap paud.

Hal tersebut disampaikan oleh Bunda PAUD Aceh, Dyah Erti Idawati, saat mensosialisasikan peran Bunda Paud dalam menggerakkan Paud berkualitas dengan layanan holistik integratif, di Aula Pendopo Bupati Nagan Raya, Selasa, (27/10).

Dyah mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan payung hukum yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 60 Tahun 2013 Tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif. Berdasarkan peraturan tersebut, ia ingin seluruh Paud di Aceh, khususnya Nagan Raya bisa segera mengimplementasikan regulasi tersebut.

PAUD Holistik Integratif adalah layanan pendidikan yang menggabungkan proses asah, asih, asuh, dalam rangka mengembangkan kebutuhan anak, seperti gizi yang cukup, sistem pengasuhan dan perlindungan yang terbaik, serta pemberian layanan belajar yang mengedepankan pendidikan karakter, agar anak-anak tumbuh dan berkembang sesuai prinsip-prinsip holistik.

“Dengan terbangunnya PAUD Holistik Integratif ini, maka kita tentunya sudah memiliki modal awal untuk menciptakan generasi muda Aceh yang cerdas dan berkualitas,”ujar Dyah Erti.

Di hadapan seluruh Bunda PAUD Kecamatan se-Nagan Raya yang hadir pada kegiatan itu, Dyah menjelaskan, untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut memang tidak mudah. Apalagi saat ini pemerintah menghadapi berbagai tantangan dalam upaya membangun sistem pendidikan yang bersifat khusus.

Tantangan itu antara lain, akses pendidikan yang belum merata, belum optimalnya sistem pendidikan yang terdesentralisasi, serta berbagai tantangan lainnya, termasuk pandemi Covid-19.

“Meski demikian, kita tidak boleh pasif seraya menunggu sampai semua masalah itu terselesaikan terlebih dahulu. Sebaliknya, kita harus bergerak cepat melihat ke depan. Dan saya kira, Program PAUD bisa menjadi contoh bagaimana kita mampu membangun sistem pendidikan usia dini yang lebih baik tanpa harus menyerah kepada tantangan yang ada,” ujar Dyah.

Untuk menghadapi tantangan yang ada, kata Dyah, seluruh kegiatan Bunda PAUD harus disinergikan agar dapat bergerak bersama dan seirama dalam menjalankan program itu.

“Bahwa program ini harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan semua pemangku kepentingan,” kata Dyah. [RED]

News Feed